
Kini anak buah Albert satu persatu yang berada di luar, sudah dapat dilumpuhkan oleh Lisa dan juga anak buah Timothy. Lisa melihat Camelia sudah tergantung di tiang besi, diikat dengan menggunakan rantai besi. Terlihat Camelia sudah tidak sadarkan diri lagi.
"Bapak sama anak sama saja, tidak ada yang bisa dibenarkan. dasar manusia iblis!" gumam Lisa di dalam hati. Sembari terus memperhatikan apa saja yang dilakukan oleh Tuan Albert dan anak buahnya di. Perlahan demi perlahan, anak buah Albert memasukkan bensin ke dalam tong yang berisikan kayu bakar itu.
Kini tinggal memantikkan pemantik api ke dalam tong itu. Maka tidak menutup kemungkinan, Camelia akan mati terpanggang di sana. Tapi Lisa Dan Timothy tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Lisa, Timothy dan anak buahnya sudah berada di ruangan yang sama bersama Camelia, sedang melakukan perlawanan terhadap anak buah Albert.
Puluhan anak buah Albert yang berjaga di sana, membabi buta ingin menghajar Lisa, Timothy dan para anak buahnya.
Sementara dokter Aliando yang baru tiba di sana, langsung berlari menghampiri mereka. Tidak lupa, dokter Aliando juga membawa senjata api di pinggangnya. Melihat anak buah Timothy dengan Lisa yang sedang berusaha melumpuhkan anak buah Albert, dokter Aliando berusaha ingin melepaskan Camelia dari sana.
Tapi sayangnya, melepaskan Camelia tidak semudah yang dipikirkan oleh dokter Aliando. Karena rantai yang mengikat Camelia digembok, dan kuncinya dipegang oleh Albert. Dokter Aliando menelisik se isi ruangan. Karena dokter Aliando tampak kesal melihat sang kekasih yang sudah tak berdaya digantung di tiang besi itu.
Di mana Cornelius? dia tidak datang ke sini?" tanya Albert sambel tertawa ngakak. Dia sudah menjadi pecundang, melawan saya saja dia tidak berani. Dia hanya meminta anak buah kacung seperti kalian semua untuk menghadapi ku." ucap Albert kepada Timothy, Lisa dan juga Dokter Aliando.
Lisa yang tidak terima dikatakan seperti itu pun mengeraskan rahangnya. "Aku akan menghabisi kamu satu persatu. Ingat itu, lepaskan dia!! teriak Lisa yang tidak terima melihat kekasih sang kakak sudah terlihat tidak berdaya. Dan diperlakukan layaknya seperti binatang.
lagi-lagi Albert tertawa ngakak. Lebih tepatnya tertawa mengejek." Aku tidak sebodoh yang kau pikirkan. Lebih Baik kau panggil Cornelius ke sini." ucap Albert kepada Lisa yang tampak sudah semakin emosi.
Sementara anak buah Timoty sudah berusaha melawan para anak buah Albert hingga anak buah Albert pun satu persatu tumbang tak berdaya. Tapi salah satu anak buah Tuan Albert menembakkan senjata api ke bagian tubuh Timoty hingga Timoty tidak dapat berdaya, dan saat ini lengan Timothy terluka karena terkena senjata api milik anak buah Albert. Hal itu membuat amarah Lisa semakin bangkit
__ADS_1
"Ia Pun memanggil seluruh anak buah Timoty yang berada di luar untuk melakukan penyerangan. Lagi lagi Albert melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata api kali ini. Lisa yang hampir terkena peluru yang ditembakkan oleh Albert.
Kemampuan Lisa memiliki insting kalau dirinya akan diincar oleh Albert. Ia pun langsung dapat menghindar hingga peluru itu menembus tembok dan tidak mengenai dirinya.
Saat itu juga Lisa langsung melemparkan sebuah belati yang berada di bagian kakinya kebagian tubuh Albert. Hingga pisau belati tajam putih itu, langsung tertancap ke bagian perut Albert. Hingga Albert menjatuhkan pistol yang ia pegang sebelumnya. Ia pun tumbang, lalu Lisa mengambil senjata itu dari lantai dan mengarahkannya kebagian kepala Albert.
