
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 1 jam, mobil yang ditumpangi Cornelius tiba di tempat di mana Cornelius ingin bertemu dengan seseorang yang sebelumnya sudah memiliki janji dengan Cornelius. tepatnya di ujung kota Santa Monica.
Salah satu yang membutuhkan tenaga Cornelius datang langsung dari negaranya. karena ia sangat mengetahui kemampuan yang dimiliki Cornelius dengan anak buahnya. sehingga ia, mempercayakan Cornelius dapat membantu dirinya.
Di salah satu tempat wisata yang terlihat masih asri dan jarang dikunjungi oleh wisatawan. Ada para pria bertubuh kekar berdiri di sana. Menjaga tempat itu, mereka adalah anak buah dari orang yang akan memakai jasa Cornelius dengan anak buahnya.
Anak buah Cornelius juga ikut serta bersama Cornelius. karena mereka khawatir terjadi sesuatu kepada Cornelius. Mereka takut ini suatu jebakan kepada mereka. Timothy dan beberapa anak buahnya yang ikut masuk sisanya berada di luar untuk berjaga di sana
Saat Cornelius masuk ke salah satu ruangan yang biasa tempat istirahat jika berkunjung ke tempat wisata itu, Sudah menunggu Cornelius di sana."selamat datang tuan Cornelius!" ucapnya membungkuk.
"Dimana Thomson?
"Dia ada di ruangan khusus yang sudah aku persiapkan Tuan. Tuan Thomson sudah menunggu Anda di sana.
"Antarkan kami ke sana." ucap Cornelius dengan wajah yang datar.
"Baik Tuan.
__ADS_1
sang pemilik menghantarkan Cornelis ke ruang tempat di mana keberadaan Thomson saat ini. Sebelum mereka sampai ruangan itu mereka melewati lorong yang sempit yang biasa dilewati dua orang dan keduanya sisinya ada terbuat dari papan halus. dicat dengan warna coklat.
Sang pemilik berhenti di sebuah pintu persegi panjang. perlahan dia mendorong kedua sisi pintu itu sampai memperlihatkan jelas Tuan Thomson yang duduk memegang gelas whisky ditemani beberapa orang wanita mengenakan pakaian yang layaknya kurang bahan.
Wanita itu duduk di samping Tuan Thomson sambil memijat tubuh Tuan Thomson. Tuan Thomson dengan wajah dan senyuman manis yang berbeda ia tunjukkan.
"Akhirnya Tuan Cornelius datang juga. Saya sudah menunggu Tuan di sini.
"To the point saja tidak perlu berbasa-basi. saya sama sekali tidak memiliki banyak waktu disini. Karena ada hal penting yang harus saya kerjakan juga." ucap Cornelius datar. Tuan Thomson, memberikan sebuah foto seorang mantan anak buah Tuan Thomson, yang berkhianat kepadanya.
Dengan pakaian kurang bahannya, hingga belahan dada terlihat jelas di mata setiap orang yang memandangnya. Wanita itu berusaha menggoda Cornelius, agar Cornelius bersedia membantu Tuan Thomson.
"Saya akan memberikan imbalan yang Tuan inginkan jika Tuan berhasil menangkap si penghianat itu ke hadapanku hidup-hidup. Cornelius masih tetap dalam sikapnya yang datar. Jari telunjuknya iya mainkan di atas meja.
"Tambahan bayarannya saya dapat memuaskan Anda Tuan. Cornelius merasa tidak nyaman dengan godaan si wanita itu. hingga Cornelius memberi kode untuk melakukan sesuatu. Tiba-tiba suara tembakan terdengar jelas di telinga setiap penghuni yang ada disana. Wanita itu terjatuh tergeletak di lantai dengan bersimbah darah karena peluru sudah bersarang di kepalanya.
Sontak wanita lainnya yang sedang bersama Tuhan Thomson merasa ketakutan dan tidak mampu menatap Cornelius. Beberapa anak buah Tuan Thomson masuk ke ruangan itu karena mendengar suara tembakan.
__ADS_1
"Urus wanita itu!" perintah Tuan Thomson kepada anak buahnya."Benar-benar menakutkan"gumam seorang wanita di dalam hati. "Saya akan bersedia membantu anda asalkan anda memberikan imbalan yang saya inginkan." sahut Cornelius masih dengan wajahnya yang datar.
"Silakan apa yang kamu inginkan aku pasti akan memenuhinya asalkan kamu berhasil melakukan sesuai dengan yang aku inginkan. Cornelius mau minta kepada Tuan Thomson, lahan yang dapat ia gunakan bertransaksi narkoba. Mengekspor dan impor narkoba di lokasi itu, bisnis yang sudah lama dilakukan oleh Cornelius.
Terlihat one Thomson mengembangkan senyumnya."Dil!"
"Dil!" Tuan Thomson dan Cornelius bersalaman itu berarti mereka sepakat. Cornelius meninggalkan Tuan Thomson di sana diikuti oleh Timothy dari belakang dan beberapa anak buahnya. Ia tidak ingin berlama-lama di sana.
Sepeninggalan Cornelius terlihat Tuan Thomson mengembangkan senyumnya karena akhirnya Cornelius bersedia membantu dirinya. Ketika wanita yang bergantian memijat Tuan Thomson pun satu persatu melayani Tuan Thomson di atas ranjang.
Tuan Thomson yang usianya sudah tidak muda lagi, tetapi kalau untuk masalah ranjang Tuan Thomson jagonya. Cornelius tahu betul itu dan kelemahan Tuan Thomson salah satu wanita jika disodorkan kepadanya maka dia akan luluh apalagi wanita itu masih suci.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1