
Tepat pukul 08.00 di depan perusahaan Mahesa Group tampak sebuah mobil mewah berhenti di depan kantor. dari pintu depan keluar Irene dan di pintu sebelahnya Cornelius keluar. sebelum Irene masuk ke dalam kantor, Irene berpamitan kepada Cornelius.
"Aku masuk."ucapnya sambil mengembangkan senyumnya.
"Iya, Jangan lupa makan siang. Nanti malam aku akan menjemputmu. Kalau kau sudah pulang langsung hubungi aku ya." ujar Cornelius kepada Irene. Iya tidak ingin kejadian yang sama terulang lagi kepada Irene.
Cornelius maju selangkah memberikan kecupan hangat di kening Iran sebelum dia pergi dari sana
"hati-hati jangan balap-balap bawa mobilnya. Aku tidak mau kau kenapa kenapa."ujar Irene karena ia mengetahui sikap Cornelius yang senang sekali seenak jidatnya saja di jalan rakyat. seolah Jalan raya miliknya sendiri.
"Iya, jangan khawatir sayangku."ucap Cornelius sambil mengusap kepala iren.
"Aku pergi."
Cornelius pun berbalik kembali ke dalam mobil. Sementara irene masih setia berdiri di sana. Tersenyum melihat mobil Cornelius yang perlahan meninggalkan tempat itu.
Irene pun berbalik masuk ke dalam kantor. tiba-tiba ada suara orang memanggilnya.
"Irene... ! teriak Rina dan Ricardo bersamaan. Irene berbalik ke belakang melihat Rina dan Ricardo baru turun dari taksi online yang mereka tumpangi.
Rina dan Ricardo berjalan dengan cepat pergi menemui Iran yang menunggu mereka berdua. Mereka bertiga saling berpelukan satu sama lain. "Aduh sudah berapa hari kita tidak bertemu aku sampai rindu sekali kepada kalian."ucap irene sambil memeluk kedua sahabatnya.
"Iya, terakhir kali kau menghilang entah ke mana. sampai Cornelius menghubungiku untuk mencarimu. saat itu aku tahu kau menghilang aku dan Ricardo pergi mencarimu."ucap Rina sambil melepaskan pelukan dari Irene
"Tapi pas paginya aku dengar dari bos kau izin tidak masuk ke kantor, Aku senang berarti kau sudah kembali. Semua pekerjaanmu diarahkan kepadaku dan juga Ricardo.
"Tapi aku mau tanya malam itu kau kemana? Aku dan Ricardo sudah pergi mencarimu ke seluruh tempat yang pernah kau datangi. Bahkan aku menghubungimu tapi kau tidak menjawab teleponku sama sekali. Bahkan kau tidak mengabari salah satu dari kita berdua. Ada apa sebenarnya? Apa kau memiliki masalah? kalau kau memiliki masalah cerita kepada kita Siapa tahu kita bisa bantu."ucap Rina berharap sahabatnya terbuka kepada mereka.
"Kita berdua khawatir dengan keberadaanmu."timpal Ricardo yang benar-benar khawatirkan sosok Irene sahabat mereka.
__ADS_1
"Aku minta maaf sudah membuat kalian khawatir aku lupa untuk mengabari kalian. karena beberapa hari ini aku dilanda banyak masalah sampai aku bahkan lupa kalau kau menghubungiku.
"Ya sudahlah yang penting sekarang kau sudah bersama kita."sahut Rina sambil mengembangkan senyumnya
"Ayo kita masuk."ucap Ricardo mengajak Irene dan Rina masuk bersama.
di dalam lift khusus karyawan Ricardo tiba-tiba membahas Aris.
"tahu tidak beberapa hari yang lalu Aris muncul di kantor.
"Rina ikut menyambung perkataan Ricardo. "iya 3 hari yang lalu Bos memecat Aris dan dia diusir secara paksa keluar dari kantor.
"Bos memecatnya tanpa alasan, tapi baguslah. Orang seperti dia tidak bekerja lagi di sini jadi lebih aman sekarang. Irene yang mendengar itu terdiam tidak memberi tanggapan apapun.
Tapi wajahnya tampak terlihat ketakutan
"Irene kau kenapa? ucap Rina melihat wajah Irene Yang Tak biasa.
tatapan Irene fokus ke depan dia ketakutan mengingat Aris telah mati di kamar kost. Ia juga tidak tahu bagaimana Cornelius membereskan mayat Aris dari kamar kos itu.
Dia tidak mungkin memberitahu kejadian itu pada teman-temannya.
"Apa kau tidak senang Aris dipecat?"tanya Rina penuh selidik
"Aku tidak pernah peduli lagi dengannya semenjak dia menghianati cintaku dengan Maya sahabat kita dulu.
"Terus kau kenapa?"
"Tidak apa-apa."
__ADS_1
saat pintu lift terbuka siaran langsung keluar lebih dulu meninggalkan sahabatnya begitu saja.
Ricardo dan Rina saling melihat
"Irene kenapa ya tanya Rina penuh selidit kepada Ricardo.
Ricardo mengerdikkan bahunya membalas pertanyaan Rina
"Aku juga tidak tahu. Rina dan Ricardo keluar dari lift menyusul Irene yang buru-buru pergi
Irene langsung ke mejanya menarik kursinya lalu duduk. Dengan perasaan yang diselimuti dengan ketakutan yang rasa bersalah atas kematian Aris. Karena Rina dan Ricardo membicarakan tentang Aris. Irene jadi gelisah.
Tangannya keringat dingin, mengingat Aris yang hampir membunuhnya dan kematian Aris yang terjadi di depan mata kepalanya sendiri, itu membuat dirinya sedikit trauma
"Sampai Rina yang berdiri di belakang Irene memegang bahunya. Membuat Irene langsung berdiri dengan raut wajah yang ketakutan melihat Rina.
"Ada apa denganmu irene?"
"Kau tidak apa-apa kan? tanya Ricardo khawatir
Aku hanya kaget saja. Tapi kenapa wajahmu ketakutan begitu ucap Rina merasa ada sesuatu yang aneh pada diri Irene.
"Aku tidak apa-apa. Kalian tidak perlu mengkhawatirkanku."ucap irene tersenyum menyembunyikan wajahnya ketakutan dengan senyum palsunya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain