Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 148. TANGIS CAMELIA _GKMBM


__ADS_3

Cornelius masih sangat penasaran siapa sosok wanita bercadar yang selalu menolong Irene saat dirinya benar-benar membutuhkan pertolongan. Ia juga mau minta pada anak buahnya untuk mencari tahu siapa sosok wanita bercadar itu.


"Sayang bangun dong....Apa kamu tau jantungku seolah berhenti berdetak, setelah mendapat kabar duka darimu yang mengatakan kalau kamu sudah mati hangus terbakar di dalam mobil yang kamu tumpangi. Tetapi sepertinya takdir masih dapat mempersatukan kita. Aku yakin dengan kekuatan cinta yang kita miliki, membuat kamu selamat dari kecelakaan maut itu.


Sejujurnya aku ingin berterima kasih kepada orang yang membantu dirimu. Tetapi aku sama sekali tidak mengetahui siapa sosok wanita bercadar yang selalu setia membantu dirimu. Kamu harus kuat Sayang demi ayahmu Tuan Bernando. Kamu sayang kan, kepada ayahmu?" tanya Cornelius seolah-olah membuat Irene sadarkan diri dan dapat mendengar apa yang ia ucapkan.


Tiba-tiba seseorang datang menghampiri Cornelius. Mereka telah menyelidiki Apa penyebab kecelakaan yang menimpa Irene yang ternyata kecelakaan itu unsur kesengajaan.


Dan ledakan yang terjadi, sehingga mobil yang ditumpangi Irene meledak, itu akibat seseorang yang menembakkan bom meletup ke mobil yang ditumpangi Irene, setelah ban mobil yang ditumpangi oleng, sampai menabrak pembatas jalan.


Cornelius menggertakkan giginya. Siapa lagi yang berani bermain-main denganku, Apa dia belum mengetahui siapa aku yang sebenarnya? cari tahu siapa orang yang mengusik kehidupan orang-orang yang aku sayangi. Jangan berikan dia ampun, jika kau mengetahui Siapa dalang di balik ini semua, habis dia." perintah Cornelius kepada anak buahnya yang membawa kabar tentang kejadian yang menimpa Irene.


"Baik Tuan!"


Salah satu anak buah Cornelius yang membawa kabar itu, langsung pergi berpamitan kepada Cornelius. Untuk segera melakukan tugasnya yang sesuai dengan perintah Cornelius.


Sementara di tempat lain, tepatnya di rumah yang selama ini ditempati oleh Tuan Jason dan adiknya Camelia. Terlihat Camelia menangis sesungguhkan setelah mendapat kabar tentang berita duka yang menimpa Tuan Jason, kalau kakak yang paling menyayangi dirinya dan juga yang ia sayangi telah meninggal dunia.


Camelia belum bisa percaya begitu saja, kalau sang kakak telah meninggalkan dirinya untuk selamanya. Ia pun berbicara kepada anak buah Tuan Jason seolah-olah Tuan Jason masih benar-benar hidup.


Para anak buah Tuan Jason yang masih tersisa, berusaha untuk menenangkan Camelia. Tetapi untuk saat ini, geng mafia yang dipimpin Tuan Jason, benar-benar lumpuh total. Membuat aset milik Tuan Jason terancam direbut oleh kawanan mafia yang selama ini menginginkan aset-aset milik Tuan Jason.

__ADS_1


Satu minggu telah berlalu, setelah kejadian itu. Kehidupan Camelia terasa kosong. Ia benar-benar merasa kehilangan sosok seorang lelaki yang selama ini selalu memantau dan melindungi dirinya. Ia tampak masih merasakan kesedihan yang begitu mendalam, atas kehilangan sosok pria yang paling berharga di hidupnya.


Kedekatan Camelia dan juga Tuan Jason begitu dalam. Memberikan banyak memori yang membuat tangis Camelia bisa pecah. Apalagi kalau ia mengingat sosok kakaknya yang selalu mengomeli dirinya. Agar selalu menjaga diri dan tidak kepergian ke mana saja. Karena kapan saja musuh-musuhnya dapat menyerang mereka secara tiba-tiba.


Saat ia mengingat kakaknya seperti keadaan sekarang, di mana Camelia tampak berada di depan makam kakaknya. Mengenakan baju serba putih, dan kacamata hitam. Ia terlihat jongkok memegang bunga tulip putih.


Di balik kacamata hitam itu, ada kesedihan yang sedang disembunyikannya. Dia tidak mau terlihat cengeng di depan makam kakaknya. Karena kakaknya paling membenci wanita yang cengeng. Karena selama ini Tuan Jason selalu mengajarkan kepada Camelia untuk tetap kuat, dalam menjalani kehidupan apapun.


