Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 131. PERANG _,GKMBM


__ADS_3

Cornelius mulai merasakan sesuatu yang aneh dari tepuk tangan Tuhan Thomson.


Kau ternyata menyembunyikan pria tua bangka itu dariku. Dan Kau pikir aku tidak akan tahu tentang itu?"


"Apa maksudmu?" ucap Tuan Cornelius berpura-pura bodoh di depan Tuan Thomson


"Tidak perlu pura-pura bodoh di hadapanku. kau pria yang pintar Cornelius,


"Aku tidak mengerti maksudmu."


"Ha....ha...ha, tertawa kecil


Aku tahu kau tidak mau menyerahkan orang itu, karena dia adalah Ayah dari wanitamu, bukan? ucapnya dengan nada suara serius


"Bagaimana kau bisa tahu?"


Tiba-tiba seseorang keluar dari mobil Tuan Thomson dia adalah Tuan Jason.


"kita bertemu lagi kembali Cornelius." ucap Tuan Jason tersenyum berjalan dengan santai menghampiri Tuan Thomson. Tuan Jason berdiri di samping Tuan Thomson tersenyum lebar menatap Cornelius.


"Serahkan pria itu, atau aku akan mengambil keduanya darimu.


"Tidak keduanya, balasnya dengan sorot mata yang tajam.


Kalau begitu, bersiaplah berperang denganku." teriak Tuan Thomson emosi.


Cornelius hanya tersenyum menanggapi teriakan Tuan Thomson. Apalagi ia mengingat Tuan Thomson pembunuh kedua orang tuanya. Ingin sekali Cornelius saat itu juga, menghabisi nyawa Tuan Thomson. Tetapi ia mengingat jumlah mereka kalah banyak dengan jumlah anak buah Tuan Thomson yang berada di sana.


Di samping itu, Cornelius tidak memiliki persiapan yang matang untuk menghadapi Tuan Thomson dan Tuan Jason. jika tidak ia sudah menghabisi nyawa Tuan Thomson, orang yang membunuh orang tua kandungnya sendiri. sekalipun Tuan Thomson merupakan adik dari ayahnya.


Tiba-tiba ada Tiga mobil hitam yang datang dari arah belakang Cornelius. Timothy yang melihat ada mobil lain yang datang langsung keluar dari mobil.


Secara bersamaan para pria yang berada di tiga mobil itu, ikut keluar. Mereka semua berkumpul menjadi satu siap menyerang Cornelius.


"Bagaimana kalian bisa menang, anak buahku bahkan lebih banyak. Sedangkan kalian hanya berdua. Pikirkan kembali keputusanmu itu.


Aku tidak akan menarik kata-kataku.


"Baiklah, Serang dia! teriak Thomson penuh dengan emosi, memerintahkan anak buahnya segera menghabisi Cornelius.

__ADS_1


Cornelius berbalik menghadapi anak-anak buah Tuan Thomson yang berlari. Timothy juga berdiri dengan sigap menunggu mereka datang. Timothy dan Cornelius saling melirik satu sama lain, memberikan kode untuk saling bekerja sama di antara mereka.


Di bawah gelapnya malam hanya disinari rembulan.Cornelius dan Timoty mengepal kedua tangannya, siap menghancurkan mereka semua. Saat anak buah Tuan Thomson mendekati Timoty dan Cornelius ikut larik dan bertemu di tengah-tengah.


Mereka berdua masuk ke dalam gerombolan anak buah Tuan Thomson dan menghajar mereka semua. Sedangkan Tuan Thomson, dan Tuan Jason Masih Berdiri dari kejauhan melihat mereka semua berkelahi di tengah jalan yang sepi.


Malam yang gelap gulita, dibawa cahaya lampu. Jalan Tampak para pria tengah beradu ketangkasan yang mereka miliki. Sebuah pukulan demi pukulan melambung tinggi menghantam wajah anak buah Tuan Thomson. Sampai mengeluarkan darah segar dari sudut bibir mereka.


Cornelius yang berada di tengah-tengah para anak buah Tuan Thomson, tidak berhenti menggayung tangan dan kakinya. Kini kakinya melayang ke dada anak buah Tuan Thompson, yang berlari ingin menghajar. Tapi kaki Cornelius lebih dulu mendarat di dada pria itu, sampai tersungkur ke aspal dan tubuhnya terlempar cukup jauh.


Saat Cornelius sedang menghadapi anak buah Tuan Thomson, dari depan anak buah yang lain mencoba menyerang Cornelius, dari belakang mata Cornelius seketika memicu ke samping, merasakan kehadiran orang itu. Dia seketika berbalik menahan tangan anak buah Tuan Thomson membantingnya ke aspal.


Tubuh pria itu langsung melengkung merasa tulang belakang semuanya seperti akan patah. Tidak sampai di situ, Cornelius menendang tubuh pria itu dengan penuh perasaan marah dan tenaga ekstrak. Sampai pria itu menjerit kesakitan, menahan tendangan Cornelius.


Saat itu juga, ada salah satu anak buah lain menendang punggung Cornelius sampai membuatnya jatuh berputar di atas pria yang baru saja dia jatuhkan.


