
Tunggu sebentar, tadi kau bilang musuh pria itu banyak. Punya berapa banyak musuh Dia? tanya Irene penasaran. Karena ia belum mengetahui siapa sebenarnya sosok Cornelius.
"Tidak terhitung!" tegas dokter Aliando membuat Irene terkejut bukan kepalang.
"Astaga, pria itu sangat mengerikan. bulu kudukku sampai merinding membayangkan Bagaimana jika Cornelius pergi tanpa pengawal di luar sana.
"Tapi apa hubungannya denganku? Kenapa mereka mau menyakitiku?
" Karena kau wanitanya, Cornelius sangat mencintai dan menyayangi kamu.Semua musuh Cornelius sekarang sedang mengincar nyawa Mu, untuk membalas dendam mereka. karena dengan menyakiti kamu mereka merasa sudah melampiaskan dendamnya kepada Cornelius. Cornelius akan menderita melihat orang yang ia cintai dan sayangi dilukai oleh musuh-musuhnya. Dan ia akan mudah dilumpuhkan oleh musuhnya jika kau sudah terluka.
Irene tidak bisa bicara apa-apa lagi. Rasanya sekarang hidupnya akan dihantui dengan segala macam masalah. Karena pertemuannya dengan Cornelius yang sudah digariskan oleh takdir. Tapi dia berharap akan segera terlepas dari Cornelius besok.
Karena Cornelius sudah berjanji padanya, akan mengembalikannya ke kamar kos yang selama ini ia tempati oleh Irene dan membebaskannya melakukan aktivitasnya seperti biasa.
Di tempat lain, di sebuah ruangan cukup gelap dan besar. Tampak Fairuz yang terikat di atas tiang besi dengan kedua kaki yang diikat tali. kepala Fairuz tertunduk ke bawah. melihat kakinya tidak menyentuh lantai.
Dia baru saja sadar dari pingsannya, dia mengangkat kepalanya melihat suasana di sana tampak tidak terlihat siapapun di dalam sana, selain dirinya.
"Sia, Dia merasakan sakit yang luar biasa dari kedua bahunya karena tangannya yang tertarik ke atas membuat saraf-saraf ototnya merasa sangat pegal.
Tiba-tiba pintu terbuka bersamaan dengan munculnya sosok pria Tampan yang membuat kedua mata Fairuz membesar. Dengan ekspresi ketakutan melihat sosok Cornelius yang muncul dari balik pintu.
Hentakan kaki Cornelius menggetarkan jiwa Fairuz dan meninggalkan rasa takut yang luar biasa. Kali ini dia akan berhadapan langsung dengan Cornelius. Bukan lagi tangan kanannya timothy, maupun anak buahnya.
Cornelius berjalan dengan tegak menatap Fairuz dari kejauhan dengan Timothy dan anak buahnya yang berada di belakangnya Cornelius, menghentikan langkahnya tepat di depan Fairuz, yang menunduk tidak berani melihat wajahnya.
Jantungnya berdebar kencang rasanya tubuhnya dari ujung sampai kepala merinding karena ketakutan.
__ADS_1
"Berani sekali kau menculik wanitaku!"
"Kau tidak tahu akan berhadapan dengan siapa? sambungnya dengan tatapan tajam lurus ke depan dan wajah yang datar, suasana yang remang-remang terasa mencekam bagi Fairuz. Titik-titik kemarahan Cornelius akan dia rasakannya .
" Maafkan aku Tuan, saya hanya disuruh." ucapnya gemetar.
" Aku tidak menerima Maaf Dari Mu!" tegasnya dengan wajah menakutkan. Kau akan merasakan yang amat sakit sebelum kematian menjemput Mu. Kau menyentuh wanitaku, itu artinya kau ingin mati dengan tragis di tangan Ku." ucap Cornelius dengan lantang.
Suara amarah Cornelius menggema di dalam ruangan itu, membuat bulu kuduk setiap orang yang berada di sana akan berinding. anak buah Cornelius sudah siap-siap akan melakukan penyiksaan terhadap Fairuz sesuai perintah Cornelius.
"Tarik talinya! teriak Cornelius memerintahkan anak buahnya salah satu anak buahnya menarik tali yang mengikat kedua tangan Fairuz.
