Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 104.MASIH MISTERI _GKMBM


__ADS_3

Di rumah sakit setelah dokter Aliando selesai memeriksa para pasiennya tampak di lorong Rumah Sakit, Dokter Aliando berjalan bersama seorang suster pergi ke ruangannya. Untuk mengambil laporan kesehatan pasiennya yang tertinggal di sana.


Dokter Aliando dan suster yang bersamaannya berhenti di depan pintu. Karena melihat Camelia masih tertidur di sofa.


"Dia masih saja disini."gumam dokter Aliando di dalam hati sembari menatap Camelia yang tertidur di ruang kerjanya.


Dia pikir wanita itu akan pergi. Ternyata dia masih tetap kekeh untuk tinggal di ruangannya. Dokter Aliando pun tidak peduli Dia berjalan masuk mengambil laporan kesehatan di atas mejanya. Dia melewati Camelia yang tertidur di sofa.


Sedangkan suster yang ikut bersamanya terhenyak melihat seorang wanita tidak dikenal tidur di ruang kerja dokter Aliando. Sebelumnya dia tidak pernah melihat ada seorang wanita di dalam ruangan itu, selain Lisa adik dokter Aliando ataupun suster yang datang Memanggil dokter Aliando.


Tiba-tiba ada wanita yang tertidur dengan santainya sampai kedua kakinya saja masih menggunakan sepatu terbaring di sofa. Membuat Suster itu jadi kesal dengan kehadiran Camelia di sana.


Saat dokter Aliando akan keluar, Suster itu bertanya.


"Dokter ada seorang wanita yang tidur di ruangan, Apa perlu saya tampilkan satpam biar satpam yang mengusir wanita tidak jelas itu? berani-beraninya dia tidur di ruang kerja dokter." ucap Suster itu kepada dokter Aliando berharap dokter Aliando menyetujui idenya.


"Tidak perlu Biarkan saja dia tidur di sana. Aku mengenalnya.


"Dokter kenal wanita itu?


Tatapan yang heran. Dokter Aliando menutup pintu ruang kerjanya sambil berkata memangnya kenapa, Ada yang salah?" ucapnya berbalik menatap suster itu dengan tatapan tajam.


Suster itu menundukkan kepalanya


" Tidak dokter." sahutnya dengan nada pelan.


dokter Aliando berbalik berjalan meninggalkan Suster itu. Suster itu mengangkat kepalanya melirik ke pintu ruang kerja dokter Aliando. Lalu Suster itu pergi menyusul dokter Aliando.


Di tempat lain tepatnya di kediaman Cornelius. Mobil lisa Baru saja sampai. Dia terlihat turun dari mobilnya. Berjalan masuk ke dalam.


"Kakak! teriak Lisa berjalan masuk sambil memanggil Cornelius.


Lisa berdiri menelisik seisi ruangan, tetapi ia tidak menemukan sosok Cornelius di sana.


"Kakak Cornelius dimana?


"Biasanya kalau aku sudah berteriak kayak gini, dia pasti muncul. atau dia lagi pergi kali ya? gumamnya dalam hati.


Karena mendengar suara teriakan Lisa, salah satu pelayan datang menemuinya


"Nona Lisa mencari Tuan Cornelius?

__ADS_1


"Iya, apa dia tidak di rumah?


"Tuan Cornelius ada di rumah


"Kalau dia ada terus kenapa aku panggil dia nggak muncul?"


"Karena tuan Cornelius sedang berada di ruang bawah tanah bersama Tuan Timoty


"Timothy?


"Iya nona


"Kalau dia sudah berada disini, berarti orang yang mereka cari Sudah mereka dapatkan dong."batin Lisa


"Oh iya, kau bisa kembali." perintahnya menyuruh pelayan itu pergi dari hadapannya.


"Aku jadi penasaran orang seperti apa yang mereka cari beberapa minggu ini." gumamnya


Karena Lisa penasaran dengan sosok pria itu dia pergi menyusul ke ruang bawah tanah untuk melihatnya.


Lisa pergi ke halaman belakang, Dia berjalan di atas rerumputan hijau. langkahnya terhenti Di depan lubang besar berbentuk kotak di dalamnya bisa terlihat anak tangga yang turun ke bawah.


Dia berbalik ke kanan melihat sebelah sana, ada cahaya yang lebih terang dari lampu.


Di bawah lampu itu ada Cornelius yang tengah berdiri. Lisa pun berjalan ke sana, langkah kakinya membuat orang-orang di sana berbalik melihat termasuk Cornelius.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Cornelius dengan tatapan tajam kepada Lisa.


