
Sudahlah, aku tidak mau memikirkan masalah kecil seperti itu. Hubungan kita sudah baik, aku tidak mau pertengkaran kecil seperti ini membuat kita jauh nantinya. Aku Overprotektif seperti ini, karena keadaan darurat. Aku cuman tak ingin kau terluka, itu saja."
"Iya, aku minta maaf. Aku salah
tidak perlu minta maaf. Kau tak salah
Cornelius berdiri dari kursinya pergi kembali ke kamar meninggalkan. Irene menarik kursi, lalu duduk menopang dagunya memikirkan betapa keras kepalanya dia.
"Aku seharusnya tidak bersikap seperti itu tadi." ucapnya menarik nafas panjang. Waktu berlalu begitu cepat. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 siang, semua orang yang berada di rumah itu merasa begitu bosan. Tuan Bernando hanya bisa duduk di sofa sambil menghisap rokok Menatap layar televisi.
Sedangkan Timoty berdiri di depan jendela memperhatikan orang-orang, dan anak buahnya menggunakan teropong sejak tadi pagi. Di dalam kamar Irene, Cornelius tampak sedang tidur siang.
Sedangkan Irene sedang berada di dapur, menuang jus jeruk dingin kemasan ke dalam dua gelas kaca tinggi yang ada di atas nampan.
Dia mengembalikan jus jeruk itu ke dalam kulkas, lalu membawa nampan itu pergi ke ruang tengah.
"Cuaca hari ini sangat panas ya." ucap Irene berjalan ke sofa. Tuan Bernando berbalik melihat ke arah putrinya dengan Timoty yang ikut berbaring secara bersamaan.
"Wah kau tahu saja kita butuh yang segar-seger." ucap Timoty berjalan pergi ke tempat duduk di sana.
Dengan senyum manis Irene meletakkan gelas itu di atas meja. lalu duduk di samping ayahnya.
"Aku paham lah, kalau suasana panas seperti ini enaknya minum yang dingin-dingin dan segar. Kebetulan jus jeruk yang aku beli masih ada di dalam kulkas.
Karena ini sudah waktunya makan siang, aku mau keluar sebentar untuk beli makan. Di kulkas dan penyimpanan makan sudah habis." ucap Irene meminta izin untuk keluar.
"Tidak usah, nanti aku suruh orang yang membelinya." ucap Timoty sambil mengambil jus jeruk.
Nanti Cornelius tahu kau keluar, malah aku yang kena sasaran amarahnya."sambungnya
"Iya, juga."
Anak itu masih tidur?" tanya Tuan Bernando sambil meminum jus jeruknya.
"Ia, tadi aku lihat dia masih tertidur pulas. Mungkin obat yang diberikan dokter Aliando ada efek sampingnya untuk membuat Cornelius tertidur pulas seperti itu.
Bisa jadi karena Tuan Cornelius jarang-jarang tidur siang." ucap Timoty
"Sudah, Biarkan saja dia istirahat." ucap Bernando
"Jadi kau mau memasak atau pesan makanan cepat saji?" tanya Timoty
"Masak aja deh, Cornelius lagi sakit nggak boleh makan sembarangan.
"Kalau begitu, aku tuliskan dulu bahan-bahan kalian perlu beli nantinya." ucapnya berdiri dari sofa berbalik Pergi mengambil selembar kertas dan juga pulpen.
Sambil menunggu Irene kembali dengan catatan belanjaan, Timoty tampak menikmati minuman segarnya sampai habis.
Irene kembali membawa selembar kertas putih memberikannya kepada Timothy,
tolong ya." ucap Irene
"Ini saja,"
Iya, nanti kalau bisa minta tolong belikan juga bubuk deterjen. Tadi aku cuci pakaian ternyata sabunnya habis.
"Siap Ibu Bos," ucap Timoty sambil menarik senyuman lebar lalu berbalik pergi.
Irene pun kembali ke dapur, lalu kembali membawa kantong sampah hitam di tangan kirinya, melewati ayahnya yang sedang menghisap rokoknya.
__ADS_1
"Kau mau ke mana lagi?" tanya Tuan Bernando dengan tatapan mata serius sambil menghisap rokok.
