Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 163. MENYESAL _GKMBM


__ADS_3

Camelia sudah mulai menunjukkan kesadarannya. Obat bius yang ia hirup sudah mulai hilang. Tetapi ia terhenyak tubuhnya terasa sakit, saat dirinya membuka kelopak matanya ia terkejut dirinya sudah berada di sebuah tiang besi yang menjulang tinggi.


"Camelia bener-bener terkejut akan apa yang terjadi kepadanya. "lepaskan aku!"teriak Camelia yang dapat didengar anak buah Tuan Albert. Tetapi tak seorangpun yang peduli akan suara teriakannya. Anak buah Albert justru tertawa memandangi Camelia yang tampak ketakutan.


Salah satu diantara mereka sudah mendorong tong besar di bawah kaki Camelia. Entah untuk apa tong itu ia dorong. Hingga tong itu berada di kaki Camelia. Sementara teman yang satunya membawa banyak kayu bakar. "Apa yang kalian lakukan kepadaku, aku salah apa kepada kalian? Sepertinya aku tidak memiliki kesalahan kepada siapapun.Tolong lepaskan aku!" teriak Camelia.


"Ha ha ha ha... suara tawa anak buah Tuan Albert agar menggema di sisi gedung tua itu. suara tawa itu membuat bulu kuduk Camelia menjadi merinding. Suara tawa itu seperti suara ketawa setan, membuat dirinya menggelengkan kepala.


"Lepaskan aku! lepaskan aku lagi-lagi Camelia berteriak minta tolong agar anak buah Tuan Albert bersedia melepaskannya.


"lepaskan aku!!! aku akan memberikan apapun yang kalian minta jika kalian melepaskanku." Camelia berusaha bernegoisasi kepada anak buah Tuan Albert.


Tetapi anak buah Tuan Albert sangat setia kepadanya, sehingga mereka tidak ada yang bersedia untuk melepaskan Camelia. Camelia sudah rundu ketakutan. Entah setan Apa yang membuat para pria yang ada di sana sama sekali tidak memiliki peri kemanusiaan, ingin memanggangnya hidup-hidup.


Kayu bakar sudah mulai dimasukkan ke dalam Tong, tapi api belum dinyalakan juga.


"Apa apinya sekarang kita nyalakan?" tanya salah satu anak buah Tuan Albert kepada rekannya.


"Tunggu dulu, kita tunggu informasi dari bos." sahut teman yang satunya membuat pria itu menghentikan aksinya untuk menyiram bensin ke kayu bakar itu.


"Tolong lepaskan aku! lagi-lagi Camelia berteriak. salah satu di antara pria itu memiliki ide jahil. "Bagaimana sebelum kita panggang wanita ini lebih baik kita nikmati tubuhnya dulu." bisik salah satu anak buah Tuan Albert kepada rekannya.


Berpikir sejenak, lalu mereka tertawa serempak membuat Camelia semakin ketakutan. Ia bingung apa yang akan mereka lakukan terhadapnya. "Kakak jika kau masih ada mungkin aku tidak akan merasakan seperti ini. Dosa apa yang aku lakukan sehingga mereka melakukan seperti ini kepadaku?" air bening mengalir begitu deras di wajah cantik Camelia


Kini Camelia sudah tidak berdaya, mau berteriak juga tidak ada gunanya. Mereka sama sekali tidak peduli. Menangis Hanya itu yang dapat ia lakukan, Ia tidak tahu harus mengadu ke mana. Ia menyesalkan kepergian Tuan Jason yang begitu cepat sehingga tidak dapat menyelamatkannya dari orang-orang jahat seperti yang menyekapnya kali ini.

__ADS_1


Camelia menjadi teringat kepada sang kakak yang selalu setia menjaganya, Bahkan sang kakak Terus meminta anak buahnya untuk tetap memantau kemanapun Camelia pergi. ternyata hal-hal seperti ini yang ditakutkan oleh Tuan Jason terjadi kepada Camelia. Kini Camelia merutuki dirinya sendiri yang selalu membangkang sang kakak. Karena tidak ingin diawasi atau dikawal setiap ia keluar ke manapun, oleh anak buah Tuan Jason.


Ia benar-benar menyadari akan kesalahannya yang selalu meminta Tuan Jason untuk tetap membiarkannya pergi tanpa pengawal. ternyata Hal inilah yang sebenarnya ditakutkan sang kakak. "Maafkan aku Kak ternyata kakak begitu baik dan sayang kepadaku, sehingga kau tidak membiarkanku pergi ke mana saja tanpa pengawalmu. ternyata inilah yang aku rasakan sekarang." tangis pilu Camelia.


