Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 103. ADA YANG ANEH_GKMBM


__ADS_3

Irene yang tidak ingin kedua sahabatnya mengetahui masalahnya. Ia meminta Rina dan Ricardo pergi meninggalkannya langsung duduk di kursi kerja mereka masing-masing.


"Kalian kemeja kalian saja. Aku mau lihat berkas-berkas yang aku tinggalkan."


"Tidak ada berkas di mejamuran teman-teman sudah menyelesaikannya kemarin. Aku sudah bilang kalau tugas-tugasmu sudah kami selesaikan.


"Kalau begitu aku mau kerjain yang lain saja dulu."ucap iren kembali duduk di kursi kerjanya.


"Jangan berdiri terus di situ, kalian sebaiknya kembali ke meja kalian nanti bos melihat kita. dikira kita menggosip di waktu kerja. Apa kalian mau kena omel sama Tuan Mahesa? ucap irene secara halus mengusir Rina dan Ricardo dari sana. Irene menghidupkan laptopnya dan pura-pura sibuk mengerjakan sesuatu. Berharap kedua sahabatnya pergi membiarkannya sendiri di sana.


Ricardo merasakan hal yang sama dengan Rina, ada sesuatu yang aneh. Tapi dia tidak mau menanyakan itu. Karena dia melihat Irene tidak nyaman dengan pertanyaan mereka tadi.


Jadi dia menarik tangan Rina pergi dari sana. "Kita biarkan Irene untuk sendiri dulu. Mungkin dia lagi tidak ingin diganggu."ucap Ricardo berbisik-bisik menarik Rina sampai ke meja mereka.


"Kau lihatkan ada yang aneh, padanya. kita harus menanyakan itu."ujar Rina yang tak sependapat dengan Ricardo untuk pergi meninggalkan Irene.


"Iya aku tahu Kau pasti khawatir dengan Irene. Tapi coba kau lihat dengan responnya tadi dia tidak nyaman kita mempertanyakan itu. Mungkin nanti Irene akan cerita pada kita tapi bukan saat ini.


"Kau mengerti kan?"sambung Ricardo


"Baiklah."


Rina akhirnya mengerti dengan kondisi Irene saat ini. Mereka berdua duduk di kursi kerja Mereka, sibuk Menatap layar laptopnya masing-masing.


Sementara di rumah utama keluarga Tuan Janson. Tampak di dalam kamar kami di tengah berdiri di samping gorden panjangnya melihat ke bawah.


Dia melihat kakaknya yang akan pergi meninggalkan rumah bersama asisten yang paling ia percaya.


Saat mobil Kakak nya sudah meninggalkan keluar dari gerbang, Camelia menutup gordennya lalu berlari membuka pintu kamarnya, turun ke lantai bawah dengan cepat.

__ADS_1


Ada salah satu pelayan yang menegur Camelia saat ia akan keluar dari pintu utama."Nona mau ke mana? tanya asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Tuan Jason.


langkah Camelia sontak berhenti. Aku ingin pergi ke taman sebentar.


"Nona jangan pergi kemana-mana Tuan Jason sudah berpesan untuk tidak membiarkan Nona keluar.


"iya aku tahu, kau tidak perlu mengingatkanku. Aku tidak akan pergi ke mana-mana hanya ke taman saja.


"iya Nona, Aku hanya menyampaikan pesan Tuan Jason.


"iya.... iya... nggak usah bawal mending buatkan aku jus jeruk sekarang juga.


"Sekarang nona?


"Iya sekarang lah, masa iya tahun depan." ucapnya dengan nada suara ngegas karena kesal sang pelayan ikut campur dengan kehidupan pribadinya.


"Baik Nona!" ucap pelayan itu berbalik pergi ke dapur


"iya Nona ada apa? Pelayan itu kembali berbalik menghadap Camelia


"Aku mau yang dingin .


"Baik nona."ucap pelayan itu berbalik pergi ke dapur


Camelia keluar ke taman sambil berjalan-jalan mengelilingi rumahnya melewati anak anak buah Tuan jangan yang ada di sekitar sana.


Camelia berjalan ke tembok yang mengelilingi rumahnya dia. Sesekali melihat ke belakang memastikan anak buah kakaknya tidak melihatnya berada di sana.


Saat suasana benar-benar sepi dan , Camelia tiba-tiba melompat memanjat tembok tinggi itu dengan sekali lompatan.

