
Di tempat lain tepatnya di kediaman Cornelius terlihat dokter Aliando sudah tiba di sana. Dokter Aliando langsung masuk ke dalam rumah, Setelah bertanya kepada anak buah Cornelius yang berjaga di pintu gerbang dan juga pintu utama dilengkapi dengan senjata api.
"Apa yang terjadi, Mengapa Kak Cornelius memanggilku ke sini?" Tanya Dokter Aliando kepada anak buah Cornelius yang berjaga di pintu utama. "Anak buah Cornelius yang berjaga di sana pun tidak berani buka bicara, dan langsung mempersilahkan dokter Aliando, masuk ke kamar. dimana Tuan Bernando Henderson dirawat.
Dokter Aliando meninggalkan anak buah Cornelius yang tak kunjung menjawab pertanyaannya. Salah satu anak buah Cornelius datang menghampiri dokter Aliando."Tuan dokter sudah ditunggu di kamar."ucapnya sambil mempersilahkan dokter Aliando masuk ke kamar.
Terlihat Irene terus menangis menatap Tuan Bernando dengan tatapan iba. Cornelius berusaha meminta maaf kepada gadis kecil pujaan hatinya. Dia benar-benar tidak menyangka kalau lelaki paruh baya yang menjadi incarannya, merupakan ayah kandung dari Irene.
"Aku ingin mengetahui kejahatan Apa yang dilakukan Tuan Thomson. Hingga dirinya memburu Tuan Bernando. Saat dokter Aliando sudah tiba di sana, Cornelius meminta kepada dokter Aliando untuk segera memberikan pertolongan dan pengobatan yang eksklusif kepada tuan Bernando
"Siapa dia, Mengapa kau harus memintaku cepat-cepat datang kemari. Apa kau pikir hanya kau saja yang ku urus?" Tanya Dokter Aliando sambil menatap Cornelius dengan tatapan tajam. Dia Tuan Bernando, ayah kandung irene, lelaki yang aku ceritakan yang menjadi incaranku. Tentu sebelumnya kau sudah tahu misiku untuk mencari lelaki ini." ucap Cornelius kepada dokter Aliando.
Dokter Aliando langsung meraih teleskop yang ada di tas dokternya. Saat dokter Aliando memeriksa kondisi kesehatan Tuan Bernando, Ia pun menggelengkan kepalanya.
"Dia dehidrasi dan terlalu kelelahan membuat daya tahan tubuhnya semakin berkurang. hingga dirinya tak sadarkan diri."
Saat sudah terbangun nanti, kasih makan dan minum yang cukup. Agar kondisi kesehatannya cepat pulih kembali. Aku akan memberikan suntikan obat untuk menambah tenaga dan mengurangi rasa sakit yang ada di kakinya sepertinya.
Tuan Bernardo mengalami cedera. dokter Aliando kembali memeriksa seluruh Tubuh Tuan Bernando.
"Bagaimana kondisi ayah saya dokter, apa dia baik-baik saja?tanya Irene penuh selidik."Dia hanya dehidrasi dan kelelahan. Tetapi di bagian kakinya sepertinya ada yang terkilir. Nona Tenang saja, aku akan memberikan suntikan obat untuk mengurangi rasa sakit di luka Tuan Bernando
"Biarkan dia dulu istirahat." ujar dokter itu sambil mengembangkan senyumnya. Cornelius kembali bertanya kepada dokter Aliando kapan Tuan Bernando akan sadar. membuat dokter Aliando sedikit kesal menatap Cornelius yang tak kunjung sabar.
"Jangan kau kira aku pesulap. Semuanya kau mau instan. Obat juga butuh proses meresap ke tubuh Tuan Bernando. Jadi jangan mengulangi pertanyaan yang sama lagi. sabarlah Tuan Bernando pasti akan sadar." ucap dokter Aliando yang sudah terlihat kesal menatap Cornelius.
__ADS_1
Ketika dokter Aliando sudah siap memeriksa kondisi kesehatan Tuan Bernando berlanjut dokter Aliando berpamitan kepada Cornelius dan juga Irene yang masih menangis di sana. "Nona jangan khawatir, tidak perlu menangis. sebentar lagi Tuan Bernardo akan sadar." ujar dokter Aliando kepada Irene dibalas anggukkan dari Irene.
15 menit kemudian, Setelah dokter Aliando meninggalkan Tuan Bernardo, Irene dan juga Cornelius di sana, akhirnya Tuan Bernando bangun dari tidurnya. Ia mendengar suara tangis Irene. membuat Tuan Bernando langsung meraih tubuh Irene kepelukannya.
