
Cornelius mematikan sambungan telepon selulernya beranjak pergi meninggalkan kamar kost yang selama ini ditempati oleh Irene.
"Semoga Cornelius bisa menemukan Irene." gumam Rina penuh harapan.
"Aku juga harus membantunya mencari Irene."
pekiknya berlalu Pergi mengambil bajunya bersiap-siap pergi mencari Irene di luar sana.
Di tengah perjalanan Cornelius mengemudikan mobil. Cornelius menelepon Lisa. Lisa yang sibuk mengotak-atik ponselnya duduk di sofa kamarnya. Tiba-tiba ia dikagetkan mendapat sambungan telepon seluler dari sang kakak sepupu.
Kak Cornelius tumben telepon, ada apa ya?" ucapnya iya langsung mengangkat telepon agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Cornelius.
"Halo kak ada apa kau menghubungiku?
"Aku butuh bantuanmu sekarang.
"Bantuan apa kak kenapa suaramu seperti orang panik.
"Aku butuh kau mencari titik terakhir di mana ponsel Irene berada.
"Apa dia hilang lagi?"
"Aku tidak tahu, tapi aku khawatir terjadi sesuatu padanya.
"Baiklah, aku akan segera mencarinya tapi aku butuh nomornya sekarang.
Aku kirim sekarang juga." ucapnya sambil menyetir mobil mendengar Lisa berbicara di dalam airport yang terpasang kedua telinganya.
Lisa mematikan telepon itu, tidak lama kemudian pesan whatsapp dari Cornelius muncul.
Lisa berdiri dari tempat duduknya pergi mengambil laptopnya dari dalam laci membawanya duduk bersama di sofa.
Dia menghidupkan laptopnya jari-jarinya mulai berkutat mencari lokasi ponsel Irene. Tidak butuh waktu lama, dengan satu tekan tombol enter, Lisa menemukan lokasi ponsel milik Irene.
"Dapat." Lisa langsung menyalin lokasi Irene mengirimnya ke nomor whatsApp Cornelius.
Pesan whatsapp masuk.
__ADS_1
Cornelius menghentikan mobilnya di pinggir jalan mengambil ponselnya melihat pesan dari Lisa .
Melihat lokasi yang dikirimkan Lisa. Cornelius semakin bingung kenapa lokasinya menunjukkan ponsel Irene ada di daerah rumah kos-kosan yang ditempati Irene selama ini.
"Ada apa ini? aku baru saja dari kamar kosnya bagaimana bisa Ponsel ada di sana, Cornelius kembali ke rumah kos-kosan yang selama ini ditempati oleh Irene. Perasaan Cornelis berangsur-angsur membaik merasa Irene sudah ada di kamar kosnya.
Dia tidak tahu kalau tas Irene terjatuh di jalan depan rumah kos-kosan itu, dan di dalam tas itu ada ponselnya. itu sebabnya lokasinya berada di sana.
Untuk kedua kalinya Cornelius turun dari mobil baru masuk ke dalam kamar kost yang selama ini ditempati oleh Irene.
Cornelius tampak berlari masuk ke kamar kost
"Kau sudah pulang? Cornelis membuka pintu kamar kos itu berlari masuk ke dalam.
Lagi-lagi dia terdiam melihat kamar kos itu masih kosong.
Harapannya tidak sesuai dengan kenyataan. Cornelius kesal dan bingung. Dan ia menghantam pintu
"Kemana kau pergi sebenarnya?" apa yang terjadi padamu." ucapnya mengepal tangannya merasa bersalah karena terlambat datang menjemput Irene.
Di tempat lain di gudang Tua tampak Irene yang berada di dalam gedung tua itu, dengan tangan terikat t mulut tertutup dan kaki terikat. Terlihat Irene belum sadarkan diri akibat obat bius yang mempengaruhinya.
"Aku tidak menyangka kau bisa selamat dari kobaran api malam itu. Tapi kali ini kau tidak akan selamat." ucap Tuan Aska sambil menelisik wajah cantik Irene yang sudah terlihat tidak berdaya.