Sementara di tempat lain, Timothy berusaha untuk mencari lokasi titik ponsel terakhir Camelia yang masih dapat diakses melalui jaringan GPS. Sementara dokter Aliando menunggu kabar terbaru dari Timothy dan anak buahnya, karena dokter Aliando sama sekali tidak mengetahui kemana mobil yang membawa Camelia.


"Sayang bersabarlah, aku dan kak Cornelius pasti menyelamatkanmu, Jangan khawatir." gumam dokter Aliando di dalam hati. Ia benar-benar menyadari kalau dirinya sangat mencintai Camelia. Padahal selama ini dokter Aliando merasa terganggu jika Camelia menghampirinya ke rumah sakit. Kini dirinya yang ketakutan kehilangan Camelia


Entahlah cinta bagai misteri. Cinta datang dan pergi begitu saja. Sama halnya seperti dokter Aliando, Ia tidak sadar kapan rasa cinta yang ia miliki tumbuh begitu saja terhadap Camelia. Hingga dirinya benar-benar mengkhawatirkan Camelia. Ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada wanita yang mampu mencuri hatinya.


Dokter Aliando kembali menghubungi nomor ponsel Timoty berharap Timoty mendapatkan informasi terbaru. Timoty pun memberitahu lokasi mereka saat ini berada. Membuat dokter Aliando terhenyak ternyata Timoty lebih cepat bergerak dibandingkan dirinya.


Saat mereka sudah tiba di pinggiran kota Santa Monica, yang tersisa hanyalah gunung gunung bebatuan yang tampak kiri kanannya pepohonan rindang yang begitu membuat bulu kuduk kita merinding.


Sementara Irene yang baru mengetahui kalau Camelia diculik oleh seseorang merasa sangat khawatir. "sayang Apa kau benar-benar serius kalau Camelia diculik seseorang?" tanya Irene kepada Cornelius.


"Memangnya kapan aku berbohong kepadamu, aku tidak pernah berbohong kepadamu Sayang. Tetapi kamu tenang saja, sudah ada dokter Aliando dan Timoty dan juga beberapa anak buahku untuk menyelamatkan Camelia. Karena bagaimanapun Camelia itu kamu anggap sebagai temanmu, jadi aku tidak tega membiarkan temanmu mengalami hal yang sama seperti yang kau alami dulu


Apalagi setelah aku mengetahui kalau dokter Aliando mencintai Camelia."


"Apa benar dokter Aliando mencintai Camelia?


"Menurut aku dia benar-benar mencintai Camelia. Karena dia terlihat, Dia sangat khawatir saat mengetahui Camelia diculik seseorang. Aliando langsung menghubungiku meminta pertolongan dariku." ucap Cornelius kepada Irene. Dibalas anggukan dari Irene


Tanpa mereka sadari, Tuan Bernando dan nyonya Brigez mendengar percakapan keduanya.

__ADS_1


"Apa kau bilang, Camelia diculik seseorang." tanya Nyonya Brigez terhenyak mendengarkan itu. Aku yakin pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah Albert. Sama halnya dengan pelaku yang ingin mencelakai Irene Saat kecelakaan terjadi terhadap Irene."


"Apa mom, jadi Albert juga yang merekayasa kecelakaan mobil Irene?" tanya Cornelius penuh selidik.


Nyonya Brigez menganggukkan kepalanya. pertanda apa yang dikatakan Cornelius benar adanya. Kalau Albert lah yang merekayasa kecelakaan yang menimpa mobil yang ditumpangi Irene.


Marah? benar-benar marah. Cornelius sangat emosi ketika dirinya mengetahui hal itu. Aku tidak akan membiarkan dia menghirup udara bebas. Karena Dia sudah berani mengusik gadis kecil pujaan hatiku." ucap Cornelius sambil meraih ponsel yang ada di saku celananya.


Ia mencari nomor ponsel Timoty ketika dirinya sudah menemukan nomor kontak Timoty di list contact ponselnya, ia langsung menekan tombol hijau agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Timoty.


Sementara Timothy yang sedang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, Ia sejenak menurunkan kecepatan mobil yang ia kendarai. Dia meraih ponselnya dan melihat nomor kontak Cornelius yang menghubungi dirinya. Timothy menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya Sehingga sambungan telepon seluler itu tersambung kepada Cornelius.


"Iya bos!


"Aku tidak mau tahu bagaimana caranya selamatkan Camelia, dan habisi mereka satu persatu. Jangan biarkan mereka lolos, Albert bawa ke hadapanku!" perintah Cornelius di dalam sambungan telepon selulernya dengan nada meninggi membuat Timothy terhenyak.


"Baik bos, perintah Bos akan saya laksanakan." ucap Timoty di dalam sambungan telepon selulernya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak " PERJUANGAN CINTA ABIMAYU"

__ADS_1


__ADS_2