
Tuan Cornelius sudah dididik sejak kecil untuk kuat. ayahnya mengajarkan seorang pria harus punya hati yang kuat tidak boleh ada air mata dan seorang pria tidak boleh punya rasa belas kasih. pamannya juga mengajarkan seperti itu karena tuan Cornelius yang akan mewariskan jejak pamannya seperti sekarang.
"kehidupan Tuan Cornelius terbilang tidak bahagia sejak tuan besar dan nyonya besar meninggal dunia. tidak ada senyuman di wajahnya hanya ada kemarahan dan kesepian yang menyelimuti dirinya.
"Tapi sekarang sepertinya rasa itu pernah memudar karena kehadiran nona, mungkin ini sudah saatnya Tuhan Cornelius mendapatkan kebahagiaannya. ucap wanita paruh baya itu sambil berpamitan kepada Irene.
"Saya pamit nona silakan nikmati taman ini. "ucap wanita paruh baya itu sambil berlalu meninggalkan Irene di sana.
Irene mengangguk dan pelayan wanita itu pun pergi meninggalkan taman yang indah itu. sedangkan Irene masih berdiri di sana menatap bunga mawar yang indah terbentang luas di sana.
Di tempat lain Cornelius sedang berbicara dengan anak buahnya di halaman depan, tiba-tiba Irene datang berlari memeluk Cornelius. Semua anak buah Cornelis langsung memalingkan pandangannya. bingung harus berbuat apa dalam situasi itu.
"Ada apa Sayang kenapa kau tiba-tiba memelukku? ucapnya kebingungan sambil memeluk tubuh irene. Irene tiba-tiba menangis mengingat cerita dari wanita paruh baya yang merawat taman belakang.
Hiks.....hiks....hiks...
"Sayang kenapa kau tiba-tiba menangis, Apa ada yang mengganggumu? Cornelius panik.
"Jangan menangis aja Katakan Apa penyebab Kau menang seperti ini.
__ADS_1
Irene mengangkat wajahnya dari dada Cornelius, memperlihatkan air mata yang berlinang di wajahnya.
"Katakan Mengapa kamu menangis? Apa ada orang yang menyakiti hatimu? Irene menggelengkan kepalanya.
"Maafkan Aku? ucap irene kepada Cornelius membuat Cornelius mengerutkan keningnya.
"Kenapa kamu meminta maaf kepadaku?
Irene kembali mengeratkan pelukannya kepada Cornelius lalu memberikan kecupan hangat di wajah tampan Cornelius membuat Cornelius semakin bahagia.
Di samping kebahagiaannya, ada rasa penasaran Mengapa gadis kecil pujaan hatinya menangis dan tiba-tiba memeluknya.
"Kenapa kamu menutupi semuanya dariku? Kenapa kau tidak pernah bercerita tentang apa yang menimpa dirimu selama ini? tangis Irene yang membuat Cornelis semakin penasaran.
"Kau tidak pernah bercerita mengenai masa lalumu yang mengalami hal tragis. Pantas saja kau panik saat aku mengancam bunuh diri saat di rumah sakit." ternyata kepergian orang tuamu, yang membuat kamu menjadi pria kejam seperti ini ucapnya yang mampu membuat Cornelius terhenyak.
"Maafkan aku yang tidak menyadari itu semua." Aku mencintaimu Cornelius." ucapin sambil menangis sesungguhkan tetapi pengakuan rasa cinta yang diucapkan langsung dari mulut Irene membuat hati Cornelius begitu bahagia.
Cornelius kembali meraih tubuh Irene kepelukannya. Selalu memberikan kecupan hangat di wajah cantik irene. "Terima kasih sayang, aku sudah melupakan itu semua karena kehadiranmu di kehidupanku saat ini. Aku sangat mencintai kamu Irene."ucap Cornelius sambil terus mengeratkan pelukannya kepada Irene.
__ADS_1
"Sudah jangan menangis, kehadiranmu di kehidupanku saat ini membuat hidupku semakin berwarna. Kau gadis kecil pujaan hatiku, Jangan pernah berniat meninggalkanku lagi." mohon Cornelius agar Irene tidak berniat untuk meninggalkan dirinya.
Bagaimana kalau kita pergi menikmati kebahagiaan ini ke suatu tempat yang pasti membuatmu akan takjub dengan keindahannya. ucap Cornelius kepada Irene.
"Bagaimana aku pergi bersamamu menikmati pemandangan yang indah yang ada di luar sana. Sementara aku harus bekerja.
"Kamu Jangan memikirkan pekerjaan nanti akan aku urus semua. Mahesa akan memberikanmu izin beberapa hari untuk menikmati indahnya pemandangan yang ada di luar sana." ucap Cornelius kepada Irene.
"Terserah kamu saja lah."takutnya pasrah karena ia tahu Cornelius pasti memiliki seribu alasan agar irene tetap dapat pergi bersama dirinya.
****
Terik matahari siang terasa begitu panas walaupun ada angin yang berhembus begitu kencang, sampai membuat baju dan rambut mereka beterbangan.
Di bandara tampak Cornelius, irene dan beberapa anak buahnya berjalan di depan jet pribadi dan di belakang mereka ada tiga mobil berwarna hitam yang digunakan oleh mereka untuk sampai ke sana.
Irene tampah menggunakan res pendek tertutup berwarna merah maroon dan kaca mata hitam. di sebelahnya ada Cornelis yang mengenakan kemeja putih dan jas berwarna hitam. Menaiki pesawat jet pribadi milik Cornelius.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