
Dan saat ini Nona Irene menginginkan pesta pernikahannya dengan Cornelius, dihadiri oleh Nyonya Brigez dan Tuan Bernando. karena itu merupakan salah satu impian Cornelius dan juga Nona Irene jadi tolong menurut nyonya. ucap Timoty kepada Nyonya Brigez.
Nyonya Brigez menghela nafas panjang. Lalu menatap Timoty dengan tatapan menyelidik. Ia tidak ingin ada penghianat di lingkungan Irene dan juga calon menantunya. Tapi sepertinya Timoty dapat dipercaya. Akhirnya Nyonya Brigez bersedia bertemu dengan Tuan Bernardo, tapi dengan identitas Nyonya Brigez bukan wanita bercadar.
Orang yang selama ini dicari oleh Cornelius menjadi dewa penolong Irene. Ternyata merupakan ibu kandung Irene, yang merupakan mantan seorang perwira polisi. Tetapi hingga saat ini Cornelius sama sekali tidak mengetahuinya.
"Aku akan ikut bersama kalian. Dan aku akan mengungkapkan siapa jati diriku sebenarnya, kepada mereka." ucap Nyonya Brigez sambil melangkah mengikuti Timoty masuk ke dalam mobil hitam, yang dikendarai oleh anak buah Timoty.
Nyonya Brigez duduk di bangku penumpang, bersama dengan Timoty. Sementara anak buahnya duduk di bagian depan, menyetir dan satunya duduk di samping kemudi. Mobil yang lainnya ditumpangi oleh anak buah Timothy yang lainnya. Mereka Langsung meninggalkan lokasi itu.
Sebelumnya Timoty mengucapkan terima kasih kepada wanita yang memberikan informasi tentang Nyonya Brigez kepada Timothy. Padahal sebelumnya Nyonya Brigez yang mengizinkan kepada wanita itu, untuk memberitahu identitasnya yang sebenarnya. Karena ia sudah mengetahui kalau Tuan Thomson sudah mati di dalam pertempuran Beberapa bulan yang lalu.
Setelah melakukan perjalanan sekitar dua jam kemudian, akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Timoty dan nyonya Brigez tiba di rumah sakit, milik dokter Aliando. Dengan langkah anggun Nyonya Brigez masuk ke rumah sakit itu. Tak ada seorangpun yang tahu siapa sosoknya Brigez yang sebenarnya.
Bahkan suaminya Tuan Bernardo juga tidak mengetahui kalau wanita bercadar yang selalu berusaha menyelamatkan Irene, dari kawanan penjahat adalah istrinya sendiri. Nyonya Brigez Dan Timothy berjalan di lorong rumah sakit.
__ADS_1
Setelah berada di ruang rawat inap Tuan Bernardo, Nyonya Brigez menatap Tuan Bernardo yang masih berbaring di atas Branker yang disediakan oleh pihak rumah sakit. Yang mana di tubuh Tuan Bernando, masih terpasang jarum infus yang tertancap di punggung tangannya. Dan beberapa selang yang terpasang di tubuhnya.
Membuat Nyonya Brigez merasa tidak tega menatap suaminya terluka, seperti itu langsung berlari memeluk Tuan Aku sangat merindukanmu." ucap Nyonya Brigez sambil menangis sesungguhkan.
Mata Tuan Bernando menatap Nyonya Brigez dengan tatapan penuh cinta. sementara Irene dan Cornelius terpelongok melihat kehadiran Nyonya Brigez di sana. Mereka menatap Timoty dengan tatapan penuh tanya. Tapi sepertinya Irene mengesampingkan itu semua.
Ia memilih untuk langsung memeluknya, karena dia sangat merindukan ibu yang suda melahirkannya ke muka bumi ini.
" Ibu Kau dari mana saja? aku sangat merindukanmu." tangis Irene dipelukan Nyonya Brigez. Nyonya Brigez membalas pelukan Irene, lalu mengelus pundak irene dengan seksama.
"Maafkan Ibu, harus meninggalkan kalian. Ibu meninggalkan kalian. Agar kalian selamat dari orang-orang yang berniat jahat kepada Ayah kamu dan kepada ayahnya Cornelius." ucap Nyonya Brigez yang mampu membuat Irene terhenyak.
"Nyonya Brigez menganggukkan kepalanya.
Tuan Bernando mengembangkan senyumnya. menatap Nyonya Brigez dengan tatapan penuh kerinduan. Karena sudah beberapa bulan belakangan ini, nyonya Brigez tidak bertemu dengan Tuan Bernando.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin aku tidak merindukan kalian semua. Aku pasti sangat merindukan kalian, Sebenarnya aku tidak jauh dari kalian selama ini. ucap Nyonya Brigez sambil menggunakan cadar yang ia gunakan selama ini, saat menyelamatkan putrinya Irene, dan Tuan Bernando dari orang-orang yang berniat jahat kepada Irene dan Tuan Bernando, Begitu juga dengan Cornelius.
Irene terhenyak Ternyata wanita bercadar yang menyelamatkan dirinya merupakan ibu kandungnya sendiri. "Jadi selama ini yang menyelamatkan Irene dari orang-orang yang ingin mencelakai Irene adalah ibu?" tanya Irene."
Nyonya Brigez menganggukkan kepalanya. Ia Pun memberitahu hal yang sebenarnya, kalau dirinya merupakan salah satu perwira polisi yang keluar dari kesatuannya. Karena atasan tidak pernah sejalan dengannya.
Karena atasan lebih mementingkan keuntungan sendiri, daripada memikirkan keselamatan masyarakat lainnya. Hubungan antara atasannya dengan kawanan mafia, membuat dirinya tidak dapat berkutik.Ia tidak bisa memberantas mafia ilegal menghalalkan segala cara untuk meraup keuntungan yang begitu besar.
Apalagi dengan kejadian yang menimpa keluarga Cornelius, mati di tangan adik kandung ayah dari Cornelius sendiri. Dan juga petugas Kepolisian yang merupakan rekan kerja Nyonya Brigez sendiri. Hal itu yang membuat Nyonya Brigez bertekad untuk keluar dari dinas Kepolisian.
Irene kembali memeluk Nyonya Brigez, karena dirinya benar-benar sangat merindukan Nyonya Brigez dan juga merasa wanita yang ada di hadapannya menjadi dewa penolongnya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya emak