Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 98. POLITIK ADU DOMBA_GKMBM


__ADS_3

"Kemarin kau rengek menangis sesungguhkan akibat menerima penolakan dari seorang lelaki, tetapi sekarang kau justru tertawa cengengesan bersama lelaki itu. apa dia kekasihmu?" tanya Tuan Jason penuh selidik. Camelia menggelengkan kepalanya lalu mengembangkan senyumnya membuat Tuan Jason semakin bingung dengan sikap dan tingkah laku adiknya itu.


"Kau harus berterus terang kepada kakak, jika kau memiliki hubungan khusus dengan seorang pria, seharusnya kau memberitahu kepada kakak bukan malah bersembunyi-sembunyi bertemu dengan pria yang kau cintai." ucap Tuan Jason dengan wajah yang datar membuat Camelia langsung terdiam.


Kakak tidak perlu mengkhawatirkan Camelia.


Camelia sudah dewasa, lebih baik Kakak pergi dari sini, sebelum temanku datang menghampiriku." ujar Camelia dengan wajah yang datar karena terlihat kesal melihat kakaknya yang selalu membuntutinya kemana saja. Apalagi kakaknya selalu meminta kepada anak buahnya untuk mengawal dirinya jika bepergian.


Sementara dokter Aliando yang baru siap melakukan tindakan operasi untuk pasien kecelakaan yang baru saja terjadi. Ingin segera menghampiri Camelia ke ruang kerjanya. Tiba-tiba saja seorang suster memanggil Aliando.


"Dok, ada pasien yang membutuhkan bantuan dokter." ucap perawat itu sambil memohon kepada dokter Aliando untuk segera mengikutinya ke ruang rawat inap yang ruang rawat inapnya tidak jauh dari ruang kerja Aliando.


Di saat Aliando melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang ada di. Tuan Jason keluar dari ruang kerja dokter Aliando sesuai dengan perintah adiknya Camelia. Tetapi Tuan Jason tidak berhenti di situ saja. Ia meminta anak buahnya untuk terus memantau Camelia dari kejauhan. Karena tuan Jason tidak ingin terjadi sesuatu kepada Camelia mengingat malam itu yang begitu mencekam menghampiri Camelia


Di tempat lain tepatnya di ujung kota Santa Monica, terlihat lelaki paruh baya itu sudah turun dari mobil box. "Terima kasih sudah memberikan tumpangan kepadaku." ucap pria paruh baya itu sambil turun dari mobil box itu, dengan bantuan sebatang kayu karena Kakinya masih terasa sakit akibat terkilir saat menghindar dari kejaran Timothy dan anak buahnya.

__ADS_1


Di pinggir jalan, terlihat ada telepon umum. pria paruh baya itu pun meraih koin yang ada di saku celananya,dan memasukkannya satu persatu menekan nomor telepon salah satu temannya yang berada di ujung kota Santa Monica.


Ketika sambungan telepon seluler itu tersambung. lelaki paruh baya itu pun menghubungi sahabatnya. "Aku berada di ujung kota Santa Monica. ingin datang ke rumahmu, Apa kau berada di rumah?" tanya lelaki perlu bayar itu di dalam sambungan teleponnya.


"kau datang saja, aku sudah sangat merindukanmu kamu kemana saja tidak pernah kelihatan lagi batal hidungmu." sahut Tuan kemal di dalam telepon itu. "Tunggu aku 10 menit lagi aku akan tiba di sana.


lelaki paruh baya itu langsung memutuskan sambungan telepon selulernya. lalu kembali melanjutkan perjalanannya dengan langkah kaki tertatih tatih dibantu dengan sebatang kayu, menemaninya berjalan menelusuri jalan gang memasuki rumah sahabatnya.


Terlihat Tuan kemal langsung menghampiri lelaki paruh baya itu, ketika melihat sang sahabat sudah tiba di pekarangan rumahnya. Tuan kemal langsung memeluk lelaki paruh baya itu, ia pun menatap penampilan yang tampak acak-acakan dan juga jorok.


Tuan kemal sudah sangat mengetahui Mengapa penampilan pria itu terlihat acak-acakan. "Apa mereka masih mencarimu?" tanya Tuan kemal kepada lelaki paruh baya itu.


Terlihat Tuan kemal menghela nafas berat. "sepertinya lawanmu memang sangat luar biasa. dia mencarimu mulai dari kota ke kota dan juga dari desa ke desa. itu berarti rahasia besar orang itu kamu pegang dan kamu memiliki bukti-bukti yang kuat." ucap Tuan kemal kepada lelaki paruh baya itu. lelaki paruh baya itu pun menganggukkan kepalanya pertanda bukti kuat berada di tangannya.


"Aku akan menyelamatkan bukti-bukti ini, Dan suatu saat aku akan bongkar seluruh kejahatan yang mereka lakukan kepada keluarga komisaris polisi beberapa puluh tahun yang lalu."

__ADS_1


Bukti pembunuhan itu dipegang teguh oleh lelaki paruh baya itu yang dianggap menjadi penghianat oleh Tuan Thomson. Yang dulunya lelaki paruh baya itu merupakan rekan Tuan Thomson. Karena Tuan Thomson tidak sejalan lagi dengan pola pikir lelaki perubahan itu hingga lelaki paruh baya itu, pun memilih untuk tidak bergabung dengan grup mafia yang dipimpin oleh Tuan Thomson sendiri.


lelaki paruh baya yang menjadi target dari Cornelius dan juga Tuan Thomson ternyata ayah kandung dari Irene. kunci utama pembunuhan keluarga Cornelius ternyata berada di tangan ayah kandung Irene sendiri. Ia memiliki bukti-bukti yang kuat untuk menjebloskan Tuan Thomson ke penjara dan komisaris polisi lainnya yang terlibat pembunuhan ayah dan ibu kandung Cornelius.


Entahlah bukti apa yang selama ini disembunyikan oleh ayah kandung Irene, hingga dirinya menjadi incaran seorang mafia kelas atas. Sejujurnya ia ingin menyerahkan bukit itu kepada dinas Kepolisian, tetapi ia khawatir pihak kepolisian juga bekerja sama dengan Tuan Thomson.


Ia ingin sekali langsung memberikan bukti itu kepada Cornelius. Cornelius mengincar lelaki paruh baya itu, karena permintaan dari Tuan Thomson. ia tidak mengetahui kalau orang tua kandung Irene memegang bukti tentang pembunuhan itu.


Dalangan di balik semuanya adalah Tuan Thomson, ia ingin melibatkan Cornelius untuk menangkap pemegang bukti pembunuhan kedua orang tuanya. Politik adu domba yang dilakukan oleh Tuan Thomson, ia rela memberikan sebuah pulau kepada Cornelius jika Cornelius berhasil menangkap ayah kandung irene sendiri yang sama sekali Cornelius tidak mengetahui akan hal itu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏

__ADS_1


sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain



__ADS_2