
Merasa ada seseorang ada di lokasi itu, mereka semua mengangkat senjata seperti melihat sosok bayangan tadi. Mereka semua lari masuk ke dalam. Tapi saat mereka ke sana, anak buah Tuan Jason sudah tidak ada. Tapi bom asapnya ternyata ditinggalkannya di sisi tembok.
"Tidak ada orang di sini, apa kau tidak salah lihat." ucapnya Selasa anak buah Cornelis ke teman yang melihat bayangan itu. Saat temannya akan bicara, Tiba-tiba asap mengelilingi mereka semua dengan cepat. Di situ mereka Langsung jatuh pingsan.
Tiba-tiba dari kejauhan, anak buah Tuan Jason keluar dari persembunyiannya. Dia keluar tampak menggunakan masker gas. Berjalan Pergi mengambil bom asapnya sudah kosong.
Saat dia sudah memanggangnya, terdengar suara langkah kaki seseorang. Anak buah Tuan Jason cepat berbalik pergi membawa bom asapnya.
Dari kejauhan, anak buah Tuan Jason mengintip dari balik tembok. Melihat Tuan Bernando keluar. Dia seketika mengeluarkan bom asapnya yang lain, dan kembali Tuan Bernando yang sudah jongkok melihat anak buah Cornelius.
Dia menunggu kesempatan bagus sebelum melepaskan bom asapnya itu. Saat Tuan Bernando sudah berdiri akan berbalik pergi. Di situlah anak buah Tuan Jason, menggelindingkan bom asap itu sampai mengenai belakang sepatunya.
Tuan Bernando berbalik melihat benda itu. Tidak lama kemudian asap ikut keluar seperti kabut. Dengan menggunakan masker gas, anak buah Tuan Jason masuk ke dalam sampai bertemu dengan Tuan Bernardo.
Tuan Bernando menarik kerah baju anak buah Tuan Jason. Tapi sayangnya, Tuan Bernardo sudah lebih dulu Jatuh Pingsan Sebelum memeluknya. Anak buah Tuan Jason meninggalkan Tuan Bernando dan berjalan dengan santai. Pergi ke arah kamar kost Irene, dia berhenti tepat di depan pintu kamar Irene. Dia langsung mencoba membuka pintu dan ternyata pintunya terbuka.
Bukannya masuk, dia malah lari ke ujung untuk bersembunyi. Karena dia ingin lihat siapa yang akan keluar. Irene menolehkan kepala, keluar dari pintu. Di saat itu juga dia kembali mengeluarkan bom asapnya. Di saat Irene sudah masuk ke dalam, anak buah Tuan Jason buru-buru jalan ke sana. Dan berdiri di samping pintu, melemparkan bom asap itu ke dalam. Tidak lama kemudian, reaksinya sama seperti Tuan Bernando pun terjadi Irene langsung jatuh pingsan.
****
Anak buah Tuan Cornelius langsung menuju rumah sakit,di mana keberadaan Camelia. Tentunya setelah mendapat perintah dari Cornelius. "Lakukan dengan sempurna, jangan sampai ada yang mencurigai kalian datang ke rumah sakit itu"
"Baik Tuan, perintah anda akan segera kami laksanakan. Anak buah Cornelius langsung pergi meninggalkan Cornelius dan Tuan Bernardo di sana, untuk melakukan misi mereka menculik Camelia.
Cornelius yakin, Tuan Jason tidak akan berkutik jika Camelia berada di tangan mereka.
__ADS_1
"Apa kau yakin rencanamu ini akan berhasil? tanya Tuan Bernando kepada Cornelius.
"Aku yakin Jason benar-benar menyayangi adiknya, karena hanya Camelia anggota keluarganya Yang tertinggal."sahut Cornelius dengan penuh keyakinan, Kalau rencana mereka berhasil untuk membuat Tuan Jason tidak berani melakukan apa-apa terhadap Irene.
Sementara di tempat lain, tepatnya di rumah sakit yang dipimpin oleh dokter Aliando. Terlihat Camelia sangat gelisah, karena menunggu dokter Aliando yang masih tertidur. "Lebih baik aku keluar cari minum saja. Bosan juga di sini, menunggu dokter Aliando yang masih istirahat."gumam Camelia dalam hati sembari beranjak dari tempat duduknya meninggalkan dokter Aliando tertidur di sofa.
