
Ketika dokter dan suster sudah keluar dari ruang operasi, terlihat Cornelius langsung berlari menghampiri dokter dan suster yang menangani operasi pencangkokan ginjal terhadap Tuan Bernando.
"Bagaimana kondisi Tuan Bernando dokter, apa dia baik-baik saja? tanya Cornelius yang tidak sabaran mengetahui kabar terbaru tentang kondisi kesehatan Tuan Bernando.
"Tuan Tenang saja. Operasi pencakokan ginjal terhadap Tuan Bernando berjalan dengan baik. Walaupun awalnya kami sedikit kewalahan, karena Tuan Bernando sempat drop tetapi sudah bisa diatasi. Dan operasinya berhasil dilakukan."sahut salah satu dokter yang menangani tindakan operasi terhadap Tuan Bernando.
Cornelius bernapas lega. "Lakukan yang terbaik kepada Tuan Bernardo, aku tidak peduli berapapun biaya yang akan saya keluarkan. Dan tolong informasikan kepada pendonor ginjal itu, apa yang dia inginkan aku pasti akan penuhi." ucap Cornelius kepada dokter itu.
Setelah Tuan Bernando dipindahkan ke ruang rawat inap, khusus keluarga besar pemilik Rumah Sakit, Cornelius berlalu meninggalkan Tuan Bernardo. Tetapi sebelumnya ia meminta kepada anak buahnya untuk tetap berjaga di ruang rawat inap, Tuan Bernando
Karena tidak menutup kemungkinan, musuh-musuh mereka mengincar Tuan Bernando, agar Cornelius lemah dan dapat mudah dilumpuhkan oleh musuh-musuhnya.
Bernando berlalu dari sana, menuju ruang rawat inap Irene. Yang letaknya juga tidak jauh dari ruang rawat inap Tuan Bernando. Dokter Aliando sengaja menempatkan Tuan Bernando, dan Irene bersebelahan agar Cornelius dapat memantau keduanya dan beberapa asisten Cornelius dan anak buahnya juga berjaga di sana.
Saat Cornelius sudah tiba di ruang rawat inap Irene, Terlihat Irene sudah mulai membuka kedua kelopak matanya. Irene menelisik seisi ruangan. Matanya menatap langit-langit ruang rawat inap itu.
Ia mengira kalau saat ini dia sudah mati. Cornelius menghampirinya. "Kau sudah bangun sayang, terima kasih kau sudah bertahan untukku." ucap Cornelius sambil memberi kecupan hangat di wajah dan kening Irene.
"Apakah aku masih hidup?" tanya Irene yang terlihat ragu, kalau dirinya masih bernyawa. Irene mengira kalau dia sudah berada di surga.
"Iya sayang, kau gadis kecil pujaan hatiku. tidak akan ku biarkan kau kenapa-kenapa.
Kau akan baik-baik saja.
"Tapi Siapa yang menyelamatkanku dari kecelakaan itu?
"Menurut informasi yang diterima oleh dokter Aliando, kalau yang menyelamatkan kamu sama dengan sosok orang yang menyelamatkan kamu di saat Aris ingin membunuhnya. Dan sama juga dengan orang yang menyelamatkan kita saat mengadakan peperangan melawan Tuan Jason, dan Tuan Thomson." ucap Cornelius
"Jujur aku masih bingung dan belum mengetahui siapa sosok wanita bercadar yang selalu menyelamatkan diriku."Tapi kenapa kamu tidak mencoba mencari tau siapa wanita bercadar, yang selalu menjadi Dewi penolong Ku?" tanya Irene kepada Cornelius. Berharap Cornelius membantu dirinya, mencari tahu siapa sosok yang selama ini membantu irene.
__ADS_1
"Tanpa kamu minta pun, aku sudah memerintahkan Timoty, dan anak buahku yang lainnya untuk mencari tahu siapa orang yang membantu kamu.
"Aku berharap Timothy segera mengetahui siapa sosok wanita bercadar yang membantu aku dan di saat aku membutuhkan bantuan."
"Kamu jangan khawatir, mereka pasti akan berhasil mengetahui siapa sosok jati diri yang selalu membantu di rumah.
Aku juga merasa berhutang nyawa kepadanya, jadi aku ingin mengucapkan terima kasih kepadanya. Berkat bantuannya kamu masih berada di sampingku.
