
"Auhhhh!
Irene sontak menipis tangan Cornelis mengangkat jarinya."Berhenti menyakiti teman-temanku."matanya memancarkan kemarahan yang luar biasa kepada Cornelius. Cornelius tidak pernah melihat tatapan mata seperti ini sebelumnya.
"Plak.....
tangan Irene melayang ke wajah tampan Cornelius.
"Kau berani menyentuh teman-temanku, Jangan harap kau bisa melihatku lagi!"Irene dengan suara lantangnya mengancam Cornelius di depan semua orang.
"Baiklah aku minta maaf."kata-kata yang belum pernah didengar anak buah Cornelius membuat mereka semua tercengang dan merasa heran.
Mereka saling melirik satu sama yang lain seperti mengerti apa yang mereka kagetkan.
Hanya Timothy yang tidak terkejut, pasalnya dia sudah pernah mendengar perkataan itu keluar dari mulut Cornelius, itu juga disebabkan karena Irene. Satu-satunya wanita yang bisa membuat Cornelius melakukan atau mengucapkan sesuatu yang bertentangan dengan sikap Cornelius.
Cornelius yang dikenal begitu keras dan egonya yang tinggi, tidak bisa ditantang siapapun ternyata bisa dikendalikan dengan satu ancaman saja. Irene membantu Raihan dan Ricardo berdiri membawanya ke sofa diikuti dengan Cornelius di belakang Irene.
"Apa Ada yang sakit?" tanya Irene penuh selidik.
"Aku tidak apa-apa kok."
Cornelius menarik tangan Irene "Ayo pulang!"
Irene menipis tangan Cornelis." Aku tidak mau pulang, kau tidak melihat aku sedang bersama teman-temanku."
"Ini sudah malam, kau harus pulang sekarang.
__ADS_1
"Tidak mau, aku mau berpesta bersama teman-temanku." tegasnya menolak Cornelius yang ingin membawanya pergi dari sana."Tuan yang terhormat, Tolong jangan mengganggu acara kami. Tuan bisa pergi dari sini sekarang." ucap Rina berdiri mengusir Cornelius dari sana
Cornelius berbalik menatap Rina dengan tajam. "Siapa kau berani mengusirku." ucapnya dengan raut wajah dinginnya. "Anak buah Cornelis yang melihat rawat wajah tidak enak dari bosnya, mengangkat senjata mereka ke arah Rina.
Rina seketika keringat dingin, bahkan dirinya tidak pernah berhenti bicara tiba-tiba terdiam seperti patung pajangan
"Cornelius! teriak Irene berdiri.
"Suruh anak buahmu turunkan senjata mereka." ucapnya marah.
Cornelius lagi-lagi menurut permintaan mengabaikan penghinaan Rina padanya, mengusir dirinya adalah sebuah penghinaan baginya. Tidak ada yang berani berbicara seperti itu Padanya selama ini.
Cornelius menggerakkan jari telunjuknya Turun ke bawah, yang artinya meminta anak buahnya menurunkan senjata mereka. Cornelius berjalan duduk di sofa dengan raut wajah dingin ya. "Baiklah kau boleh berpesta Aku tidak akan melarang Mu."
"Baguslah kalau begitu kau bisa pulang sekarang, pintu terbuka lebar untuk mu." ucapnya senyum meminta Cornelis pulang.
"Wanitaku di sini maka aku akan tetap di sini.
Irene memalingkan wajahnya malu pada teman-temannya.
"Irene, Sejak kapan kau menjadi kekasih pria galak sepertinya. Walaupun dia tampan, tapi kau tidak takut dia bisa melukaimu?" bisik Raihan tepat di telinga Irene.
"Tidak seperti yang kau pikirkan, Aku bukan kekasih pria itu. Otakku masih waras aku tidak mungkin menerima orang jahat sepertinya." bisiknya.
"Apa yang kalian bicarakan?"tanya Cornelius dengan wajah terus menatap mereka berdua.
Irene tersenyum menyebabkan mata sambil menggerakkan kedua tangan di depan dada bukan apa-apa.
__ADS_1
"Teman-teman sepertinya aku harus pulang, kalian lanjutkan saja pestanya tanpa aku." ucapnya berjalan menarik tangan Cornelius sampai membuat Cornelius harus berdiri dari tempat duduknya.
" Sebelumnya aku minta maaf pada kalian semua pria ini memang sedikit kurang ajar. tapi aku pastikan hal seperti ini tidak akan terjadi." ucap Irene tersenyum meminta maaf atas perlakuan buruk Cornelius.
Arya mengganggukan kepalanya, dia tidak mempermasalahkan hal itu
"Sampai ketemu lagi di kantor." Irene menarik tangan Cornelis buru-buru pergi dari sana. saat Cornelis dan Irene keluar, Timothy dan anak buah juga keluar dari sana. Irene menghempaskan tangan Cornelius di depan mobil
"Kenapa kau terus mengganggu hidupku Apa kau tidak punya pekerjaan lain?
Cornelis dia menata Irene yang marah-marah.
Irene tiba-tiba tertawa.
"Apa kau sekarang jadi orang bisu? bukannya tadi kau berteriak-teriak pada temanku? kenapa kau sekarang diam seperti kucing yang disiram air?
"Aku tidak perlu menjawab pertanyaan untuk.
"Haaaa, teriak Irene masuk ke dalam mobil
"Kenapa aku harus terjebak dengan pria sepertinya!" kesal sambil menutup pintu mobil begitu keras.
Di luar timothy, menghampiri Cornelius bertanya "Tuan Apa kami harus mengawal Tuan."
"Tidak perlu! sahur Cornelius dengan santai.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