Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 82. DUKA MASA LALU_GKMBM


__ADS_3

Irene melangkah pergi meninggalkan meja makan. Irene pergi keluar ke halaman dapat melihat halaman hijau yang luas terbentang jauh dari sana ada kolam air mancur. Irene melangkahkan kakinya keluar dari pintu turun ke jalan yang terbuat dari paving block.


Ia berjalan sambil menghirup udara segar melewati para anak buah Cornelius yang berdiri tegak berjaga di sana sambil dilengkapi dengan senjata yang ada di tubuh mereka.


Irene berjalan pergi sampai tidak sadar dia berada di halaman belakang."rumah sebesar ini ternyata memiliki halaman yang begitu luas." gumamnya dalam hati. Aku tidak menyangka lelaki sekejam Cornelius memiliki taman indah ini. Irene membatin.


Tiba-tiba saja netranya dibuat terpana melihat kebun bunga mawar yang begitu indah. dia tidak menyangka lelaki seperti Cornelius menyukai taman bunga yang indah, memiliki kebun bunga yang sangat luas. Irene berlari untuk menikmati indahnya bunga-bunga yang mekar berada di taman itu.


Irene mendorong gerbang besi berwarna hitam, melangkahkan kakinya masuk ke sana mengikuti Jalan setapak menyusuri setiap jalan yang di kedua sisinya ada bunga mawar putih dan juga mawar merah. Di samping bunga mawar, ada juga bunga anggrek dan juga bunga kamboja yang membuat taman itu semakin indah.


kedua tangan irian menyentuh setiap kelopak bunga yang dilewatinya sembari dengan senyuman lebar melihat bunga-bunga segar di pagi hari. Hatinya yang tadinya diselimuti dengan rasa amarah seketika redup dengan kebahagiaan melihat bunga-bunga indah di depan mata Irene.


belum usai dia dibuat terpana dengan bunga-bunga yang indah, dia kembali dibuat terpanas melihat sebuah gazebo terbuat dari kayu yang didesain sedemikian rupa membuat gazebo itu semakin indah dan dapat menikmati pemandangan taman yang indah di sana.


Irene mengikuti Jalan setapak itu sampai di depan gazebo, Irene melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Dia berdiri di depan meja kaca tangannya perlahan mengambil sebuah bunga pas yang berada di atas meja dan beberapa tangkai bunga mawar yang sudah layu sampai mengering menjadi kehitaman.


Irene merasa heran begitu banyak bunga-bunga terbentang luas di sana berbagai macam bunga tersedia di sana tetapi Mengapa bunga yang ada di pasar itu tidak diganti.


"Nona"


Suara seorang wanita itu membuat Irene kaget. berbalik ke belakang melihat seorang wanita berdiri di luar Gazebo menatap ke arah Irene. wanita paruh baya yang memakai baju pelayan di kedua tangan memakai sarung tangan dan di tangan kirinya ada gunting tanaman.


Itu menandakan wanita paruh baya itu yang terus merawat bunga dan tanaman yang ada di sana. Irene berjalan dengan terburu-buru keluar dari gazebo itu.


"Maaf aku, tidak sengaja melewati tempat ini. Aku akan segera pergi dari sini."ucapnya berbalik pergi.

__ADS_1


"Tunggu nona.


"Nona tidak perlu pergi, tempat ini terbuka untuk Nona."ucap wanita paruh baya itu dengan ramah sambil mengembangkan senyumnya menatap Irene dengan tatapan seksama.


"Nona bisa berjalan-jalan sesuka Nona di sini Jika Nona mau. di sebelah sana ada bunga yang lagi mekar dan indah Nona bisa menikmati indahnya bunga yang ada di Sini, beserta pepohonan buah yang tersedia di sini. ucap wanita paruh baya itu sambil menunjukkan arah bunga yang lagi indah mekar di sisi kiri.


"Benarkah aku dapat menikmati pemandangan indah di taman ini? tanya Irene seolah tidak percaya akan apa yang diucapkan oleh wanita perubahan yaitu.


"Tentu saja Nona."


wajah Irene kembali senang mendengar wanita paruh baya itu mengizinkannya menikmati pemandangan yang indah di taman yang terbentang luas di sana.


