
Melihat Cornelius yang membawa Irene dalam keadaan pingsan Timothy buru-buru membukakan pintu mobil belakang.
Cornelius segera masuk ke dalam mobil dan Timothy ikut masuk ke dalam mobil. Cornelius membaringkan Irene di bawah pangkuannya.
"Kita balik sekarang. Cepat! perintah Cornelius dengan nada suara yang meninggi.
"Baik Tuan!" sahut Timothy menginjak pedal gasnya memutar mobil seperti membuat lingkaran meninggalkan gedung itu dengan kecepatan tinggi.
Mobil yang dibawa Cornelius dikendarai oleh anak buahnya yang mengikutinya dari belakang.
Di dalam mobil Cornelis tampak sangat khawatir dengan keadaan Irene sampai dia berkali-kali mengusap wajahnya.
karena takut terjadi apa-apa.
Cornelius mengeluarkan ponsel menelepon dokter khusus sekaligus sepupunya.
"Hallo ucapnya seorang pria yang berada di ruang UGD bersama dua suster yang sedang mengurus pasien yang baru masuk.
Pria itu berjalan menjauh dari mereka. "ada apa Cornelius?"
Datang ke rumah sekarang! aku Tunggu 10 menit dari sekarang.
"Apa kau terluka parah lagi?ucapnya.
"Tidak perlu banyak tanya. Kau harus datang sekarang aku tidak mau tahu. Kau harus sampai di rumahku kurang dari 10 menit." ucapnya mematikan sambungan telepon selulernya.
Hallo..... hallo....
"Sial! dia mematikan teleponnya
pria itu kembali ke suster dan pasien yang baru saja masuk akibat kecelakaan,
"Suster Tolong panggilkan dokter yang lain ke sini, bilang Aku mintanya untuk menggantikan Aku, mengurus pasien ini. Tolong cepat ya.
"Baik dokter!" sahut suster yang bertugas di sana.
Suster itu bergegas berlari keluar dari kamar mencari orang yang diminta oleh dokter Aliando.
Selama menunggu dokter Aliando menyuruh suster lainnya yang ada di dalam untuk membersihkan luka-luka korban.
__ADS_1
Sedangkan dia memulai mengecek kesadaran korban dan detak jantungnya.
Tiba-tiba suster tadi kembali bersama Dokter Chang Mai
"Dokter Aliando, biar saya tangani pasien ini.
"Terima kasih Dokter Chang Mai, kau selalu bisa diandalkan.
"Sama-sama dokter Aliando, Aku tahu Kau pasti punya urusan genting sampai memanggilku."
"Yang ini sangat penting aku tidak bisa membantah perkataannya."
"Pergilah Aku Yang Akan mengurusnya.'
"Baiklah aku serahkan padamu dan kalian berdua bantu dokter Chang mai
"Iya dokter."
Aliando keluar dari ruang UGD melepaskan jas dokternya memperlihatkan kemeja dalam biru muda yang dia kenakan. Buru-buru pergi ke parkiran rumah sakit.
Di parkiran dia langsung meninggalkan rumah sakitnya.
Dia buru-buru turun dari mobil dengan membawa tas dokternya memasuki rumah Cornelius. Salah satu asisten rumah tangga yang di rumah Cornelius menghampiri Aliando.
"Tuan Aliando Ada apa Tuan kemari?
"Dimana Cornelius? dia menyuruhku datang ke sini.
"Tuan Cornelius belum pulang."
"Baiklah Tolong ambilkan saya air putih aku tunggu di ruang tengah."
"Baik Tuan,"
Aliando pergi ke ruang tengah menunggu kepulangan Cornelius. Pelayan itu datang membawakan air minum sesuai dengan permintaan Aliando.
Saat pelayan ini meletakkan gelas di meja,
Cornelius dan Timoty muncul. Sontak Aliando berdiri kaget melihat Cornelius menggendong seorang wanita yang tidak pernah dia lihat di lingkungan Cornelius.
__ADS_1
"Kau membawa pulang seorang wanita?" ucapnya terkejut.
"Tidak perlu banyak komentar. ikut aku ke atas sekarang.
Aliando mengikuti Cornelius berjalan lebih dulu ke atas.
Sesampai di kamar,Cornelius memberingkan Irene dengan lembut ke tempat tidur ia mengkhawatirkan kondisi Irene saat ini.
"Periksa dia!""
"Aku!
"Iya cepat!" ucap Cornelius dengan tatapan tajam.
"Baiklah.
"Pastikan wanita ini baik-baik saja.
Aliando mulai memeriksa kondisi Irene dan Cornelius terus memperhatikan Aliando dari belakang.
"Bagaimana apa aku harus membawanya ke rumah sakit sekarang?
"Kenapa kau diam!
"Cornelius tenanglah aku masih memeriksa."
"Baiklah kau lanjutkan saja aku akan pergi ke bawah dulu." ucapnya berbalik pergi meninggalkan mereka berdua.
Cornelius Turun ke bawah menemui Timothy.
"Saya tidak mau tahu cari orang yang mengirim video itu. Aku akan memberikan pelajaran yang sangat berarti untuknya karena sudah berani menyentuh wanitaku."ucap Cornelius dengan sorot mata yang tajam. dan Aura kekejamannya yang terpancar dari wajahnya.
Cornelius terkenal tidak akan mengampuni Siapa saja yang mengusik dirinya.
"Baik Tuan!"
saat Cornelius Dan Timothy bersama anak buahnya sampai disana pria itu sudah menghilang.
Bersambung....
__ADS_1
hai semuanya emak Morata datang lagi membawa karya baru. yuk terus ikuti ceritanya. Jangan lupa like, coment, vote, dan hadiahnya "Trimakasih 🙏🙏🙏🙏