Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 62. KEMBALI MENOLAK _GKMBM


__ADS_3

Saat Irene menghampiri Cornelius yang menunggunya, Cornelis langsung berjalan keluar tanpa melihatnya. Tapi tangannya menggenggam tangan Irene membawanya keluar dari hotel itu.


Irene juga diam tidak marah, atau sikap yang sering ditunjukkan karena Cornelius. Dia membiarkan membawanya masuk ke dalam mobil. Sesampai di dalam mobil mereka berdua saling diam tak bicara sepatah kata pun.


Irene melirik melihat Cornelius yang tampak datar menatap lurus ke depan. Dia tidak memperdulikan Irene yang melihatnya. Dia tidak seperti biasanya, apa dia marah karena perkataanku tadi? batinnya ia menoleh ke jendela menatap keluar dengan tatapan kosong.


Cornelius bersikap dingin. Memang karena penolakan Irene, tapi juga bukan hanya karena itu. Cornelis berpikir Irene menolaknya karena masih mengharapkan cinta dari Aris karena terakhir kalinya Irene membela Aris dari amarahnya. Itu membuatnya berpikir bahwa Irene masih mencintai Aris.


Sesampainya mereka di depan rumah kos-kosan yang selama ini ditempati oleh Irene, Irene turun dari mobil. Cornelius pun tetap bersikap dingin. Saat Irene turun dari mobil, Cornelius pun langsung pergi meninggalkan Irene begitu saja.


Entah kenapa karena perlakuan Cornelius yang tidak pernah mengacuhkan dirinya membuat perasaannya tiba-tiba sedih, saat Cornelis bersikap dingin terhadapnya. Irene Masih Berdiri di bahu jalan, melihat mobil Cornelius yang semakin jauh pergi meninggalkannya.


Sedangkan Cornelis sama sekali tidak melihat Irene


Setelah tiba di kamar kosnya, Irene duduk di sofa dengan wajah yang murung, Masih memikirkan kejadian semalam."Aku benar-benar melakukannya dengan pria itu."


"Tidak mungkin! pekiknya masih tidak percaya begitu saja. Padahal Ia sudah merasakan organ kewanitaannya terasa sakit. Irene merebahkan tubuhnya menatap langit-langit kamar kosnya.


"Bagaimana jika aku nanti hamil?" ucapnya sambil memegang perutnya merasakan Apakah ada bayi di dalam perutnya. Padahal baru semalam Cornelius merenggut kesuciannya.

__ADS_1


Irene menepis pikirannya itu."Jangan sampai deh. lagi pula ini cuman sekali nggak mungkin kan langsung jadi." gumamnya Di dalam hati.


Irene bangkit dari sofa mengambil air minum. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinganya.


Tok....


Tok...


Tok....


suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Irene, Irene yang sedang berdiri di depan, meletakkan gelasnya pergi ke depan melihat Siapa yang datang. Saat dia membuka pintu, ia terhenyak melihat pria yang berdiri di depannya bersama seorang wanita yang begitu berarti di kehidupan Irene.


"Ayah. .Ibu. ..kapan datangnya? Ayo masuk!" ucap iren mempersilahkan kedua orang tuanya masuk ke dalam kamar kosnya. Irene menggandeng kedua orang tuanya, masuk ke dalam kamar kos . Mereka pun duduk di sofa sederhana yang berada di kamar kosnya.


Irene bangkit berdiri mengambil air minum untuk kedua orang tuanya. Dia kembali membawa dua gelas air putih. Ayah.... Ibu...., kenapa datang mendadak seperti ini? ayah kan bisa bilang dulu kalau mau datang biar aku bisa menjemputnya." ucap Irene sambil meletakkan air minum untuk disuguhkan kepada ayah dan ibunya.


Irene sengaja menutupi masalah yang sedang ia hadapi saat ini dari kedua orang tuanya karena ia tidak ingin membebani pikiran mereka apalagi ia tahu kondisi kesehatan orang tuanya. Membuat Irene harus menanggung masalahnya sendiri.


"Ayah dan ibu datang ke sini sebenarnya ingin meminta bantuan dari kamu. Itu pun kalau kamu ada. "Ada apa Ayah, Ibu kataan saja siapa tahu Irene bisa bantu." ucap Irene kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Dulu ketika ibu kamu sakit, Ayah meminjam uang kepada salah rentenir dan saat ini sudah jatuh tempo. Tetapi Ayah belum memiliki uang sama sekali. Kamu tahu sendiri kan pekerjaan ayah saat ini tidak menetap untuk membiayai kehidupan sehari-hari saja tidak mencukupi.


Hal itulah yang membuat ayah dan ibu datang ke sini meminta bantuan berharap kamu bisa meminjamkan uang kamu kepada ayah, untuk membayar hutang-hutang ayah saat itu."


ucap Tuan Jennifer kepada Irene.


Berharap Irene dapat membantu Tuan Jennifer membayar hutang-hutangnya yang sudah ditagih oleh salah satu rentenir yang ada di daerah tempat tinggal orang tuanya.


"20 juta. kalau kamu ada, tolong Pinjamkan kepada ayah. karena Tuan lius sudah mengancam ayah jika ayah tidak mampu membayarnya, rumah gubuk milik kita akan menjadi milik mereka mohon tuan Jennifer kepada Irene.


Irene menghilang nafas berat sebenarnya Irene memiliki uang sebesar 20 juta rupiah tetapi jika Ia memberikan semuanya, kepada kedua orang tuanya. Maka ia tidak akan memiliki uang simpanan atau tabungan lagi.


Tetapi daripada rumah milik kedua orang tuanya disita oleh sang rentenir akhirnya memberikan uang itu. Begini Ayah, Ibu aku tidak memiliki uang cash. Tolong berikan saja rekening kalian, Saya akan kirimkan langsung saat ini juga. Ayah dan ibu tenang saja." ucap Irene kepada tuan Jennifer dan istrinya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


__ADS_2