Dia berusaha tersenyum, walau hatinya terasa begitu sakit. Camelia meletakkan rangkaian bunga tulip itu di depan Nissan kakaknya. sambil mengusap nisan kakaknya itu.


"Sudah satu minggu lamanya peristiwa terjadi. Tapi aku belum bisa menerima kenyataan itu. Aku tahu Kakak sekarang sudah bahagia di atas sana. Dunia kita sudah berbeda. Tapi kakak masih ada di dalam hati. kakak pasti sangat mengetahui itu karena Camelia sangat menyayangi kakak.


Persetan dengan cinta terhadap Cornelius, karena dirinya sama sekali tidak pernah melirikku. Dia sudah memiliki wanita yang sangat ia cintai. Wanita yang dulu membantu Camelia, dari kawanan penjahat yang ingin membunuh Camelia.


Semenjak aku mengetahui, Kakak berniat untuk membunuh Cornelius, Aku sebenarnya berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Kakak dengan Cornelius. Tapi hingga saat ini, Camelia sama sekali tidak mengetahui apa penyebabnya. Sehingga Kakak sangat-sangat membencinya.


Padahal Cornelius adalah salah seorang yang membantu Camelia selamat dari kawanan penjahat itu. Karena dirinya membunuh orang-orang itu, untuk menyelamatkan nyawaku. Sekalipun dia mengatakan untuk menyelamatkan kekasihnya Irene. Tapi tetap saja, Camelia merasa bahagia. Secara tidak langsung dia sudah melindungiku.


Tapi setelah Camelia tau begitu dalam cinta Irene dan Cornelius begitu mendalam. Begitu juga dengan Cornelius terhadap Irene, ia mampu melakukan apapun untuk kebahagiaan Irene. Untuk itu, Aku tidak ingin merusak hubungan mereka berdua.


Entah mengapa tiba-tiba saja perasaan ini timbul kembali. Setelah Camelia dekat dengan dokter Aliando, yang merupakan sepupu dari Cornelius yang entah dokter Aliando memiliki perasaan yang sama terhadapku, atau tidak. Tapi yang pasti perasaan seperti yang pertama sekali, melihat Cornelius kini timbul kembali setelah pertemuanku dengan dokter Aliando. "Entahlah, ini masih menjadi misteri. Aku juga tidak mengetahui Kak, mengapa aku bisa mencintai lelaki yang menjadi musuh bebuyutan kakak."

__ADS_1


Hari ini aku datang ingin bercerita sekaligus meminta izin pada kakak. Aku ingin menggapai impianku dan menggapai cintaku, Semoga Kakak merestui hubunganku dengan dokter Aliando, jika memang benar dokter Aliando juga memiliki perasaan yang sama terhadapku. Seperti Aku memiliki perasaan yang begitu mendalam terhadap dokter Aliando."


"Kakak aku sangat merindukanmu." ucap Camelia sambil membungkuk mencium nisan kakaknya


Camelia mengangkat kepalanya. Tersenyum, walaupun di balik senyumnya Camelia ada kesedihan di sana. "Aku pamit kakak. Dunia kita sudah berbeda, tenanglah di alam sana. doaku selalu beserta kakak." Camelia berdiri menatap makam kakaknya. Beberapa detik lalu, berbalik pergi meninggalkan makam itu. disusul dengan dua anak buah Tuan Jason mengawal Camelia di belakang.


Camelia keluar pintu gerbang makam itu. pergi ke mobil yang terparkir di pinggir jalan. Ia masuk dan duduk di kursi belakang. sedangkan kedua anak buah Tuan Jason yang masih setia kepada Tuannya, duduk di kursi depan yang satu mengemudi dan yang satu berjaga-jaga.


Mobil pun Jalan meninggalkan pemakaman umum.


Di dalam mobil, Camelia tampak melihat keluar memperhatikan apa saja yang ia lewati. Netranya menelisik bangunan-bangunan tinggi yang mereka lewati.


Ia masih membayangkan sosok wajah dokter Aliando, yang akhir-akhir ini mampu memporak-porandakan hatinya. Entahlah cinta tumbuh dengan sendirinya. Tidak ada siapapun yang tahu kemana hati ini berlabuh. Entah itu sosok musuh bubuyutan saudara kita. Tapi yang namanya cinta, kita tidak mengetahui kapan itu datang dengan sendirinya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Antara kutub Utara dan Selatan.(YOU & ME

__ADS_1


__ADS_2