Tuan Aska mengirim anak-anak buahnya untuk menyamar di sekitar Cornelius untuk mencari tahu siapa wanita yang dimaksud anak buahnya malam itu. Aktivitas Cornelius telah diikuti dari pagi sampai siang, saat mereka makan siang. Bersama anak buah tuan Azka ada di sekeliling Cornelius tanpa dicurigai sama sekali.
Ini bukan pertama kali ada musuh yang berada di sekitarnya. hampir setiap waktu ada musuh yang berkeliaran di sekitar mencari celah untuk menyerang atau membunuh Cornelius dari jarak dekat maupun jauh.
Di saat anak buahnya memiliki kesempatan mereka memotret kebersamaan mereka saat keluar dari restoran. Lalu mereka mengirimkan mengirim foto Irene dan Cornelius ketuan Aska.
Dia langsung meminta anak buahnya untuk menculik Irene di saat Cornelius sedang tidak bersamanya.
Tuan Aska berbalik membelakangi Irene. Sebuah tong besar yang berisikan kayu api sudah dipersiapkan oleh anak buah tuan Aska.
"Mulai jalankan rencananya. ucap tuan Aska memerintahkan anak buahnya.
"Baik tuan." sahut para anak buahnya
__ADS_1
Tuan Aska melangkah mundur berbalik melihat tong dan tiang besi yang menjulang tinggi dan tong sudah berisi kayu api itu.
Api mulai dinyalakan.
Sementara saat ini tubuh Irene sudah digantung dengan tangan terikat, kaki terikat dan mulut yang ditutup. Di atas tong yang berisikan kayu api itu. Merasakan panasnya suhu tubuhnya akibat api yang hidup berkobar di bawah sana.
Perlahan membuka kelopak matanya. Berkeliling melihat sekitarnya. Irene seketika memberontak bergoyang-goyang meminta dilepaskan. Ia bingung bisa tiba-tiba berada di sebuah gedung yang sama sekali ia tidak tahu tempatnya.
Apalagi Irene saat ini kondisinya yang tidak mungkin dapat bisa selamat akibat apa yang mereka lakukan terhadapnya. Tuan Aska hanya bisa melihat kepanikan dan ketakutan di wajah Irene dari tingkat dan raut wajahnya.
Api sudah semakin menyala Irene mengangkat kepalanya ke atas, melihat api sudah mulai membesar. Irene berusaha melepaskan diri dari sana. Tetapi ia tidak bisa melakukannya iya berusaha untuk melepaskan ikatan tangannya yang tergantung, tetapi ia juga tidak bisa
"Apa yang sebenarnya yang mau mereka lakukan. Apa mereka memang benar-benar ingin memanggang ku hidup-hidup di sini? gumam Irene dalam hati merasa ketakutan dan khawatir. Irene tidak mau kalah begitu saja, dia kembali berusaha membuka ikatan tangannya.
Tetapi ia tidak bisa melakukannya ia berteriak minta agar ia dilepaskan dari ikatannya dan api yang ada di bawahnya dipadamkan oleh anggota Tuan Aska. Tetapi tak satupun yang mendengarnya.
Tuan Aska tampak senang dan bahagia melihat Irene yang ketakutan di atas sana.
"Turunkan aku dari sini." teriaknya berputar di tempat menggoyang-goyang agar dirinya terlepas dari ikatan tali di tangannya.
Dia semakin ketakutan melihat api yang ada di bawah kakinya mulai naik.
"Keluarkan aku dari sini!" aku mohon keluarkan aku dari sini!" teriaknya dengan nada memohon
Tuan Aska menikmati ketakutan Irene. senyumannya menggambarkan suasana hatinya sangat bahagia.
Anak buah Tuan Aska berdiri di depan tong yang berisikan kayu api itu, merekam Irene berada di atas terikat dengan api yang berkobar di bawah.
Keringat sudah membasahi tubuh Irene karena hawa panas dari bawah. Irene memohon agar dilepaskan dari sana.
"Aku mohon dilepaskan, aku mohon Irene suaranya semakin terasa berat dia sudah capek berteriak memohon tapi tidak ada yang menggubrisnya sama sekali.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓 sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya baru emak.
__ADS_1
"Gadis Pecal lele jatuh cinta"