
Sementara di tempat lain, terlihat Irene duduk di kursi kerjanya. Meletakkan tas sandang miliknya dengan ekspresi wajah yang sangat kesal, mengingat dirinya baru saja terpaksa mencium Cornelius agar Cornelius tidak ngotot menghantarkan Irene ke dalam kantor tempat Irene bekerja.
"Kalau bukan karena aku buru-buru, dan takut terlambat Aku tidak akan pernah mau mengecup pria brengsek itu."
"Semoga saja tidak ada yang melihatnya."keluhnya sembari membuka file-file yang bertumpuk di atas mejanya.
Tiba-tiba ketiga sahabatnya datang menghampiri dirinya Raihan, Ricardo, dan Rina. Keempat sahabat ini memang begitu dekat. Tidak ada yang menandingi kedekatan persahabatan mereka.
"Irene akhirnya kau datang juga ke kantor."kamu pikir, kami sangat merindukanmu. Dari mana saja kamu beberapa hari ini tidak masuk ke kantor? tanya Raihan, Ricardo, dan Rina kompak senang melihat Irene sudah berada kembali di kantor.
Irene bangkit dari tempat duduknya,lalu memeluk ketiga sahabatnya untuk melepas rindu. Keempat sahabat itu pun akhirnya berpelukan seperti Teletubbies.
"Aku juga sangat merindukan kalian bertiga. beberapa hari saja tidak bertemu dengan kalian rasanya hampa.
"Iya kita juga sangat merindukan kamu, Irene! keempat sahabat itu melepaskan pelukannya bersamaan.
"Bagaimana kalau kita buat acara untuk merayakan kembalinya kamu ke kantor sekalian kita berkumpul bersama, sudah lama juga kita tidak makan bareng-bareng." Rina berkomentar dan memberikan ide kepada ketiga temannya.
"Ide yang bagus!" Reihan menjitakkan kedua jarinya ke atas udara hingga menimbulkan suara.
"Iya aku setuju!"
"Baguslah, kalau begitu kita buat acara di kamar kos kamu saja Irene." Irene sontak menggelengkan kepalanya, pertanda Irene menolak usulan dari ketiga sahabatnya.
"Jangan di rumah kosku,
"Kenapa?" Raihan, Ricard,o dan Rina terhenyak tiba-tiba saja Irene menolak acara mereka diadakan di rumah kost yang selama ini ditempati oleh Irene. Padahal selama ini biasanya mereka berempat melakukan acara di rumah kost Irene, tanpa ada niatan menolak sama sekali.
"Tidak apa-apa, tapi kalian tidak bosan selalu mengadakan acara di tempatku? Bagaimana kalau kita mencari tempat lain saja."
"Aku tidak mungkin membawa mereka ke kamar kosku lagi. Apalagi pria itu tinggal di sana. Apa kata mereka nanti."Irene bermonolog sendiri merasa cemas jika ketiga sahabatnya mengetahui kalau Irene tinggal bersama seorang pria bernama Cornelius.
"Iya, tapi lebih bagus kalau kita juga membuat suasana yang berbeda itu akan membuat suasana hati kita lebih fresh."
"Baiklah, Bagaimana kalau kita buat acara di tempat pamanku saja."
__ADS_1
"Kebetulan pamanku menyuruhku untuk tinggal di sana sementara waktu, sampai mereka selesai berlibur di luar kota."sambung Rina.
"Iya sepertinya ide yang bagus."
"Kita bisa mulai belanja setelah pulang kantor."Ricardo mengusulkan kalau mereka belanja setelah pulang dari kantor menyelesaikan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai karyawan-karyawati di perusahaan advertising tempat mereka selama ini mengais rezeki.
"Setuju,"ucap mereka kompak. Setelah mereka merencanakan acara tersebut mereka kembali ke meja mereka masing-masing untuk melakukan tugas dan tanggung jawab mereka masing-masing.
Saat Irene sibuk memperhatikan file-file yang ada di atas mejanya, Aris mantan kekasihnya itu datang ke meja kerjanya.
"Wah hebat sekali sekarang kau sudah punya pacar baru ya."ucap Aris yang tiba-tiba berdiri di sisi ciri kursi Irene.
Tangan Irene yang sibuk membuka lembaran file seketika berhenti, ia menoleh dengan tatapan datar."Kalau iya Memangnya kenapa Itu bukan urusan kamu!"tegasnya.
"Perempuan sialan, kita belum putus tapi kau sudah punya pacar baru."
