
"Tidak ada tapi tapi. Aku perlu dengannya. ucap Irene dengan nada meninggi membuat anak buah Cornelis langsung menunduk membawanya ke pintu ruang bawah tanah. lalu mempersilahkan Irene turun menuruni anak tangga.
Irene sedikit khawatir karena melihat ruangan itu gelap gulita. Di sebelah kanannya ada sinar dari lampu putih. Di bawah lampu itu ada Cornelius berdiri bersama, Lisa dan juga Timothy dia belum melihat sosok Tuan Bernando di sana.
Mendengar suara langkah masuk ke ruang bawah tanah, Cornelius dan yang lainnya membalikkan pandangan menatap Irene yang tiba-tiba ada di ruang bawah tanah. "Sayang kamu ngapain Di Sini? bukannya kamu seharusnya di kantor?" tanya Cornelius penuh selidik.
Irene melangkahkan kakinya melihat seorang pria paruh baya yang sudah diikat dengan rantai tebal menundukkan kepalanya.
"Irene menatapnya dengan seksama. Ia tidak menjawab Cornelius sama sekali. Ia melihat dari postur tubuh pria paruh baya itu, ayahnya sendiri.
Irene menghampiri pria paruh baya itu, dan mengangkat dagu pria paruh baya itu yang sudah tidak berdaya.
"AYAH......!!!!! teriak Irene menangis histeris memeluk tuan Bernando di sana.
"Ayah Kenapa ada di sini, Ayah mengapa begini? jerit tangis Irene yang membuat Cornelius menatap Irene dan Tuan Bernando secara bergantian.
Cornelius merasa heran Irene memanggil lelaki yang menjadi incarannya selama ini dipanggil Irene dengan panggilan ayah.
"Ayah ....
"Maksud kamu apa sayang?
Irene tidak menjawab dan terus memeluk Tuan Bernando.
lalu iren berdiri melayangkan beberapa tamparan yang sangat luar biasa di wajah tampan Cornelius.
"Kesalahan apa yang Ayah ku lakukan kepadamu, sehingga kamu tega membuatnya seperti binatang seperti ini!
"Kau memang pria yang sangat kejam! mampu melakukan ini sama orang yang tidak berdaya.
Terlihat Irene menampar Cornelius membabi buta,sambil menangis sesungguhkan membuat Cornelius langsung terdiam tidak membalas sama sekali. Ia tidak percaya.
__ADS_1
"Ayah,?
" Iya, Dia Ayahku, Ayah yang membesarkan aku semenjak kecil."teriak irene sambil terus memeluk Tuan Bernando.
Timothy yang mendengar itu pun langsung terhenyak. Sementara Lisa tidak kalah terkejut mendengar kenyataan Kalau Tuan Bernando hendarson merupakan ayah kandung Irene wanita yang selama ini dicintai oleh Cornelius.
Cornelius memberi kode kepada anak buahnya untuk segera melepaskan ikatan Tuan Bernando.
"Ayah apa yang terjadi? katakan kepada Irene. terakhir kali ayah datang menemui Irene di kamar kos Irene, Ayah meminta uang kepada Irene untuk membayar hutang-hutan Ayah. apa Ayah memiliki hutang kepada Cornelius?"
tanya Irene kepada ayahnya penuh selidik.
"Maafkan ayah, ayah sama sekali sebenarnya tidak memiliki hutang. Ayah meminta pinjaman uang kepadamu untuk dana Ayah bepergian kemana-mana untuk menyembunyikan bukti-bukti yang kuat agar orang-orang jahat seperti Tuan Thomson tidak melenyapkan bukti-bukti yang Ayah pegang.
Maksud apa Ayah apa? coba cerita kepada Irene. Tuan Bernando menatap putrinya lalu mengelus wajah mulus putrinya
"Kau kenapa berada di sini? apa kau mengenal pria itu? tanya Tuan Bernardo penuh selidik.
"Dia Cornelius kekasihku." sahut Irene sambil menangis sesungguhkan.
"Ayah ingin mengungkap segala kebenaran yang terjadi 27 tahun yang lalu. Tetapi orang-orang jahat itu mengincar Ayah, agar mereka dapat melenyapkan bukti-bukti itu.