Tubuh Fairuz terangkat ke atas membuatnya takut dan kebingungan apa yang akan dilakukan Cornelius terhadapnya. Salah satu anak buah Cornelis muncul kembali dari balik pintu membawa sebuah tong besar mendorongnya masuk ke dalam ruangan itu.
"Kau akan merasakan panas api yang pernah membakar kulit Mu!" tegasnya menaikkan wajah melihat Fairuz yang ketakutan. Anak buah Cornelius memasukkan kayu-kayu besar ke dalam drum itu.
Cornelius berjalan mundur ke belakang di mana ada kursi yang disediakan anak buahnya untuk Cornelius duduk menyaksikan penyiksaan Fairuz. Anak buah Cornelius menuangkan bensin ke dalam dalam jumlah yang banyak.
Cornelius mengeluarkan korek api dari dalam saku celananya sambil tersenyum memperlihatkan dirinya menyalakan api itu di depan wajahnya yang menakutkan. Cornelius membayangkan betapa menderitanya Irene kala Fairuz ingin membakar iren hidup-hidup di sebuah gudang. membuat darah Cornelius mendidih membayangkan penderitaan yang dirasakan wanitanya.
jika dirinya sedikit saja terlambat maka nyawa Irene yang tidak mengetahui apa-apa tentang permusuhan antara Cornelius dengan Tuan Aska akan mengalami penderitaan dan mati sia-sia tanpa memiliki kesalahan apa-apa. Cornelius menarik senyuman di ujung bibirnya.
Cornelius melemparkan korek api itu ke dalam tong dengan tepat. Suasana yang remang-remang berubah terang akan cahaya api yang menyala di bawah tubuh Fairuz yang bergoyang-goyang berusaha menghindar dari kobaran api yang mulai naik.
"Tolong....
"Tolong .....
__ADS_1
"Tolong..... Ampuni saya tuan!" teriak Fairuz memohon ampun kepada Cornelius. Tetapi Cornelius sama sekali tidak peduli. Bahkan ia seolah tidak mendengar teriakan dari Fairuz. iya justru tampak tersenyum Dalam menikmati setiap jeritan Fairuz yang belum seberapa.
Keringat di tubuh Fairuz berjatuhan seperti air mengalir bagaikan anak sungai yang mengalir. Seluruh kulitnya rasanya seperti mendidih. Seperti api neraka membakar tubuhnya.
Panasnya api di bawahnya, membuat kulit-kulit telapak kakinya melepuh tubuhnya tidak berhenti bergoyang dengan mohonan yang terus dilontarkan dari bibirnya tidak berhenti menjerit meminta ampun kepada Cornelius.
"Ampuni saya Tuan!" teriaknya kesakitan. melihat api yang mulai memudar Cornelius menyuruh anak buahnya menuangkan lagi bensin ke dalam tong. "tambah bensin dan kayunya!" teriak Cornelius kepada anak buahnya. Anak buahnya langsung melakukan apa yang disuruh Cornelius.
" Tolong ....
Tolong.... teriak Fairuz kembali menggema di seisi ruangan. Tetapi tak seorangpun yang mendengarnya. Anak buah Cornelius seolah tidak peduli. Api merah menyala semaki meninggi, sampai mengenai pakaiannya yang ikut terbakar mengakibatkan lelehan bajunya menempel di kulit kulitnya.
"Ahhhhh....Tolong ....lepaskan aku
"Api neraka untukmu manusia jahanam, kau sudah berani menyentuh wanitaku. Maka api neraka yang akan menjemput Mu." teriak Cornelius sambil tertawa ngakak merasa puas.
Anak buah Cornelius terus menambah kayu dan bensin ke dalam tong itu sampai Api semakin naik keatas perlahan belahan mengenai tubuh Fairuz sampai ke wajahnya
Cornelius terlihat sangat bahagia melihat penderitaan Fairuz dibakar hidup-hidup. Mata Fairuz membulat menatap Cornelius sebelum api itu menutupi wajahnya.
"Go to the hell!" ucap Cornelius sambil melangkahkan kaki keluar. "Kalian urus jangan sampai meninggalkan jejak." perintah Cornelius kepada Timothy dan beberapa anak buahnya di sana.
"Siap Tuan! perintah Tuan akan segera kami melaksanakan. " sahur seluruh anak buahnya kompak.
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
__ADS_1