Irene seketika naik pitam mendengar Aris menyebutnya perempuan sialan, Dia bangkit berdiri mengangkat jari di depan wajah Aris, karena dirinya sudah sangat dilanda emosi mendengar ucapan Aris.
"Apa?
"Kau menyebutku perempuan sialan? kau pria tidak tahu malu. Sudah berselingkuh dan masih berharap hubungan Kita masih seperti dulu? tentu tidak, aku dan kau sudah putus Sejak Kau mengusirku dari kamar kost mu.
"Aku punya pacar baru atau tidak, Itu bukan urusanmu.,x sambung Irene. Aris menggenggam tangan Irene dengan kasar."Kau masih pacarku Aku tidak pernah bilang kita putus.
Plak......
Tamparan keras dilayangkan oleh Irene mendarat di pipi kanan Aris."Apa kau sudah gila, kau sudah selingkuh di depan mata kepalaku sendiri, Jangan harap aku masih mau denganmu menjijikan."teriak Irene dengan nada emosi.
Rina, Reihan, dan Ricardo yang melihat pertengkaran Irene dan Aris langsung menghampiri mereka.
Rina mendorong tubuh Aris menjauh dari Irene.
"Dasar pria tidak tahu malu, kau masih berani muncul di depan Irene. "Apa urat malumu sudah putus? dasar pria sampah, seharusnya pria sepertimu enyah dari muka bumi ini. Pekiknya kesal melihat Aris yang tidak tahu malu masih mengemis cinta pada Irene Setelah dia berani berselingkuh dengan sahabat Irene sendiri.
"Kau jangan ikut campur, aku bicara pada pacarku."teriak Aris tidak terima kalau Rina Raihan dan Ricardo ikut campur dalam urusan antara Aris dengan Irene.
__ADS_1
Semua para karyawan mulai bangkit dari kursi kerja Mereka melihat pertengkaran itu.
Rina tertawa sampai mengeluarkan air matanya.
"Apa kau sudah kehilangan akal sehatmu, kau bilang Irene pacarmu? terus Maya mau ke kamu apain? dasar pria tidak tahu malu Irene sudah tidak menganggap kamu pacarnya. Tolong korek kuping kamu itu. biar kau bisa mendengar dengan jelas kalau Irene sudah memutuskan hubungan denganmu dasar pria tidak tahu malu."Teriak Rina memaki-maki Aris di depan banyak orang.
Aris yang merasa dipermalukan dengan kata-kata Rina, berniat menamparnya tapi tamparan kedua melayang di wajahnya
plak....
"Jangan coba-coba menyakiti sahabatku, atau kau akan menyesal."teriak Irene marah mengangkat jari telunjuknya di depan wajah Aris yang marah.
"Ada apa ini kenapa pagi-pagi sudah ada keributan di kantor."ucap pria yang baru saja datang. Pria itu bukan lain adalah Bos mereka, semua karyawan buru-buru duduk kecuali Irene. Rina, Raihan, Ricardo dan juga Aris masih setia berdiri di sana.
"Kalian semua ke ruanganku sekarang juga."perintah pria itu lalu pergi masuk ke dalam ruang kerjanya.
Perdebatan panjang mereka dihentikan dengan saling menatap sinis. Apalagi dengan Rina yang masih merasa kesal menatap Aris dengan tatapan tajam. Apalagi semenjak Rina mengetahui kalau Aris berselingkuh dengan Maya teman mereka sendiri ketika masih duduk di bangku SMA.
Sebelum Rina,Irene Raihan, Ricardo pergi ke ruangan bosnya. Rina mengeluarkan ancaman untuk Aris."berani kau mengganggu Irene!" kau akan berhadapan langsung dengan kami!"
"Apa-apaan kalian ini, pagi-pagi sudah membuat keributan di kantor. Suara bariton terdengar jelas di telinga kelima orang yang terlibat pertengkaran itu. Kemarahan Bos mereka menggema di ruangan itu. Mereka berlima tampak menundukkan kepalanya mendapatkan omelan dari bosnya. Tak ada seorangpun yang berani membela diri di depan bosnya.
"Kalau kalian berlima punya masalah selesaikan di luar jam kantor. Jangan bawa-bawa masalah pribadi ke sini. paham kalian!
Bukk....
Pria itu memukul mejanya memperingati mereka berlima untuk tidak membuat keributan di saat jam kantor.
"Kalau kalian masih melakukan ini lagi ke depannya, siap-siap kalian angkat kaki dari perusahaanku mengerti!"teriak-teriak pria itu di hadapan mereka berlima.
"Iya Bos, kami semua minta maaf." ucap Irene mewakili teman-temannya.
"Kalian semua kembali bekerja."
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