Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 49. AMARAH CORNELIUS _GKMBM


__ADS_3

Tidak mungkin Irene melupakannya dengan mudah seperti membalikkan telapak tangan. ada beban berat di dalamnya. Tapi bukan berarti Irene masih akan menerima Aris kembali dalam hidupnya. Perselingkuhan dan tidak adanya kesetiaan adalah kesalahan besar dibuat oleh Aris, dalam hubungan yang mereka bina begitu lama.


Keputusan mengakhiri hubungan ini, adalah keputusan yang menyakitkan baginya. Melepaskan pria yang sudah ia cintai sejak lama membuat hatinya sangat hancur. Dalam dirinya sekarang, Irene sedang berperang perasaan. Melawan perasaan yang ingin meminta dirinya memaafkan perbuatan.


Irene sudah menetapkan hatinya dengan satu pilihan walaupun itu berat. Dia memberitahu bahwa semua itu sudah berakhir.


"Aku sudah melupakan semua tentang kita. Jangan pernah berharap aku masih punya perasaan itu untukmu." ucap Irene menatap mata Aris dengan penuh amarah dan rasa kebencian. Mengingat Bagaimana kepercayaannya dihancurkan terhadap ketidaksetiaan aris kepadanya.


Aris masih tidak percaya dengan ucapan yang keluar dari bibir mantan kekasihnya itu."aku masih tidak percaya Kau pasti berbohong."


"Aku tidak pernah berbohong kau yang membohongiku kau bilang padaku. satu-satunya wanita yang kau cintai tapi kau berani bermain gila di belakangku, terhadap temanku sendiri." ucapnya dengan nada meninggi.


"Aku membencimu, sambungnya mendorong tubuh harus menjauh darinya.


"Aku minta kau pergi dari sini. Aris tidak memperdulikan perkataan Irene. Dia tidak mau pergi dari sana Dia mendekati Irene menarik tubuh Irene dalam pelukannya.


"Aku tidak bisa melupakanmu." ucapnya bersama mencium bibir Irene. Tanpa mereka sadari Cornelius sudah berada di balik pintu. Cornelis tiba-tiba muncul dia melihat Irene dan Aris yang berciuman.


Cornelius berdiri mengepalkan kedua tangannya dengan kuat berjalan masuk ke dalam, menarik baju Aris dengan Tatapan yang penuh dengan amarah memukul wajah Aris.


"Beraninya kau mencium wanitaku!" teriaknya marah dengan emosi yang meluap-luap membakar api cemburu di dalam hati Cornelius.

__ADS_1


Irene menutup mulut berjalan menjauh dengan wajah kaget melihat Cornelis muncul. Cornelius menghajar Aris habis-habisan. Tanpa ampun dia melayangkan pukulan keras di wajah Aris, dan lututnya menendang perut Aris tanpa hentinya.


"Kurang ajar!"


lagi-lagi Cornelius melayangkan tinjunya ke arah Aris. Irene yang tak kuat Cornelis membunuh Aris berlari menghentikan perkelahian mereka.


"Stop!" teriaknya masuk ke tengah-tengah mendorong Cornelis menjauh dari Aris.


Irene mengusap darah yang mengalir keluar dari hidung dan bibir Aris. Aris berdiri tepat di belakang Irene.


Cornelius yang emosi mengeluarkan pistolnya mengarahkannya ke Irene dengan Raut wajah marah tidak terima Irene melindungi Aris."Minggir kau, pria itu harus mati!"teriaknya penuh dengan amarah mengaung seperti serigala.


Karena Irene mengetahui bagaimana watak Cornelius di depan mata kepala Irene sendiri. Cornelis mampu membunuh anak buahnya sendiri. karena keras kepala Irene.


"Irene....!!!teriaknya mengamuk seperti orang kesetanan.


Irene Berdiri disana sambil menggelengkan kepalanya menandakan dia tidak mau mendengar perintah Cornelius.


"Kalau kau ingin membunuhnya, bunuh aku lebih dulu." ucapnya dengan raut wajah yang serius menatap Cornelius dipenuhi dengan amarah.


"Cornelius membungkuk. Tertawa dengan mata penuh yang amarahnya yang berkobar. tidak bisa mengendalikan perasaan yang kecewa dengan melihat wanita yang sangat ia cintai, membela pria lain yang pernah menghianati cintanya.

__ADS_1


Irene yang melihat Cornelis tertawa seperti orang kesetanan, membuat bulu kuduknya merinding ketakutan.


"Apa yang terjadi padanya?" batinnya bingung.


"Kau lebih memilih melindungi pria itu!" ucapnya sambil tertawa. Tapi seketika tawa itu hilang dengan munculnya raut wajah mengerikan, dan tatapan tajamnya seperti ingin menelan dan Aris saat itu hidup-hidup.


"Beruntung aku mencintaimu. Kalau tidak peluruku pasti sudah menembus jantungmu." ucapnya dengan senyuman. Senyuman itu menghilang saat dia mengatakan satu kalimat. "Pada hari ini kau bisa selamat dari Ku, tapi lain kali aku tidak akan mengampuni Mu. kau tidak akan selamat dari amarahku, aku ingat baik-baik di otakku." ucapnya berbalik pergi membuka pintu kamar kos dengan kasar.


Cornelius membuka pintu, seperti membantingnya. Suara benturan pintu itu membuat jantung irene kaget luar biasa sampai bisa meletakkan tubuhnya yang posisinya sekitar 2 meter dari pintu masuk.


Aris yang tadinya berdiri di belakang Irene, berjalan ke depan Irene yang mematung tak percaya Cornelis akan semarak itu.


"Aku tahu Kau pasti masih mencintaiku ucapnya dengan tubuhnya perlahan jatuh lemas tak berdaya di pundak Irene.


Irene memeluk tubuh Aris dalam pelukannya menatap pintu yang terbuka lebar, dadanya sesak saat Cornelis pergi dalam kondisi yang marah. Di dalam hatinya yang paling dalam, dia ingin mengejarnya. Tapi Dia menepis semua perasaan itu mencoba tidak memikirkan hal itu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


__ADS_2