__ADS_1


Dia dengan cepat melompat turun ke luar ke jalan. Berlari meninggalkan rumah sambil melihat ke belakang sesekali memastikan anak buah kakaknya tidak melihatnya pergi. senyum kemenangan muncul di wajahnya setelah berhasil melarikan diri dari rumah itu.


Kamu lihat terus berlari dengan senyum kecil yang masih terlihat di wajahnya yang tak mengenakan riasan apapun, Tapi masih terlihat cantik dia terus berlari sampai ke jalan besar untuk mencari taksi saat dia melihat ada taksi yang lewat, Camelia menepi kan taksi itu saat taksi itu berhenti dia langsung masuk dan menyuruh sopir tak sejalan mengantarkannya ke satu tempat.


Sementara di tempat lain, tepatnya di ruang bawah tanah Tuan Bernando sudah terlihat sadarkan diri dan melihat dirinya sudah berada di tempat yang asing baginya. "Mereka pasti suruhan Tuan Thomson. sampai titik darah penghabisan Aku tidak akan memberikan bukti-bukti itu kepada mereka.


" Tunggu saja nanti Thomson, kau akan aku cobloskan ke penjara, dengan bukti-bukti yang aku pegang, keturunan dari komisaris polisi itu pasti akan menghabisi nyawamu kalau kau tidak bisa aku jebloskan ke penjara."gumam Tuan Bernando Henderson sambil merintih kesakitan.


Timothy menghampiri Tuan Bernardo Henderson. "halo orang tua bertemu lagi denganku yang selalu kau kelabui. Harus aku akui otak licik mu itu memang sangat luar biasa mengalahkanku dan beberapa anak buahku. Tapi kau tetap juga tertangkap, aku acungkan jempol kepadamu. Sayangnya sekarang kau sudah berada di tangan kami jadi bersiap-siaplah mendapat hukuman dari bosku."ucap Timothy merasa kesal melihat Tuan Bernardo hendarson.


Tuan Bernando sama sekali tidak menjawab. iya memilih hanya menatap Timothy dengan tatapan tajam. "Aku tidak peduli jika kalian akan membunuhku atau tidak. Tetapi jika kalian membunuhku maka kenyataan yang sebenarnya tentang kejahatan yang dilakukan oleh Thomson terhadap keluarga komisaris polisi yang mati di tangan Tuhan Thomson, Tidak akan mengetahui semuanya."Ancam Tuan Bernando membuat Timoty mengerutkan keningnya.


Suara langkah Cornelius masuk ke ruang bawah tanah. Terlihat beberapa anak buahnya datang bersama dirinya. Cornelius menatap tuan Bernando dengan tatapan penuh tanya. iya sedikit penasaran mengapa Tuan Thomson meminta Cornelius menangkap Tuan Bernando Henderson hidup-hidup. Dan diserahkan kepada dirinya, jika tidak ada sesuatu yang disembunyikan oleh Tuan Bernardo, maka bisa saja Tuan Thomson meminta Cornelius untuk segera membunuhnya. Tetapi Tuan Thomson meminta kepada Cornelius untuk menyerahkan Tuan Bernando hendarson hidup-hidup kepada dirinya.


"Katakan apa yang kau sembunyikan dari Tuan Thomson sehingga memintaku untuk menangkapmu dan menyerahkanmu langsung hidup-hidup ke tangannya dan dia memberikan hadiah yang sungguh besar kepadaku, Jika Aku berusaha menangkapmu.


Tuan Bernando tersenyum sinis menatap Cornelius dengan Tatapan yang sulit diartikan. Tuan Bernando sama sekali tidak mengetahui hubungan antara putrinya Irene dengan Cornelius. Bahkan ia juga tidak memiliki hubungan dekat dengan Cornelius sebelumnya. Ia mengenal Cornelius hanya dengan potret saja.


Tuan Bernando memilih untuk tetap diam tidak menjawab pertanyaan Cornelius. Membuat Cornelius sedikit emosi dan memberikan sebuah cengkraman di jenjang leher Tuan Bernardo. "Anak muda, jika kau menyerahkanku kepada Tuan Thomson bagiku tidak masalah. Tetapi seluruh penjuru dunia tidak akan mengetahui siapa sebenarnya dalang di balik pembunuhan komisaris polisi yang meninggal secara tragis dengan istrinya di depan putranya sendiri sekitar 27 tahun yang lalu." ucap Tuan Bernando dengan nada sinis kepada Cornelius.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏


sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain


" Hasrat Tuan Muda Arogant"

__ADS_1



__ADS_2