"Nona tadi bertanya kenapa bunga mawar itu tidak diganti dari Vas nya?


"Tidak apa-apa nona, Nona ingin mendengar cerita di balik bunga yang mengering itu?


"Memangnya ada cerita di baliknya? tanya irene penasaran.


"Tentu saja ada nona."


"dulunya bunga yang ada di dalamnya bukanlah bunga yang melainkan bunga mawar merah dan mawar putih. semua itu terjadi sekitar 15 tahun yang lalu saat Tuan Cornelius masih berusia 12 tahun, kebahagiaan terbesar dimilikinya adalah sosok seorang wanita cantik yang selalu berada di sisinya 24 jam. dia adalah ibu kandung dari Tuan Cornelius.


taman bunga ini merupakan taman yang dirawat oleh nyonya besar dan menjadi tempat favoritnya bersama Tuan besar. taman ini menjadi saksi di suku kebahagiaan seorang anak yang selalu bermain bersama ibunya.


Setiap pagi nyonya besar akan datang ke sini bersama putranya untuk memetik bunga mawar merah dan bunga mawar putih dan memasukkannya ke dalam vas itu. Aktivitas itu selalu dilakukan nyonya besar setiap hari Sampai suatu hari tragedi terjadi menimpa keluarga ini.

__ADS_1


Kebahagiaan Tuan Cornelius Pun menghilang dengan sekejap. Nyonya besar dan tuan besar meninggal dunia.


"Meninggal karena apa?


"Tuan besar merupakan salah satu komisaris kepolisian yang ada di negara. Tuan besar sedang menangani kasus besar mafia yang menggerogoti negara ini, yang ternyata pihak mafia itu bekerja sama dengan dinas kepolisian atasan Tuan besar.


Hingga Mereka pun merencanakan membunuh tuan besar dan nyonya besar, agar kasus yang sedang terjadi tidak terungkap. Karena Tuan besar sudah memiliki bukti-bukti yang kuat untuk menjebloskan berbagai pihak ke dalam penjara. Kejadian itu dilihat oleh Tuan Cornelius dengan mata kepalanya sendiri.


Sebelum nyonya besar dibunuh, nyonya besar terlebih dahulu diperkosa oleh sekelompok mafia itu. Lalu setelah mereka menggilir tubuh nyonya besar, Mereka membunuh nyonya besar secara tragis dihadapan mata kepala Tuan Cornelius sendiri.


Hal itulah yang membuat Tuan Cornelius, tumbuh menjadi pria yang sangat kejam. setelah bergabung dengan kelompok mafia besar yang dipimpin oleh pamannya sendiri ayah kandung dari Tuan dokter Aliando. dari sanalah dirinya dapat didikan yang cukup keras, hingga semua orang menakuti Tuan Cornelius dan memimpin satu kelompok mafia yang paling disegani di dunia ini." bunga itu mengering hingga saat ini masih berada di sana, karena itu salah satu kenangan manis Tuan Cornelius bersama Nyonya besar.


Tuan Cornelius tidak memperbolehkan siapapun mengganti bunga yang ada di Vas itu. Tak ada seorangpun yang bisa menyentuhnya, hanya Nona seorang yang baru menyentuh bunga itu semenjak 15 tahun yang lalu."ucap pelayan itu kepada Irene.


mendengar cerita dari pelayan itu membuat hati Iran tiba-tiba merasakan kesedihan yang sangat luar biasa. Air bening mengalir begitu deras di wajah cantik irene membayangkan betapa sedihnya Cornelius saat itu.


Tuan Cornelius karena seperti salah satu penyebabnya karena sosok kedua orang tuanya sudah hilang dari dirinya. Tapi sejak dia bertemu dengan Nona, perubahan sikap yang dialami Tuan Cornelius hari demi hari terlihat jelas dan itu dapat kami rasakan.


Aku berharap Nona bisa menjadi tempat Tuan untuk bercerita masalahnya yang selalu ia pendam seorang diri. "Aku tidak pernah menyangka dia juga punya pengalaman hidup yang begitu menyedihkan. aku sampai tidak habis pikir Bagaimana dulu kah yang dialami saat itu."


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


__ADS_2