"Buang sampah Ayah, di depan." ucapnya sambil menghentikan langkahnya. Tuan Bernando berdiri pergi menghampiri Irene
"Biar ayah saja.
"Ngak usah ayah, Biar aku saja."
Tuan Bernardo langsung mengambil kantong sampah itu dari tangan Irene
"Kau di sini saja. Jangan sampai Cornelius bangun dan duduk sesuatu." ucapnya sambil berjalan pergi
Irene pergi duduk di sofa menarik nafas panjang.
"Kalau begini, Aku juga merasa bosan.
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka. Irene Tiba-tiba pergi ke depan.
"Ayah kenapa kembali lagi, apa dia lupa sesuatu?" ucap Irene sambil berjalan.
"Saat sampai di depan, dia malah lihat pintu terbuka. Tapi tak ada satu orang pun.
"Aneh Ayah, di mana kok nggak ada orang? ucapnya sambil mengeluarkan kepalanya menengok kiri dan ke kanan memastikan.
"Tidak ada."
Saat dia menurunkan pandangannya ke bawah, Dia melihat ada sebuah benda bentuk tabung kecil berwarna hijau dan hitam, di depan pintu. Irene membungkuk memungut benda itu. "Perasaan di kantong sampah tadi, tidak ada benda seperti ini." ucapnya bingung.
Irene memutar benda itu, melihat dengan teliti. Saat dia membalikkan tangannya, refleks menjatuhkan benda itu ke lantai.
Irene kaget melihat. Ternyata ada jam waktu yang berjalan.
Huck...
Huck...
Huck...
Tenggorokannya terasa sakit. Dan mata mulai berair, karena asap itu. Sampai tubuhnya pun pernah berbaring di lantai. Dadanya terasa sesak dengan mata merah yang berair
Huck....
Huck...
Huck...
Terus batuk-batuk, sampai rasanya tenggorokan sangat kering dan sulit untuk bernapas.
Air matanya mulai keluar dari ujung matanya, menetes ke lantai.
Tangan Irene mulai memukul lantai minta pertolongan. Ia ingin teriak tapi suaranya tidak bisa keluar.
Dia terus memukul lantai.
"Cornelius.....!!!!! ucapnya dengan nada suara yang putus-putus, bersamaan kedua matanya yang perlahan tertutup.
Irene jatuh pingsan. Saat itu juga seorang pria yang mengenakan baju serba hitam, muncul dari samping pintu. Berdiri menatap Irene mengenakan masker gas.
Saat asap itu sudah menghilang, pria itu melepaskan maskernya dan membuangnya ke lantai tepat di depan pintu kamar. Pria itu membungkuk menggendong Irene di atas pundaknya membawa Irene pergi.
__ADS_1
Terlihat pria mengenakan pakaian serba hitam tengah berjalan dengan tegak membawa Irene pingsan di atas pundaknya.
Rambut panjang Ireng terurai jatuh sampai ke bawah. Pria itu memperlihatkan bagian belakang tulang leher putihnya.
Pria berjalan dengan santai di lorong gang melewati anak-anak buah Cornelius, yang tampak berbaring tak sadarkan diri di lantai. Bahkan Tuan Bernardo yang seharusnya pergi membuang sampah, ternyata termasuk sama seperti anak buah Cornelius.
Setiap langkahnya di kanan kiri ada anak buah Cornelius yang terkapar di setiap gang. Mata pria itu fokus menatap tajam ke depan dengan senyuman sumringah muncul. "Terlalu mudah bagiku, menerobos keamananmu saat kau sedang berbaring tak berdaya, dan anak buahmu terlalu fokus hanya menunggu tuan Thomson. Ucap pria itu sambil menarik kulit wajahnya yang ternyata pria itu mengenakan topeng silikon kakek tua.
Wajah dibalik orang itu ternyata adalah anak buah Tuan Jason. Pria itu tersenyum lebar sambil membuang topi itu ke lantai. Langkahnya semakin cepat pergi masuk ke dalam mobil miliknya. Lagi-lagi pria itu tersenyum. "Tuan Jason menunggumu menjemput wanita kesayanganmu ini."
