
"Bawa dia ke ruang bawah tanah. Sekap di sana sampai Tuan Thomson tiba. perintah Cornelius sambil langsung berjalan meninggalkan anak buahnya, masuk ke dalam mobil miliknya. Cornelius memerintahkan anak buahnya untuk segera menghantarkan dirinya kembali ke rumah yang selama ini ia tempati. sebelum jam menunjukkan pukul tiga dini hari.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 2 jam kemudian Cornelius tiba di rumah bersama anak buahnya sementara Timothy dan anak buah Cornelis lainnya membawa Tuan Bernando ke ruang bawah tanah. Atau biasa disebut markas oleh grup Cornelius.
Keesokan harinya di kediaman Cornelius, tepatnya di kamar Cornelius tampak Irene yang perlahan dibangun dari kasur. mengambil posisi duduk di atas tempat tidur.
Irene menoleh ke samping melihat segelas air putih, segelas susu putih dan sepotong roti ada di atas meja. lengkap dengan sebuah kartu kecil di samping piringnya.
Irene mengambil kartu itu selamat." Selamat pagi sayang. by Cornelius kekasih tercinta."
"Oh manis sekali." ucapnya tersenyum menatap kartu ucapan itu. Meletakkannya kembali ke meja, lalu mengambil gelas air Putih dan juga mengambil roti yang dipersiapkan Cornelius untuknya.
Setelah menghabiskan roti itu, irene bangkit dari kasur turun ke lantai berjalan keluar dari kamar itu. Dia pergi menuruni puluhan anak tangga turun ke lantai bawah mencari Cornelius.
Tapi dia tidak menemukan Cornelius di sana. seorang pelayan yang hendak ingin membersihkan guci guci mahal di dalam rumah itu dipanggil Irene.
"Pelayan!
"Iya nona, ucap pelayan itu berbalik pergi menemui.
"Ada apa Nona?"
"Apa kau melihat Cornelius?"
"Oh Tuan Cornelius sedang berada di kolam renang.
"Kolam renang pagi-pagi?
"Iya nona!" tuan Cornelis memang suka berenang pagi hari dan malam hari.
"Oh terima kasih, kau bisa kembali bekerja.
Irene pergi ke samping rumah dimana dia melihat Cornelius sedang berenang di kolam renang seorang diri.
Irene berdiri di pinggir kolam memperhatikan Cornelius yang fokus berenang.
__ADS_1
Sampai saat Cornelius menaikkan kepala keluar dari air, mata langsung tertuju ke sepasang kaki jenjang yang tampak indah di matanya.
Dia tersenyum berenang dengan cepat ke pinggir kolam untuk menemui sang gadis kecil pujaan hatinya, yang sejak tadi berdiri memperhatikannya.
Cornelius menyadarkan kedua tangannya ke atas lantai pinggir kolam.
Irene berjongkok tersenyum memandangi mata Cornelius. "Terima kasih sarapannya sayang."
Cornelius membalas senyuman Irene, dengan senyuman manis. "Aku hanya bisa membuat kamu itu, apa kau menyukainya?"
"Tentu saja aku menyukainya roti buatanmu roti yang paling enak yang aku pernah makan."
Hati Cornelius begitu bahagia mendapatkan pujian dari Irene, wajahnya tidak bisa menutupi betapa senangnya hatinya saat ini.
Irene bisa melihat betapa senangnya Cornelius dari raut wajahnya itu. Tiba-tiba tidak ada hujan tidak ada angin, Irene menunduk mencium bibir Cornelius.
"Aku akan kembali ke kamar untuk bersiap-siap ke kantor." ucap Irene berbalik pergi meninggalkan Cornelius yang diam mematung di pinggir kolam.
Cornelius membalikkan badannya bersama dengan senyuman lebar muncul di wajahnya. Karena Cornelius yang terlalu kesenangan Irene mulai berinisiatif menciumnya, tanpa dia sadar kedua tangannya bergerak memukul air di kolam seperti anak kecil.
"Dia mencium ku." teriaknya kesenangan
Tiba-tiba Cornelis masuk ke dalam kamar menggunakan baju handuk mandi.
Cornelius mengenakan baju handuk mandi, karena dia baru saja selesai berenang dan dia naik ke kamar untuk mengganti pakaiannya. Irene berbalik menghampiri Cornelis yang berjalan masuk mereka berdua bertemu di tengah-tengah ruangan melihat satu sama lain.
"Kau akan pergi ke kantor, tapi kenapa kau menggunakan baju yang sama yang semalam.
"Aku tidak menemukan bajuku yang entah di mana diletakkan oleh para pelayan." ucap irene kepada Cornelius.
"Kamu tenang saja aku sudah menyiapkan baju untukmu di ruang walk in closet
"Dimana?"
Irene tidak tahu kalau di kamar Cornelius ternyata punya ruang Walk in closet atau ruangan penyimpanan baju dan aksesoris penampilan pendukung, Tapi dia juga kaget mendengar Cornelius punya ruangan work in closet di kamarnya.
__ADS_1
Orang yang tidak kekurangan uang seperti Cornelius tentu punya ruangan-ruangan seperti itu. Cornelius menarik tangan dan membawanya ke sebelah kanan kasurnya dia membawa Irene ke sebuah dinding rata.
Irene semakin bingung memikirkan di mana ruang Walk in closet, tapi dia tiba-tiba teringat dengan ruangan di balik rak lemari buku yang ternyata adalah ruang kerja pribadi Cornelius.
Ternyata dugaan nya tepat, tapi cara membuka pintunya berbeda. Kali ini Cornelis hanya menampilkan jari jempolnya ke dinding tembok.
Sebuah cahaya muncul menscan jari Cornelius
Tidak lama kemudian pintu bergeser ke samping. Cornelius menarik tangan Irene masuk ke dalam ruang. Dari pintu masuk Irene sudah dibuat kagum, ditambah lagi saat dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan. Yang terlihat kecil tapi saat masuk ke dalam, dan sampai di tengah-tengah ruangan. Irene melihatnya jelas ternyata ruangan itu sangat besar dan ada beberapa lorong di samping kiri dan cermin besar.
Di samping kanannya, Di sana juga ada sofa panjang dan sofa berukuran kecil untuk
Sofa itu digunakan untuk duduk saat Cornelius memakai sepatunya.
"Ini semua khusus hanya untukmu saja?" tanya irene
"Tentu saja, ini kamarku. Tidak mungkin ada orang lain di sini." ucapnya tersenyum
"Lalu di mana baju yang kau persiapkan untukku?" Irene bertanya seperti itu karena dia hanya melihat pakaian seorang pria.
"Di belakangmu." ucap Cornelius Irene berbalik melihat cermin besar
"Cermin? Ucap Irene berbalik dengan raut wajah bingung
"Buka pintu!" ucap Cornelius
Tiba-tiba cermin yang tadinya menyatu berbagai menjadi dua. Irene berbalik terkejut melihat di belakang cermin ternyata masih ada ruangan
Ruangan ini wolk in closet pribadi khusus untuk Irene yang sudah dipersiapkan Cornelius setelah Irene kembali dari kamar kosnya.
Cornelius mempersiapkan seluruh kebutuhan dari ujung rambut sampai ujung kaki tanpa tersisa apapun. Barang-barang yang tertata rapi. Di dalam adalah barang terbaru dari segala jenis merk fashion terkenal, yang sudah dipesan khusus sang ratu fashion siapa lagi kalau bukan Lisa.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain