
"Letakkan di sana!' ucap Cornelius datar menunjukkan Rak yang ada di sampingnya. dia menyingkir dari sana, membiarkan wanita itu lewat sesuai dengan perkataan Cornelius. wanita itu meletakkan bubur dan sop yang masih hangat di atas rak. Di samping branker dan satu piring yang berisikan buah-buah segar, yang dikirim oleh dokter Aliando untuk Irene. Setelah selesai wanita itu langsung pergi.
Cornelius membuka plastik bening yang menutupi atas piring bubur.
"Ayo makan dulu. Kau harus minum obat
"Aku tidak lapar
"lapar,Tidak lapar kau harus tetap makan tegasnya.
Irene berbalik marah menatap Cornelius. "Aku bilang tidak mau! apa kau tuli? ucapnya dengan nada suara yang tinggi.
Kalau kau tidak makan, Bagaimana kau bisa cepat sembuh. Aku tidak akan membiarkanmu keluar dari sini sampai kau dinyatakan sudah pulih total.
"Jangan anggap perkataanku omong kosong belaka. Kau tahu bagaimana aku bertindak kan?
"Baiklah! Irene mengambil posisi duduk dengan wajah cemberutnya terpaksa mengikuti perkataan Cornelius. Daripada dia semakin lama tinggal di rumah sakit otomatis dia juga akan semakin lama pulang ke kamar kosnya.
Cornelius duduk di pinggir kasur menyuapi Irene sedikit demi sedikit sampai bibir itu habis.
lalu dia meletakkan piring itu kembali mengambil gelas yang berisikan air putih untuk Irene minum. "Ayo minum lah.
Irene menatap Cornelius dengan sinis mengambil gelas itu.
Cornelius pun mengambil obat-obat yang akan diminum Irene dia memberikannya ke telapak tangan Irene.
Irene diam menuruti perkataannya ia tersenyum sambil mengusap kepala Irene "Gadis kecilku yang pintar."
Irene menepis tangan Cornelius dari kepalanya.
"Jangan pegang-pegang!" bentaknya.
Cornelius tersenyum walaupun mendapat bentakan dari Irene. Membuat Irene termenung dia masih tersenyum aku pikir dia akan mencekik Ku lagi. Seperti malam itu batinnya
Sekarang kau istirahatlah Cornelius bangkit pergi keluar. Karena dia harus menelepon Timothy menanyakan kabar tentang pencarian pria yang mengirimkan video itu.
Cornelius menutup pintu bersama mengeluarkan ponselnya dari kantong celana.
Kring....
Kring....
Kring....
Suara deringan ponsel milik Timothy terdengar jelas di telinganya. Tampak di dalam mobil timothy duduk di kursi depan dengan anak buahnya yang menyetir mobil. dan tiga anak buahnya yang duduk di belakang
Timothy mengeluarkan ponselnya dari dalam jas, saat melihat panggilan itu dari Cornelius timothy buru-buru mengangkatnya.
"Hallo tuan
"Bagaimana dengan pria itu? apa kalian sudah menemukannya
"Belum Tuan, tapi aku sudah mendapatkan informasi mengenai pria itu. Pria itu bernama Fairuz dia salah satu anak buah Tuan Aska sekarang kami dalam perjalanan menuju ke rumah pria itu.
"Tangkap dia, hidup-hidup. aku sendiri yang akan menghukumnya.
__ADS_1
"Baik Tuan! timothy mematikan sambungan telepon selulernya.
wajah Cornelis tampak sangat marah mengetahui pria yang menculik Irene adalah anak buah Tuan Aska.
"Aku tidak akan mengampuninya." ucapnya mengetahui kedua tangannya sampai memperlihatkan urat-urat tangannya yang menonjol keluar
Timothy dan anak buahnya sampai di sebuah kompleks perumahan. Mobil mereka berhenti di sebuah rumah sederhana itu.
Timothy dan anak buahnya keluar dari mobil masuk ke dalam pekarangan rumah itu. mereka semua mengelilingi rumah sederhana itu.Timothy yang berdiri di depan pintu mengetuknya dengan keras
Tok tok tok suara ketukan pintu.
Tidak ada jawaban sama sekali. Karena itu tampak seperti tidak ada penghuninya.
anak buahnya yang mengelilingi rumah itu kembali berkumpul dengan Timothy
"Tidak ada tanda-tanda, kalau ada orang di dalam." ucap salah satu anak buah Timothy.
"Sepertinya pria itu sedang tidak ada di rumah
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? tanya salah satu anak buah timothy kepada Timothy.
Seorang wanita mengenakan jaket tebal berwarna hitam membawa kantong kresek belanjaan Di kedua tangannya.
wanita itu tanpa kebingungan melihat beberapa pria ada di depan rumahnya
"Kalian siapa
"Aku teman Fairuz."ucap di timothy agar wanita itu tidak merasa curiga.
