Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 147. IRENE KECELAKAAN _GKMBM


__ADS_3

"Kau paham kan, sekarang kenapa aku tidak pernah pergi meninggal kamu berhari-hari? itu karena aku takut jauh-jauh darimu."


"Iya,...iya


"Aku tutup teleponnya ya. Kau hati-hati di jalan. Nanti kalau sudah sampai di rumah kabari aku langsung."


"Siap Pak Bos."


Kau juga hati-hati ya. Ingat kita mau nikah tidak lama lagi. Jangan buat masalah yang aneh-aneh. Aku tidak mau ada masalah di pernikahan kita nanti. Cukup selesai pekerjaanmu, Jangan cari masalah.


"Iya Sayang, belum jadi istri saja sudah bawel. gimana kalau sudah jadi istri? sepertinya setiap pagi aku akan disemprot ocehan kamu." ucapnya sambil tertawa kecil.


Terserahlah mau bilang aku bawel, Tidak peduli. Yang penting ingat pesanku tadi.


"Iya sayang, aku tutup teleponnya."


"Iya, dah.... ucap Irene dengan nada suara yang manis menutup akhir pembicaraan mereka di telepon.


Cornelius yang berdiri di depan ujung jembatan dermaga disamperin oleh Timoty "Tuan semua sudah siap, kita sudah bisa berangkat sekarang."


"Semua barang sudah semua masuk?


"Sudah Tuan.


"Kalau begitu, kita berangkat sekarang. Aku tidak mau tahu, kita harus sudah kembali sore nanti."


"Baik Tuan."


Cornelius dan Timoty Jalan meninggalkan jembatan dermaga itu, pergi ke kapal mereka. Cornelius dan Timoty, akan melakukan perjalanan ke kota seberang, untuk menemui konsumen, mengantarkan barang mereka ke salah satu konsumen terbesar mereka di daerah tersebut.


Di bawah sinar matahari pagi, menjelang siang tampak menyinari bumi Jalan raya. tampak masih tidak terlalu padat. Mobil yang dinaiki Irene tampak melaju di jalan raya masuk ke dalam terowongan dan tidak lama kemudian mobil Irene keluar dari ujung lorong.


Tiba-tiba


Duarr....


Sebuah ledakan terjadi. Mobil yang di tumpangi Irene oleng. Karena ban mobil yang ditumpangi tiba-tiba pecah.


Bruk....


mobil yang ditumpangi iren menabrak pembatas jalan. Hingga tubuh Irene terjepit di dalam mobil. lagi-lagi wanita bercadar datang untuk menyelamatkan Irene, karena wanita bercadar itu mengetahui mobil yang dikendarai Irene tidak akan lama lagi akan meledak.


Ketika wanita bercadar itu membawa Irene yang tidak sadarkan diri, mobil yang ia tumpangi langsung meledak. Api yang berkobar keluar membakar seluruh mobil itu, setelah tembakan bom yang dilontarkan oleh sosok misterius, di atas bukit jalan yang memakai pakaian serba hitam, dan penutup wajah hitam dan serta topi hanya memperlihatkan kedua matanya.


Mobil-mobil yang baru keluar langsung dari terowongan yang selalu menghentikan mobil mereka. Lari turun melihat mobil Irene yang terbakar di tengah jalan raya.


Jalan itu dipenuhi dengan pengendara yang penasaran. Mereka berdiri melihat dari jauh menyaksikan api yang menjulang tinggi, berkobar membakar habis mobil itu tanpa sisa. Mereka mengira semua penumpang yang ada di dalam mobil itu, sudah hangus terbakar. Tak ada seorang pun yang mengetahui kalau wanita bercadar itu telah menyelamatkan Irene.

__ADS_1


Sementara kedua anak buah Cornelius, tidak sempat diselamatkan wanita bercadar itu lagi. Mobil sudah meledak terlebih dahulu. hingga penumpang yang menumpangi mobil itu, hanya Irene Yang selamat. Tetapi kondisi Irene saat ini, cukup memprihatinkan.


Salah satu pria yang ada di sana, tampak sedang berbicara di teleponnya dengan pemadam kebakaran. Oang itu memberitahu ada sebuah mobil terbakar tengah jalan.


Tiba-tiba


Duar.....


ledakan kembali terjadi. Orang-orang pada mundur menjauh, takut akan ada ledakan susulan.


Orang-orang tidak ada yang melakukan apa apa, selain menonton dan menunggu pemadam kebakaran, datang atau menunggu apinya menyusut. Barulah mereka bisa membantu orang-orang yang ada di dalam sana.


Di tengah laut, Cornelius tampak sedang berbaring di kursi menikmati indahnya pemandangan laut. Wajahnya tampak tersenyum melihat burung laut yang melintas di atas kapal.


Andai kau juga ada di sini. Pasti kau akan menyukai pemandangan ini." ucapnya tersenyum.


Tiba-tiba Timoty muncul menghampiri Cornelius dia berdiri di samping Cornelius.


"Tuan ada berita buruk." ucap Timoty yang tampak menundukkan kepala dengan raut wajah yang sedih.


Cornelius melepaskan kacamatanya bangkit dari tempat duduknya. Berita buruk apa?


Timoty terdiam sejenak.


"Katakan berita buruk apa, Kenapa kau diam?


Jeg!!!!


