Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 86. GAGAL LAGI_GKMBM


__ADS_3

Di mobil Timothy yang tak sadarkan diri, mulai mencoba membuka matanya. iya mengangkat kepalanya yang tertunduk dengan posisi yang masih sama saat pria itu menendang tubuhnya.


Tangannya perlahan bergerak membuka pintu mobil, tubuhnya yang lemas jatuh ke tanah.


Bruk...


Dia perlahan bangkit menjauh dari sana, saat melihat mobilnya mengeluarkan begitu banyak asap. Belum sempat dia jalan jauh dari sana sebuah ledakan terjadi.


Tubuh Timothy kaget jatuh ke tanah karena ledakan itu.


Timothy menoleh melihat mobilnya yang sudah dilahap dengan api yang muncul dari depan perlahan melahap seluruh mobil itu. Untung Saja dia sadar lebih dulu sebelum ledakan itu terjadi. Tapi sayangnya dia tidak bisa mengeluarkan anak buahnya, dan dia juga sudah kehilangan pria yang menjadi target mereka.


"Sial! Aku gagal membawa pria itu ke hadapan Tuan Cornelius."pekiknya marah sambil menepukkan tangannya ke tanah. "Orang itu benar-benar susah ditangkap. walaupun usianya yang sudah tidak muda tapi tenaganya masih kuat.


Di Swiss Cornelius dan Iran yang masuk ke dalam kamar hotel yang akan mereka tempati, pelayan yang mengantar mereka berbalik menutup pintu kamar hotel itu. Irene berdiri di samping Cornelius tampak murung sejak keluar dari lift.


"Bagaimana menurutmu Apa kau merasa nyaman tinggal di kamar ini? tanya Cornelius menoleh melihat Irene Yang bengong. Irene hanya mengangguk menjawab pertanyaan Cornelius tanpa menoleh. Dia berjalan duduk di sofa.


Cornelius merasa ada yang aneh dengan Irene pergi menyusulnya. Ia duduk di sebelah menanyakan apa yang terjadi padanya.


"Ada Apa denganmu? apa ada sesuatu hal yang mengganggumu?" atau kau tidak menyukai tempat ini?


"Tidak, tapi aku tiba-tiba merindukan ayahku, satu minggu yang lalu ayah dan ibuku datang menghampiriku di kosan.


Mereka meminta bantuan kepadaku meminjamkan uang kepada mereka karena mereka terlilit hutang. Tapi semenjak aku memberikan uang itu kedua orang tuaku tidak pernah memberi kabar kepadaku bahkan nomor ponsel mereka juga sulit dihubungi.


Kira-kira ayah dan ibuku lagi apa sekarang? ucap iren dengan kepalanya yang tertunduk. Cornelius merangkul bahu Irene. "ayahmu pasti baik-baik saja di luar sana."


"Iya, Ayah pasti baik-baik saja. Dia orang yang hebat." ucap iren sambil meletakkan kepalanya di bawah Cornelius.

__ADS_1


Tiba-tiba suara ponsel Cornelius terdengar jelas di telinganya.


kring ....


kring ....


kring....


Suara dengan ponsel Cornelius. kepala Irene perlahan bangun, Cornelius berdiri mengangkat telepon selulernya dari Timothy.


"Ada apa?


"Tuan, aku kembali kehilangan pria itu lagi. dia lolos."


"Bodoh, Kenapa dia bisa lolos? ucap Cornelius dengan nada marah membuat Irene ikut berdiri mendengarnya.


dia berdiri di samping Cornelius mendengarkan Cornelis berbicara di telepon.


Saat pria itu keluar ternyata timoti dalam kondisi setengah sadar, iya berusaha untuk bangun tapi kesadaran lebih dulu mengalahkannya.


"Aku tidak mau tahu kau harus mencarinya kembali, bagaimanapun caranya. Ini sudah dua minggu kau memburu pria itu tapi belum ada hasilnya. Apa harus aku yang turun tangan ke sana!"


"Iya Tuan aku akan mencarinya kembali. Tuan tenang saja. Aku akan segera membawa pria itu hidup-hidup.


"jangan menelponku sebelum kau berhasil membawanya ke tempat kita. paham kau!'


"Baik Tuan!" ucapnya sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya.


Kini dia berdiri di pinggir jalan menunggu anak buah Cornelius yang lain datang ke sana.

__ADS_1


"Kenapa pria itu sangat sulit ditangkap?" pekiknya kesal


Irene melihat Cornelis kesal menarik tangannya membawanya ke sofa duduk di sana. "Jangan marah-marah Ada apa sebenarnya?"


"Timothy gagal lagi menangkap pria itu lagi. padahal pria itu sudah di tangannya. Tapi pria itu masih bisa lolos juga. Irene mengusap punggung Cornelius mencoba menenangkan Cornelius yang sedang marah.


"Sudahlah kau tidak perlu marah-marah. Bagaimana kalau kalian berhenti saja mengejar pria itu. Entah kenapa feelingkuh tidak enak."


"Tidak bisa, Aku tidak akan menarik perkataan sebelum aku mendapatkan apa yang aku mau."


"Ya sudah terserah padamu."ucap iren sambil mengusap punggung Cornelius.


****


Malam harinya Cornelius dan Irene berlalu menuju di mana salah satu event ternama diadakan di negara itu. Terlihat suasana sangat meriah dan mewah, melihat kedatangan sosok Cornelius dan Irene, sang penyelenggara even pun menebarkan senyumnya dan menyambut Cornelius dan Irene.


Tempat khusus untuk Cornelius Sudah mereka sediakan sebelumnya. Tampak irama musik sudah terdengar jelas di sana, rekan bisnis Cornelius juga turut hadir di acara event itu. Membuat suasana semakin ramai. lupa Tuan jasa juga ikut menghadiri event yang diselenggarakan oleh salah satu event organizer.


Alunan musik seolah menuntut orang-orang yang berpasangan di sana meluapkan rasa cinta mereka dengan berdansa. empat Mata saling menatap. Suara melodi piano menggambarkan lantai, satu persatu pasangan di pesta itu ikut serta meramaikan lantai itu, yang tadinya dikuasai oleh Cornelius dan Irene.


Kini tempat itu sudah dipenuhi dengan pasangan kekasih yang sedang berdansa mengelilingi Cornelius dan Irene yang berada di tengah-tengah dengan posisi yang masih sama.


Cornelius menarik tangan Irene, membuat tubuhnya bangun. Tangan Cornelius perlahan merangkul pinggangnya dan tangannya satu menggenggam jari jemari Irene.


kaki mereka mulai berjalan maju mundur ke belakang menikmati suara biola dan piano yang begitu didengar.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2