"Tolong minggir sebentar. Aku mau membuka pintu." ucapnya menurunkan kantong kresek belanjaannya ke lantai.
Timothy dan anak buahnya mundur selangkah membiarkan wanita itu membuka pintunya. Saat wanita itu mencari kunci di dalam tasnya salah satu anak buahnya mau mengeluarkan pistol. Timothy menghentikannya. Wanita itu membuka pintunya membawa masuk kantong belanjaannya
"Ayo masuk aku akan membuatkan kalian teh hangat,sambil menunggu suamiku pulang." ucap wanita itu berbalik tersenyum
tapi senyuman itu perlahan memudar saat melihat Timothy mengangkat pistol ke arahnya.
Kantong belanjaan sontak lepas dari kedua tangannya jatuh ke lantai. "Siapa Kalian ucapnya gemetar
"Telepon suamimu sekarang. cepat! teriak Timothy marah
wanita itu dengan gemetaran mengambil ponselnya dari dalam tasnya menelpon suaminya.
"Katakan padanya ada orang suruhan Tuan Aska datang mencarinya, paham. Wanita itu mengangguk dengan wajah ketakutan Panggil telepon tersambung
"Halo sayang."
wanita itu terdiam mendengar suara suaminya dengan tangan yang gemetar.
Timothy menatap wanita itu dengan tajam seolah-olah memberitahu wanita itu untuk bicara
"Sayang ada lima pria yang mencarimu mereka anak suruhan Tuan Aska
"Tuan? pria itu sontak kaget
__ADS_1
"Iya cepatlah pulang
"Baiklah, aku pulang sekarang ucapnya mematikan telepon selulernya.
Timothy menarik senyuman miring di bibirnya "Bagus. kalian berdua ikat wanita itu di kursi ucapnya memerintah anak buahnya
mereka menarik wanita itu duduk di kursi sofa mengikatnya dengan tali yang mereka ambil di gudang penyimpanan di rumah itu.
Di perjalanan pulang, pria itu kepikiran Kenapa Tuan Aska mencarinya sampai ke rumah. Apa ada sesuatu hal yang penting sampai menyuruh orang mencariku?
mobil pria itu sampai di depan rumahnya. Dia keluar melihat mobil hitam terparkir di pinggir jalan rumahnya.
Dia langsung buru-buru berjalan ke dalam pekarangan rumahnya mengambil nama istrinya
"Sayang! ucapnya membuka pintu rumahnya
Wajah pria itu seketika tercengang melihat Timothy yang berdiri di belakang kursi menodongkan senjata di samping kepala istrinya."Sial! mereka orang-orang Tuan Cornelius batinnya
pria itu sontak berlari meninggalkan istrinya.
"Kejar dia ! teriak Timothy lari
mereka lari keluar mengejar Fairus yang sudah mencelakai Irene. Pria itu yang sudah berhasil masuk ke dalam mobilnya meninggalkan tempat itu.
Mereka semua buru-buru masuk ke dalam mobil mengejar mobil pria itu.
di perjalanan mobil pria itu melaju dengan kecepatan tinggi yang melewati mobil mobil yang ada di depannya.
Mobil timothy juga tidak mau kalah mereka menginjak pedal gas mobilnya menyelip mobil-mobil lain.
Timothy dan anak buahnya mengeluarkan kepala sambil menembak mobil itu dan mobil mereka menyalip mobil-mobil yang ada di
Dor....Dor.... dor..
Fairus yang ada di dalam mobil sesekali menoleh ke belakang melihat kaca belakang mobilnya sudah dipenuhi dengan bekas peluru.
Untung saja kaca mobilnya dibuat anti peluru untuk mengatasi kejadian seperti ini kalau tidak peluru mereka pasti menembus masuk ke dalam
Tembakan mereka lagi lagi mengenai mobil yang membuat cemas akan tertangkap
dari kejauhan Timothy membidik ban mobil belakang pria itu.
Dor....dor....
ban mobil Fairuz itu pecah
akibatkan mobilnya kehilangan keseimbangan.
Timothy terus menembak ban mobil yang lain hingga mobil pria itu berjalan tidak seimbang dengan percikan api yang muncul dari ban mobil yang terseret di aspal. Kecepatan mobilnya langsung berkurang drastis.
pria itu melompat keluar dari mobilnya.
tubuhnya berguling-guling di aspal. Anak buah Timothy langsung menghentikan mobil mereka. Timothy berlari keluar sambil mengangkat senjata menghampiri pria itu yang tergeletak tak berdaya.
Bersambung....
__ADS_1
hai semuanya emak Morata datang lagi membawa karya baru. yuk terus ikuti ceritanya. Jangan lupa like, coment, vote, dan hadiahnya "Trimakasih 🙏🙏🙏🙏