Dunia seperti berputar


Cornelius berdiri menarik kerah kemeja Timoty menatap dengan tajam. Kau baru saja mengatakan Irene sudah mati?" ucapnya dengan mata yang melotot dengan raut wajah yang tampak marah.


Iya Tuan."


Plak...


Tamparan keras mendarat di wajah Timoty. ujung bibirnya tampak mengeluarkan darah segar, terluka karena telapak tangan Cornelius.


"Jangan sembarangan berbicara kau." teriak Cornelis marah


"Irene baik-baik saja." ucapnya dengan nada suara yang penuh penekanan


Dia tidak mungkin mati. Cornelius mengeluarkan ponselnya menghubungi nomor Irene. Merasa perkataan Timoty semua itu kebohongan.


"Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan."


Cornelius mulai tampak gelisah pada saat nomor Irene ternyata tidak aktif. Dia berusaha menghubungi nomor telepon Irene kembali.

__ADS_1


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan."


Bruk....


cornelius membanting ponselnya kesal, tak bisa menghubungi iren.


"Ini tidak mungkin, Irene pasti masih hidup." ucap Cornelius dengan tubuhnya melepaskan jatuh ke lantai, masih tidak percaya omongan Timoty


Cornelius tampak menundukkan kepala tangannya melemas, tak bertenaga seperti darahnya berhenti mengalir. Tubuhnya dan jantungnya berhenti berdetak.


Ini tidak mungkin.


"IRENE.......!!!!!!!!


Tidak.... tidak....tidak," ucapnya meneteskan air mata dengan kepala yang tertunduk.


"IRENE..... !!!!!!!


teriaknya menatap ke atas ke langit tidak menerima Irene sudah pergi meninggalkannya.


Angin laut yang terasa panas, seperti mengibaratkan jiwa Cornelius yang terbakar. dan kicauan burung laut yang terbang di atas langit biru cerah, bagaikan suara tangisan Cornelius.


Cornelius meminta anak buahnya untuk segera memutar haluan, segera kembali ke kota Santa Monica. Mereka ingin mengetahui kabar yang sebenarnya. Saat itu juga Timoty meminta awak kapal, untuk segera memutar haluan menghantarkan Timothy dan Cornelius kembali ke kota Santa Monica.


Beberapa menit kemudian, mereka pun sudah tiba di dermaga. Anak buah Cornelius yang sudah bersedia untuk menjemput mereka di dermaga sudah stand by di sana. Cornelius turun dari kapal yang sudah mendarat di dermaga, langsung masuk ke dalam mobil berwarna hitam yang sudah menunggu Cornelius dan Timoty.


Mereka langsung menuju kejadian tempat perkara. Tetapi mobil yang ditumpangi Irene memang benar-benar sudah hangus terbakar tidak ada sisa sedikitpun. Cornelius menangis histeris Ia tidak mampu berkata-kata. Ia tidak mampu menopang bobot tubuhnya. Ia pun meminta anak buahnya untuk segera menyelidiki Apa penyebab kecelakaan dan hangusnya mobil yang ditumpangi Irene


Cornelius meminta kepada anak buahnya untuk segera mengantarkan dirinya ke rumah sakit di mana Tuan Bernando berada Ia ingin meminta maaf kepada Tuhan Bernardo karena dirinya tidak mampu menjaga Irene.


Saat Cornelius sudah tiba di sana. Ia terhenyak, dokter Aliando sudah menunggu Cornelius di sana." kamu dari mana saja? aku hubungi kamu, tapi kenapa kamu tidak mengangkat kamu dari mana saja? Cornelius hanya menangis histeris, tidak mampu berkata-kata.


lalu ia pun mengatakan sesuatu yang terjadi kepada Irene, dan mengatakan kalau mobil Irene kecelakaan dan Irene hangus terbakar. "Kau tenang saja. Irene tidak kenapa-kenapa. Irene ada di rumah sakit ini, Salah satu dokter ahli sudah menanganinya. Ada seorang wanita bercadar membawa Irene ke rumah sakit ini. Dan dia pergi begitu saja tanpa mengatakan sesuatu apapun.


Tetapi ia langsung membawa Irene ke ruang UGD. Karena saya mengenal Irene makanya aku langsung memberikan pertolongan kepadanya." ucap dokter Aliando membuat Cornelius bernafas lega.


"Apakah kau serius? apa yang kau katakan ini benar?" tanya Cornelius begitu penasaran seolah tidak percaya. "Kalau kakak tidak percaya, Ayo kita ke ruang UGD. Tapi wanita bercadar itu berpesan, tolong Irene dijaga dengan baik. Jangan sampai dia kenapa-kenapa.


Dan wanita bercadar itu juga mengatakan kalau Irene untuk sementara waktu, tidak diperbolehkan keluar. Karena ada seseorang yang mengincarnya." Dokter Aliando memberitahu pesan yang ditinggalkan oleh wanita bercadar itu, di dalam selembar kertas.


Dokter Aliando pun memberikan selembar kertas itu kepada Cornelius. Cornelius langsung meminta kepada dokter Aliando, untuk segera mengantarkannya kepada Irene. Terlihat Irene sudah berbaring lemah di rumah sakit, di atas branker. Ia belum sadarkan diri. Tetapi dokter ahli sudah menanganinya dan tinggal menunggu Irene sadarkan diri.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Antara kutub Utara dan Selatan.(YOU & ME


__ADS_2