
"Tolong aku, Mereka ingin membunuhku."mohon Camelia sambil memegang bahunya yang terluka. Pria-pria yang mengejarnya tiba di sana
"Berikan wanita itu pada kami."teriak pria itu berjalan mendekati Irene.
Irene melangkah maju melindungi Camelia melebarkan kedua tangannya menutupi tubuh Camelia. "Tidak akan kubiarkan kalian menyentuhnya."teriaknya menatap pria itu dengan tatapan tajam.
"Baiklah, kalau kau tidak mau menyingkir, kau akan jadi orang pertama yang mati."pria itu mengangkat senjatanya.
Irene terkejut melihat pria yang mau menembak terjatuh tersungkur ke aspal. dengan peluru yang menembus kening pria itu.
Irene menoleh ke belakang melihat Cornelius yang berdiri di samping mobil dengan pistol yang mengarah ke para pria-pria itu. Beberapa pria itu terkejut melihat Cornelius menatap mereka semua dengan sorot mata yang menakutkan.
"Itu Tuan Cornelius!
mereka semua seketika berbalik nari meninggalkan tempat itu Cornelis tidak pernah melepaskan mangsanya menembak satu persatu pria itu.
Semua pria itu berjatuhan setelah mendapat tembakan dari Cornelius. Cornelius dengan raut wajah datarnya menghampiri Irene dan Camelia. Cornelius menarik tangan Irene.
"Masuk sekarang"
"Tunggu sebentar Apa kau tidak melihat wanita ini terluka?"
"Bagaimana kalau ada yang datang menyerangnya lagi? Irene ke mobil mengambil ponselnya dia menghidupkannya kembali setelah sebelumnya dia sengaja mematikan.
Dia kembali dan memberikan ponselnya ke Camelia. "Gunakan ponselku telepon siapapun yang kau kenal minta mereka menjemputmu." Camelia tampa pikir panjang, Camelia mengambil ponsel itu dia langsung menghubungi nomor kakaknya. Jason yang sedang duduk santai di ruang tengah dengan segelas minuman di tangannya tiba-tiba ponsel bergetar.
Jason meletakkan gelas itu kemeja lalu mengambil ponselnya.
__ADS_1
"Siapa ini, nomor baru tidak kukenal muncul di layar.
Jason kembali meletakkan ponselnya yang berdiri. Tapi hatinya tiba-tiba menyuruh mengangkat telepon itu.
Jason secara tidak langsung mengikuti kata hatinya lalu menekan tombol hijau yang ada dilayar ponselnya.
"Dengan siapa ini?
"Kakak ini aku Camelia,
"Kenapa kamu menelepon menggunakan nomor orang lain tanyanya terkejut.
"Ceritanya panjang Kak pokoknya ada yang orang yang tiba-tiba menyerang Ku. Tapi untung saja ada yang menolongku. Aku menggunakan ponsel orang menolong Kak.
"Katakan dimana kau sekarang?
"Aku sekarang berada di depan supermall.
"Iya Kak.
Camelia mematikan telepon itu memberikan kembali ponsel Irene. " Terima kasih
"Sama-sama Bagaimana siapa yang akan menjemputmu?
"Sebentar lagi kakakku akan datang, dia akan menjemputku di sini.
"Syukurlah!
__ADS_1
Cornelius meminta Ireng untuk segera naik ke dalam mobil. Tetapi Irene memberontak.
"Bagaimana mungkin kita meninggalkannya begitu saja. Sementara dia sendiri di sini kakaknya belum datang menjemputnya. lebih baik kita tunggu sampai kakaknya datang menjemputnya. Irene mengambil kotak P3K yang ada di mobil milik Cornelius lalu menghampiri Camelia.
"Kamu harus segera diobati kalau tidak akan infeksi. Camelia mengembangkan senyumnya menatap Irene yang begitu mengkhawatirkan dirinya. Irene membersihkan luka yang dimiliki oleh Camelia. Sementara Cornelius masih berjaga disana.
Ketika Irene mengobati luka yang dimiliki Camelia, mobil yang ditumpangi Tuan Jason beberapa anak buahnya sudah tiba di sana. Tuan Jason turun dengan beberapa anak buahnya menghampiri Camelia.
"Bagaimana kamu bisa ada di sini?
"Entahlah ada sekelompok orang bersenjata ingin menyerang Ku. Tapi untung saja Nona ini dan Tuan ini membantuku sehingga aku selamat dari mereka mereka" Camelia memberitahu kepada kakaknya kalau yang menyelamatkan nyawanya Dari sekelompok penjahat itu adalah Cornelius yang merupakan salah satu Jason.
Jason melirik seseorang yang berdiri di sana. Tuan Jason terhenyak melihat Cornelius dan Irene yang berdiri disana. Belum sempat Tuan Jason berbicara Cornelius sudah masuk ke dalam mobil miliknya lalu meminta kepada anak buahnya untuk segera meninggalkan tempat.
"Jalan!" perintah Cornelius kepada anak buahnya dan anak buahnya pun menginjak pedal gas lalu pergi dari sana dengan kecepatan tinggi.
"Sungguh Baik orang itu! mungkin kalau dia Aku sudah tinggal nama."Claudia memberitahu kepada Tuan kalau, Cornelius yang melumpuhkan orang-orang yang berniat jahat kepadanya.
Terlihat Tuan Jason menghampiri mayat beberapa orang pria yang ingin menyerang Camelia. Jason mengetahui Siapa yang ingin berniat jahat kepada adiknya. Dari logo dan pakaian mereka, siapa yang ingin membunuh adik kandungnya.
"Sepertinya mereka ingin bermain-main denganku!" amarah Tuan Jason bangkit melihat salah satu, kelompok mafia lain ingin mengusik kehidupan adik. "Aku tidak akan membiarkan siapapun mengusik kehidupanku dan kehidupan adikku. Kau lakukan sesuatu Aku tidak mau tahu."perintah Tuan Jason kepada anak buahnya.
"Siap Tuan perintah anda akan kami melaksanakan!"
"Kak Siapa sih wanita dan laki-laki yang baik tadi? Aku ingin lebih mengenalku wanita dan pria itu sepertinya mereka pasangan kekasih. Aku ingin berterima kasih kepada mereka." Tuan Jason tidak menjawab ia memilih untuk diam.
Bersambung...
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