Anak buah Cornelius yang ada di bagian belakang rumah kost itu, masih tidak sadar ternyata sudah ada musuh yang masuk ke dalam dengan melumpuhkan teman-teman yang lain. Di saat mereka semua fokus berkeliling, sebuah helikopter hitam muncul dari seberang gedung yang berada di depan yang tidak jauh dari sana.
Karena jaraknya, tidak terlalu jauh. Suara helikopter yang terbang di atas gedung terdengar oleh anak buah Cornelius. Mereka semua mengangkat wajahnya ke atas, menatap langit dengan ekspresi terkejut bingung ada helikopter yang terbang.
Mereka semua merasa ada sesuatu yang janggal, sampai helikopter itu berhenti di tengah-tengah atas gedung di dekat rumah kost Irene.
Mereka semua sontak langsung lari masuk ke dalam rumah kost yang ditempati Irene selama ini.
"Sial,!!!! kita kecolongan." ucap salah satu anak buah Cornelius yang berlari masuk ke dalam. Hentakan sepatu mereka yang berlari masuk bersama di dalam gedung itu.
Anak buah Cornelis berlari masuk menggunakan anak tangga. Mereka semua terlihat panik, lari dengan cepat menaiki anak tangga. Sampai di depan pintu, saat mereka membuka pintu mata mereka disuguhkan dengan pemandangan teman-temannya yang sudah terkapar Di lantai.
"Sial!!! mereka semua lari masuk ke dalam pergi ke kamar kost Irene melewati semua teman mereka dan Tuan Bernardo yang masih pingsan di jalan. Suara Gempuran sepatu mereka yang berlari masuk ke dalam bersamaan, membuat tempat tidur Cornelius bergetar sampai Cornelius terbangun dari tidurnya dengan kondisi kaget.
Cornelius langsung turun dari ranjangnya. Pergi keluar kamar Irene.
Dia berdiri di depan pintu. Melihat anak buahnya, tampak berlalu lalang ke sana, kemarin seperti mencari sesuatu.
"Ada apa ini, kenapa kalian semua ada di sini?" ucapnya dengan nada suara marah.
semua anak buahnya berhenti berlari.
"Tuan sepertinya musuh sudah berhasil menerobos masuk. Karena anak buah yang berada di bagian depan, dan di depan kamar ini, sudah terkapar setiap lorong termasuk tuan Bernando." ucapnya dengan nada suara takut.
Mendengarkan itu, Cornelius langsung berbalik masuk ke dalam kamar berteriak Memanggil nama Irene
"Irene.....!!!! mencarinya, teriaknya panik. Saat dia berteriak di dalam kamar,
dari jendela kamar Irene, helikopter yang dilihat oleh anak buah Cornelius perlahan turun, tak jauh dari di depan pintu. helikopternya tampak anak buah Tuan Jason berdiri dan satu tangan yang berpegangan di bagian atas pintu.
Angin yang menerpa tubuhnya, membuat jas panjang yang dikenakannya berterbangan dengan rambutnya yang ikut berterbangan. Anak buah Tuan Jason menarik tersenyum sambil memberikan salam hormat dengan tangan kirinya
Anak buah Tuan Jason terlihat bahagia. melihat tatapan mata Cornelius menunjukkan kemarahan, di mana helikopter itu. Berbalik terbang dengan cepat menjauh dari gedung itu.
Cornelius tampak berdiri tegak di tempatnya. dengan kedua tangan yang di kepala sampai memperlihatkan urat-urat menonjol keluar. Cornelius berbalik menghampiri anak buahnya dengan wajah datar. Tapi dengan tatapan mata yang tajam.
"Apa yang kalian lakukan di luar sana?"
anak buah Cornelius terdiam kaku.
"Jawab!!!! teriaknya marah melotot
"Kami menjaga tempat ini. Tapi belum selesai anak buahnya menyelesaikan kalimatnya, tangan yang berurat mencekik leher anak buahnya, sampai tubuh anak buahnya mundur ke belakang, dan bersandar ke tembok akibat dorongan tangan Cornelius.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1