Irene terdiam menatap Cornelius, yang wajahnya tampak datar membayangkan apa yang terjadi di masa lalu. Saat peperangan yang mereka hadapi ketika ingin menyelamatkan Irene dari tangan Tuan Thomson dan juga tulang Jason.
Kini kondisi kesehatan Irene sudah mulai membaik. Tinggal pemulihan kesehatan akibat luka karena kena benturan saat kecelakaan itu terjadi.
"Oh iya, bagaimana kondisi ayah, apa ayah masih bisa selamat?"
"Kamu jangan kwatir, Ayah kamu sudah ditangani oleh dokter. Dan operasi pencangkokan ginjal untuk ayah kamu juga sudah berjalan dengan lancar." ucap Cornelius.
"Benarkah?
"Iya sayang dan ruangan ayah kamu juga berada di samping ruang perawat kamu ini."
"Irene bisa ke sana?
"Sabar sayang, Ayah belum bisa dijenguk. karena Ayah baru dipindahkan ke ruang rawat inap." ucap Cornelius kepada Irene.
"Tapi aku ingin melihat kondisi ayah saat ini. Aku sangat merindukan suara Ayah.
"Kamu harus bersabar, agar kondisi Ayah semakin membaik. "Kamu tidak inginkan terjadi sesuatu kepada Ayah kamu?"
"Tentu tidak, Aku ingin melihat senyum manis dari ayah. Dan aku juga ingin, kalau ayah dapat menghadiri pesta pernikahan kita kelak."
__ADS_1
"Aku juga menginginkan hal yang sama sayang, alangkah bahagianya kita, jika pernikahan kita dapat dihadiri oleh Ayah kamu. Hanya Ayah kamu orang tua kita yang tertinggal. Kamu tahu sendiri kan, kalau kedua orang tuaku sudah pergi meninggalkan aku, di saat aku masih membutuhkan kasih sayang dari mereka.
Hal itu yang membuat aku, menjadi hidup di dunia hitam seperti ini. Karena aku ingin membalaskan dendamku kepada orang yang membunuh kedua orang tuaku. Dan itu sudah berhasil aku lakukan yang terjadi beberapa minggu yang lalu.
"Aku juga tidak menyangka, ternyata yang membunuh ayahku, adik kandung dari ayahku sendiri. Itu karena keserakahan Tuan Thomson yang ingin merebut kekuasaan dan harta kekayaan milik kedua orang tuaku.
Untung saja, ada orang tua dokter Aliando dan juga Lisa yang membantuku saat itu. hingga mengajarkanku hidup di dalam kekerasan dan juga aku harus kuat menjalani hidup, walaupun hidup sekeras apapun. " ucap Cornelius sekilas Cornelius mengingat masa lalunya yang begitu pahit.
Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga keduanya. Cornelius mempersilahkan seseorang yang mengetuk pintu. Dan itu adalah Timoty
" Ada kabar apa, kau datang menghampiri kami?
"Maaf Tuan, saya hanya ingin memberitahu kalau orang yang menyumbangkan ginjalnya, kepada Tuan Bernando. Ia mengatakan kalau dirinya tidak mengharapkan imbalan apapun. Ia Hanya ingin Tuan Bernando dan Irene baik-baik saja." ucap Timoty yang mampu membuat Cornelius dan Irene terhenyak.
"Siapa seseorang yang membenarkan ginjalnya kepada tuan Bernardo? tanya Cornelius penasaran. Karena dia belum sempat bertemu dengan orang yang mendonorkan ginjalnya, kepada Tuan Bernando.
"Suatu saat nanti, Kalian pasti akan mengetahui Siapa orang yang mendonorkan ginjalnya. Dia ingin identitasnya ditutupi dan tidak ingin siapapun yang mengetahui dirinya.
"Kau, kalau berbicara itu jangan bertele-tele. ucap Cornelius sambil menarik baju Timoty. Karena dia sangat emosi. Timoty tak kunjung memberitahu siapa yang membantu Tuan Bernando.
"Maaf tuanku, tapi ini permintaan dari orang yang membantu Tuan Bernando. Jika ini memang privasi, Aku tidak ingin ingkar janji. Sebelumnya saya sudah berjanji kepada dia, untuk tidak memberitahu jati dirinya Kepada siapapun, termasuk Tuan dan nona Irene sebelum waktunya muncul ke permukaan.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya emak
__ADS_1