Camelia berlalu dari rumah sakit. Ia menuju Cafe tongkrongan yang lokasinya tidak jauh dari rumah sakit itu. Di saat yang bersamaan, anak buah Tuan Cornelius yang sudah memantau Camelia berada di rumah sakit. melihat Camelia masuk ke sebuah Cafe.
Anak buah Cornelius terus memantau Camelia dari ujung seberang. Saat kamu lihat ingin balik ke rumah sakit, seorang anak buah Cornelius menghampirinya dan langsung membekapnya dengan sapu tangan yang berisikan obat bius.
Hingga membuat Camelia tidak sadarkan diri dan mereka pun membawa kami melihat masuk ke dalam mobil itu.
"Misi kita berhasil!" ikat tangan dan kakinya dan tutup mulutnya." perintah salah satu anak buah Cornelius kepada anggota lainnya.
Kini tangan kaki Camelia sudah diikat dan mulutnya ditutup dengan lakban hitam. "Aku yakin ini akan berhasil membuat Tuan Jason, tidak akan berbuat macam-macam kepada Nona Irene." ucap anak buah Cornelius yang satunya dibalas anggukan dari temannya.
Ketika anak buahnya sudah tiba di rumah kost Irene. Mereka meninggalkan rumah kost Irene, dengan membawakan cincin yang diincar oleh Tuan Thomson. Mobil melaju dengan kencang, sementara anak buah Tuan Cornelius lainnya berjaga. Dan sebagian lagi mengikuti mobil yang mereka tumpangi sampai ke markas.
Saat mereka sudah tiba di markas, dan posisi saat ini, Camelia sudah tidak sadarkan diri. Cornelius menghubungi nomor ponsel yang menghubungi dirinya sebelumnya.
Tuan Jason mengembangkan senyumnya setelah mendapat sambungan telepon seluler dari Cornelius."Kembalikan Irene sekarang juga, kalau kau tidak ingin adik kesayanganmu mati di tanganku." ancam Cornelius di dalam sambungan telepon selulernya.
Membuat mata Tuan Jason langsung membulat. seper detik kemudian, Cornelius langsung mematikan sambungan telepon selulernya, lalu mengirimkan rekaman video kalau saat ini, Camelia berada di tangannya dan saat ini keadaannya tidak berdaya.
Saat Tuan Jason melihat rekaman video yang dikirimkan oleh Cornelius kepadanya. Mata Tuan Jason melotot.
__ADS_1
"Manusia keparat!!!!! teriak Tuan Jason yang mampu mengagetkan Tuan Thomson.
"Ada apa?
"Adikku menjadi tawanan Cornelius. Dia memintaku mengembalikan Irene agar adikku tidak ya bunuh."
Tuan Thomson tidak terima kalau Irene akan dikembalikan begitu saja dengan barter Camelia bebas dari Cornelius.
"Jangan pernah kau lakukan itu, Aku tidak ingin Bernando bebas membawa barang itu dariku. Biarkan saja adikmu menjadi korban." ucap Tuan Thomson yang mampu membuat Tuan Jason emosi, melihat Tuan Thomson yang ingin membuat adiknya mati di tangan Cornelius, hanya karena ingin merebut cincin yang dipegang oleh Tuan Bernardo.
"Kau sudah gila, Aku akan menyelamatkan adikku dengan caraku sendiri. Aku tidak butuh pendapatmu. Sekarang juga lepaskan Irene aku akan bawa Irene bersama aku." ucap Tuan Jason memerintahkan tangan kanannya.
Tetapi saat itu juga, anak buat Tuan Thomson langsung menodongkan senjata kepada tangan kanan Tuan Jason, agar mereka tidak membawa Irene dari genggaman Tuan Thomson dan anak buahnya.
Kini keduanya saling berdebat antara menyerahkan Irene atau tidak. Menggantikan Irene dengan Camelia atau menggantikan Irene dengan cincin yang dipegang oleh Tuan Bernando. "Kau jangan gila Tuan, Aku menyayangi adikku, tidak mungkin aku biarkan adikku mati di tangan pria brengsek itu."teriak Tuan Jason.
Tapi Tuan Thomson seolah tidak peduli dan anak buahnya terus menodongkan senjata kepada tangan kanan Tuan Jason.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Antara kutub Utara dan Selatan.(YOU & ME)
__ADS_1