Sedangkan saat itu, Timoty sudah diserang secara bersamaan dengan anak buah Tuan Thomson, dari segala sisi. Walaupun banyak pukulan yang dilayangkan padanya, dia masih bisa menghalau dan menangkis pukulan mereka semua.


pertama ruangan tema 7 menguras banyak tenaga karena jumlah 10 banding 1 itu sangat melelahkan sampai sekali pukulan mengenai tubuhnya tapi tidak dengan wajahnya saat Salah satu anak buah Tuan Thomson menghantam perutnya.


Timoty Spontan mengangkat kakinya sampai menendang dagu pria itu, dan langsung memindahkan kakinya lagi ke depan dada pria itu. Pria itu seketika terpental ke tubuh teman-temannya yang ada di belakangnya.


Melihat Cornelius sudah tersungkur, anak buah Gum Thomson yang menyerang Cornelius dengan belatinya, mengarahkan belati itu ke wajah Cornelius.


Saat ujung belati sedikit lagi sampai di depan matanya. Tangannya dengan cepat memegang pergelangan tangan pria itu, menahannya dengan tatapan mata yang tajam, melihat ke mata ujung pisau itu.


Tangannya yang berurat meremas pergelangan tangan pria itu, sampai membuatnya kesakitan dengan tubuhnya yang ikut melengking, dan membuat belati yang dia pegang jatuh ke aspal.


Seketika Cornelius menendangnya sampai tubuh pria itu terpental. Cornelius bangkit mengeluarkan pistolnya menembak kepala pria itu.


Mata pria itu melotot bersamaan dengan darah mengalir keluar dari lubang dahinya tubuhnya langsung ambruk.


Di saat yang bersamaan tiba-tiba dari belakang Cornelius mendapatkan serangan mendadak.


Salah satu anak buah Tuan Thomson, tiba-tiba menggores punggung Cornelis menggunakan belati yang ukurannya lebih besar dengan belati yang ingin menusuk matanya tadi.


Sebuah goresan pedang yang dibuat di punggung Cornelius, mengakibatkan Jas yang di double dengan baju kemeja tampak robek membentuk sebuah garis panjang dengan lumuran darah yang keluar


Tubuh Cornelius refleks gemetar dengan diiringi dengan suara rintihan karena merasa kulitnya yang robek.

__ADS_1


"Sial!!!! jeritnya Cornelius seketika berbalik menyerang menembak dada pria itu.


Tubuh pria itu ambruk dan jatuh terlentang ke aspal, bersamaan dengan pisau terlepas dari tangannya.


Cornelius membungkuk mengambil pisau itu menusukkannya di atas perut pria itu.


Kedua mata pria itu melotot seperti ingin keluar saat belati menembus permukaan kulit perutnya dan masuk ke dalam dagingnya begitu cepat. Saat yang bersamaan Timoty melarikan diri dari kerumunan anak buah Tuan Thomson, menghampiri Cornelius.


"Tuan baik-baik saja?" tanya Timoty panik berdiri dari samping Cornelius mulai merasa pusing.


Tiba-tiba anak buah Tuan Thomson yang ingin menyerang Cornelius dari belakang Timoty, dengan sigap menangkis pukulan itu dan berbalik melawan pria itu, saat itu juga empat mobil hitam muncul dari belakang mereka.


Semua orang kaget. terkecuali Timoty karena dia tahu, itu adalah anak buah Tuan Cornelius mereka semua keluar dan bergabung dengan tuannya menghabisi anak buah Tuan Thompson.


Sebelum dia keluar dari mobil, Timothy sudah menghubungi beberapa anak buah mereka untuk secepatnya datang ke lokasi mereka, untuk mengantisipasi kejadian tak terduga.


Puluhan anak buah Cornelius berlari menghantam anak buah Tuan Thomson. Timoty yang melihat anak buahnya sudah sampai dengan cepat menjatuhkan lawannya. dan lari pergi menghampiri Cornelius membawanya pergi dari sana.


Saat Cornelius akan dibawa pergi oleh Timoty, dari kejauhan Tuan Thomson mengeluarkan pistol yang mengarahkannya ke arah Cornelius dengan Timothy


Dor .....


sebuah peluru terbang dengan cepat mengarah ke mereka, sampai peluru itu semakin dekat dan Timoty tidak menyadari ada peluru yang sedang melaju dengan cepat ke arah Cornelius.


Di saat yang bersamaan, ada sebuah anak buah Cornelius ditendang oleh anak buah Tuan Thomson muncul di depan mereka, sampai peluru yang seharusnya mengenai Cornelius malah mengenai anak buahnya itu.


"Akgh....


"Sial!!!! ucap Tuan Thomson kesal.


Timothy yang sadar Cornelius dalam keadaan bahaya, langsung berteriak memanggil beberapa anak buah mereka. " lindungi Tuan Cornelius! semua anak buahnya langsung berbalik ke arah mereka dan melindungi Cornelis dan Timoty dari segala sisi dengan senjata api, yang mereka arah lurus ke depan.


Di situlah Cornelius mendapatkan kesempatan untuk melarikan diri. Timothy dengan cepat membawa Cornelius pergi menggunakan mobil anak buah mereka.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓

__ADS_1


sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya baru emak. "Antara kutub Utara dan Selatan (You & me)"


__ADS_2