"Aku datang mencarimu, Tapi ternyata pelayan bilang kau ada di ruang bawah tanah. jadi aku menyusul kamu ke sini, dan aku ingin melihat pria yang kalian kejar beberapa minggu ini." ucapnya berjalan melewati Cornelius.


Lisa berdiri melihat Tuan Bernando menempel di dinding yang kedua tangan dan kakinya dirantai dengan besi tebal.


Tuan Bernando tampak menundukkan kepalanya ke bawah. Lisa berjalan mendekat menarik rambut Tuan Bernando sampai wajahnya terangkat ke atas, melihat wajahnya yang tampak serius menatap Tuan Bernardo.


"Jadi Kau yang dicari Tuan Thomson? ucap Lisa dengan tatapan tajam. Tuan Bernando hanya tersenyum kecil menanggapi perkataan lisa. Lisa yang tak senang melihat tanggapan Tuan bernama yang seperti mengejeknya memberikan hadiah kecil darinya yaitu pukulan keras ke perut Tuan Bernando.


"Ahhhhk....! jerit Tuan Bernando dengan tubuh yang refleks membungkuk


"Lisa hentikan! teriak Cornelius yang meminta kepada Lisa untuk menghentikan aksinya.


"Bukankah dia lelaki yang kalian incar? Kenapa kau melarangku untuk menghukumnya?"

__ADS_1


"Itu bukan wewenang kamu untuk memberikan pelajaran dengan orang-orang yang akan aku berikan pelajaran. Jadi stop kau beraksi yang tidak pantas." ucap Cornelius karena dirinya ingin sekali mengetahui apa maksud perkataan Tuan Bernando masalah kunci dirinya mengetahui pembunuhan tentang komisaris polisi dengan istrinya 27 tahun yang lalu.


Lisa mundur 5 langkah menghampiri Cornelius menatap Cornelius dengan Tatapan Penuh tanya. "katakan yang sebenarnya rahasia apa yang kau tutupi kepada Tuan Thomson sehingga dirinya mengincarmu sampai memberikanku hadiah yang sangat fantastis. Bahkan dia memberikanku sebuah pulau yang harganya Tidak ternilai."ucap Cornelius sambil menatap Tuan Bernando hendarson dengan tatapan serius.


"Jika aku memberitahumu, kau juga tidak akan membebaskanku begitu saja. Bahkan orang-orang Tuan Thomson juga akan tetap memburuku.


"Aku berjanji akan melindungimu dari orang-orang tuan Thomson, jika kau memberitahu hal yang sebenarnya kepadaku.


Tetapi kalau kau tidak memberitahuku, Maka jangan menyesal aku akan melakukan tindakan yang lebih sadis dari sini." teriak Cornelius yang mampu membuat Tuan Thomson langsung menetapnya dengan tatapan tajam.


Sementara di tempat lain, Tiba-tiba saja Irene kepikiran dengan ayahnya. "Kenapa aku tiba-tiba kepikiran kepada ayah? gumamnya dalam hati sembari jantungnya berdegup kencang perasaannya tidak merasa nyaman.


Ia meminta ijin kepada Tuan Mahesa untuk segera kembali ke rumah Cornelius. Karena ia merasa tidak konsentrasi untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya di sana.


Tuan Mahesa mengijinkan Irene, untuk pulang lebih awal hari ini. Padahal Cornelius sudah berjanji untuk menjemputnya sore itu. Tetapi karena perasaan Irene saat ini tidak karuan, membuat dirinya pulang lebih awal dengan menggunakan taksi yang ia stop di depan kantor Mahesa Group.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, Irene tiba di rumah milik Cornelius. Terlihat para anak buah Cornelius yang berjaga di sana langsung mempersilahkan Irene masuk. "Nona Mengapa pulang sendiri? tanya salah satu anak buah Cornelius. Yang melihat kehadiran Irene di sana seorang diri.


Irene tidak menjawab, lalu terus berjalan melewati para anak buah Cornelius. "Dimana Cornelius? tanyanya kepada anak buah Cornelius yang berjaga di pintu utama.


"Ada di ruang bawah tanah nona,


"Ruang bawah tanah? tanya irene penuh selidik.


"Apa rumah ini memiliki ruang bawah tanah? tapi iya lah di rumah ini seperti misteri. pastilah ada ruang bawah tanahnya." gumam Irene dalam hati. "Bawa aku menemui Cornelius.


"Tapi nona."


"Tidak ada tapi tapi. Aku perlu dengannya. ucap Irene dengan nada meninggi membuat anak buah Cornelis langsung menunduk membawanya ke pintu ruang bawah tanah. lalu mempersilahkan Irene turun menuruni anak tangga.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏


sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain


" Hasrat Tuan Muda Arogant"


__ADS_1


__ADS_2