Tetapi Lisa mengurungkan niatnya. lalu langsung mengikat tangan Albert ke belakang, membawa Albert keluar dari gedung tua itu. Kunci yang ada di saku celana Albert diambil oleh Lisa. lalu dilemparkannya ke arah dokter Aliando, agar dokter Aliando dapat menyelamatkan Camelia.
Perlahan dokter Aliando membuka gembok rantai besi yang terikat ke kaki dan tangan Camelia. Pelan-pelan dokter Aliando menurunkan Camelia dibantu oleh anak buah Timothy. Sementara Timothy sudah dibawa oleh anak buah yang lainnya agar segera mendapat pertolongan setelah tembakan dari Albert sebelumnya.
Camelia sudah berada di pangkuan dokter Aliando kondisinya saat ini sangat mengenaskan. Pergelangan tangan dan kaki Camelia kali ini memerah bahkan sampai membiru, akibat ikatan rantai yang begitu ketat di sana.
Dokter Aliando menggendong tubuh Camelia masuk ke dalam mobil miliknya. lalu melajukan mobil itu ke arah jalan raya menuju Rumah Sakit miliknya, meninggalkan lokasi di mana Camelia disekap sebelumnya.
"Aku tidak menyangka Albert senekat ini. Dia tidak mengetahui siapa Cornelius sebenarnya." gumam Lisa di dalam hati sambil langsung meraih ponsel miliknya mencari nomor ponsel milik Cornelius di sana.
Saat sebuah telepon seluler itu tersambung kini Cornelius merasa bahagia. Karena adik sepupunya itu berhasil membawa Albert ke markas miliknya. Dan ia akan memberikan hukuman yang setimpal sesuai dengan apa yang sudah ia lakukan terhadap Irene dan orang-orang terdekatnya.
Aku tidak akan mengampuni albert. Kau bawa dia ke markas sekarang juga. Aku tidak mau tahu bagaimana caranya. Dia masih hidup kan? tanya Cornelius di dalam sambungan telepon selulernya.
"Kakak tidak perlu ragu kepada Lisa. Lisa bisa menghandle segalanya." ucap Lisa dengan senyum semeringah.
__ADS_1
"Aku suka caramu. Kamu memang wanita, tapi kamu benar-benar bisa diandalkan.
Sementara Irene yang baru mendengar percakapan antara Cornelius dengan Lisa di dalam sambungan telepon selulernya, langsung menghampiri Cornelius. "Sayang apa mereka berhasil menyelamatkan Camelia?" tanya Irene penuh.
"Iya sayang, aku yakin jika Lisa sudah turun tangan, maka pasti akan bisa terselesaikan tanpa aku ikut campur di dalamnya. Kemampuan Lisa tidak jauh dariku. pendidikan kami hampir sama di dalam dunia kegelapan ini. Tapi sedikit lebih dari aku." ucap Cornelius sambil terkekeh membuat Irene menggelengkan kepala.
"Nyonya Brigez yang mendengar kejadian yang terjadi kepada Camelia pun benar-benar kesal dan geram. Sebelumnya Nyonya Brigez sudah memberikan peringatan kepada Albert. Tapi sepertinya Albert tidak mengindahkan peringatan yang diberikan oleh Nyonya Brigez. Hingga Ia pun mendukung apa yang menjadi keputusan Cornelius. Tidak menutup kemungkinan Albert tidak akan selamat jika sudah berada di tangan Cornelius.
"Apa kau mengeksekusinya mati?" tanya irene penuh selidik.
"Terserah kamu mau eksekusi mati atau bagaimana. Sekarang yang mengambil keputusan aku serahkan kepadamu." ucap Cornelis kepada.
"Kok sama aku Sayang?
"Karena kamu sudah menjadi korbannya sebelumnya." sahut Cornelius sambil meraih Tubuh calon istrinya ke pelukannya lalu memberikan kecupan hangat di keningnya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." PERJUANGAN ABIMAYU."