"Jangan menangis, Ayah masih hidup. Ayah tidak kenapa-kenapa. Saat Tuan Bernando terbangun dan melihat figura yang ada di dinding kamar itu, membuat Tuan Bernando teringat kejadian 27 tahun silam.
figura itu memperlihatkan sebuah foto komisaris polisi dan istrinya yang dulu mati di tangan rekan yang merupakan komisaris polisi juga, dan Tuan Thomson. Tuan Thomson bekerja sama dengan komisaris polisi yang berpihak kepada mafia.
"Maaf kau mengenal komisaris polisi itu?" tanya Tuan Bernando kepada Cornelius.
"Iya, dia ayah dan ibu kandung saya. dan yang digendong oleh wanita itu, adalah saya sendiri saat masih kecil.." ucap Cornelius kepada Tuan Bernardo yang mampu membuat, Tuan Bernando hendarson terengah.
"Aku tidak salah lagi, kau ternyata merupakan putra dari komisaris polisi yang meninggal di tangan Tuan Thomson." ucap Tuan Bernando yang mampu membuat Cornelius teringat.
"Iya, Ayah kamu meninggal di tangan Tuan Thomson dan ibu kamu juga meninggal di tangan para komisaris polisi itu. Aku menyembunyikan bukti-bukti ini kepada mereka. Agar aku dapat memberikannya langsung kepadamu. sudah sangat lama aku mencarimu.
Ternyata kau putra dari komisaris polisi yang dulu membantu aku. Aku memang pernah menjadi anak buah Thomson. "Tetapi ayah kamu menyadarkanku saat itu. Sebelum kejadian naas itu menimpa kedua orang tuamu.
Benarkah Tuan?" kau mengetahui segalanya. "Apa memang benar demikian?" tanya Cornelius untuk kembali meyakinkan dirinya Karena dirinya tidak percaya begitu saja Thomson melakukan hal picik seperti itu.
Tuan Bernando memberikan sebuah Card memory kepada Cornelius. Kau bisa mendengar apa yang mereka bicarakan, saat berbicara di dalam sambungan telepon seluler.
"Dan bagaimana cara orang itu membunuh kedua orang tuamu semua ada di sini." ucap Tuan Bernando sambil mencari kotak kecil yang ia simpan sejak dulu. Ia selalu menyimpannya di bagian tubuh yang paling sensitif, agar setiap orang tidak mengetahuinya.
Tuan Bernando berusaha bangkit dari pemberiannya, berniat untuk mengambil card itu dari bagian tubuh sensitifnya. Ia berlalu ke kamar mandi, lalu mengambil card itu.
__ADS_1
"Disini semua bukti buktinya ada." ucap Tuan Bernando kepada Cornelius. Cornelius langsung meminta kepada asistennya untuk memutarkan video itu melalui layar laptop miliknya.
Saat Cornelius mendengar dan melihat Bagaimana cara orang itu membunuh kedua orang tuanya dan Bagaimana perencanaan orang itu, Cornelius mengeraskan rahangnya dan menggertakkan giginya.
" Aku tidak akan mengampunimu Thomson! lihat saja kau akan mati di tanganku. Kau ternyata pembunuh ayahku dan kau juga membunuh ibu kandungku sendiri. Kau tidak akan lepas dariku.
Ternyata kau sengaja memintaku untuk mencari Tuan Bernardo, hanya untuk menggapai impianmu. agar aku tidak mengetahui kau lah pembunuh kedua orang tuaku yang sebenarnya." teriak Cornelius yang tidak terima apa yang dilakukan oleh Thomson kepadanya.
Cornelius untuk saat ini tidak percaya begitu saja kepada pihak Kepolisian. Ia ingin menghabisi nyawa Tuan Thomson dengan tangannya. Tentunya itu tidak mudah baginya karena anak buah Tuan Thomson banyak dan berada di mana-mana.
Aku akan melakukannya sendiri. Kau tenang saja. Tunggu aku Thomson!" teriaknya tidak sabar lagi ingin menghabisi Tuan Thomson. Irene yang paham akan rasa emosi Cornelius pun, langsung berusaha untuk meredam emosinya.
"Kau jangan gegabah, kita akan membalaskan ini semua, dengan cara yang sama sekali tidak diketahui Tuan Thomson kau tenang saja." ucap Bernando dan Irene bersamaan. Membuat Cornelius langsung menoleh ke arah irene dan Bernando dan juga Irene. Di bawah kekejaman Cornelius, ternyata ada raut kesedihan juga di wajahnya. setelah ia mengetahui kalau ayah dan ibu kandungnya sendiri, mati di hadapannya. ternyata Thomson yang melakukannya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain
" Hasrat Tuan Muda Arogant"
__ADS_1