"Bukti-bukti Apa maksud Ayah? tanya irene penuh selidik
"Nanti akan Ayah jelaskan semuanya." ucapnya dengan nada melemah, tiba-tiba Tuan Bernando kehilangan kesadarannya. membuat Irene langsung menjerit minta tolong kepada orang-orang yang ada di sana. Cornelius berniat untuk membopong tubuh ayah Irene.
Tetapi Irene langsung mendorong tubuh Cornelius sehingga Cornelius langsung tersungkur di sana. Lisa menghampiri Irene "Biarkan dia membantumu." mohon Lisa kepada Irene, Irene sama sekali tidak menjawab, lalu Cornelius pun kembali bangkit meraih tubuh Tuan Bernardo membawanya keluar dari ruang bawah tanah.
"Hubungi dokter Aliando sekarang." teriak Cornelius kepada Timothy. Timoty langsung meraih ponselnya yang ada di saku celananya menghubungi dokter Aliando agar memberikan pertolongan kepada Tuan Bernardo.
Cornelius membawa Tuan Bernardo masuk ke kamar tamu. Ia membaringkan tubuh Tuan Bernando di sana. Lalu meminta mengganti seluruh pakaian Tuan Bernando. Yang sudah berlumuran darah dan debu kotoran yang ada di ruang bawah tanah.
__ADS_1
Irene menatap ayahnya ia tidak tega melihat kondisi Ayahnya yang begitu memprihatinkan. "Apa salah ayahku kepadamu, sehingga kau tega melakukan ini semua kepada ayahku? Kau benar-benar lelaki yang sangat kejam."teriak Irene yang tak mampu membendung air matanya.
Cornelius meraih tubuh Irene meminta maaf kepada Irene. Kalau dirinya juga tidak mengetahui kalau Tuan Bernardo merupakan ayah kandung Irene. "Maafkan aku sayang, Aku tidak mengetahui kalau Tuan Bernardo merupakan ayah kandungmu. Jika aku mengetahuinya Aku tidak akan menyetujui kesepakatan ini.
Bahkan aku akan melindungi Ayah kamu, dari orang-orang tuan Thomson." ucap Cornelius kepada Irene. Tetapi Irene tidak dapat membendung air matanya. Dia hanya terus menangis menatap ayahnya yang berbaring lemah di atas tempat tidur.
Cornelius sengaja tidak membawa Tuan Bernando ke rumah sakit, karena mereka khawatir anak-anak buah Tua Thomson berada di mana-mana untuk mengikuti mereka.
Irene terus menangis lalu mengelus wajah pucat ayahnya, yang sudah tampak tidak berdaya. "Bertahanlah Ayah, aku yakin Ayah kuat. Ayah sayang kepada Irene kan?
"Kalau ayah di sini, lalu dimana Mam?" tanya Irene karena dirinya tidak menemukan sosok Nyonya Bernando di rumah sederhana milik mereka.
"Apa kau juga menyekap mamaku sama seperti apa yang kau lakukan kepada ayahku?" tanya Irene penuh selidik kepada Cornelius menatap Cornelius dengan tatapan tajam.
"Tidak, yang menjadi incaranku Hanya Tuan Bernando saja, sesuai dengan perintah Tuan Thomson. Irene menggelengkan kepalanya menatap Cornelius dengan tatapan kebencian.
"Aku tidak menyangka, kau tega melakukan ini kepada ayah kandungku sendiri.
"Dengarkan aku dulu, Aku tidak mengetahui Tuan Bernando merupakan ayah kandungmu. jika aku mengetahuinya Aku tidak akan melakukan ini semua dan tidak menyetujui kesepakatan dengan Tuhan Thomson.
"Aku juga penasaran mengapa Tuan Thomson memintaku untuk menangkapnya hidup-hidup dan menyerahkan Tuan Bernardo kepada tuan Thomson. Ternyata seperti penuturan ayahmu, kalau dirinya memiliki rahasia besar bukti-bukti yang kuat untuk menyeret Tuan Thomson ke dalam penjara dan beberapa komisaris polisi lainnya.
"Aku curiga 27 tahun yang lalu ayahku meninggal dengan secara tragis di tangan para mafia. Aku malah curiga Kalau Tuan Thomson pelaku pembunuhan kedua orang tuaku. Dan bukti-buktinya berada di tangan ayahmu." ucap Cornelius yang belum mengetahui bukti yang sebenarnya apa yang dipegang oleh Tuan Bernando.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain
__ADS_1
" Hasrat Tuan Muda Arogant"