Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 114. ADU KEMAMPUAN _GKMBM


__ADS_3

Keesokan harinya.


pagi itu Tuan Bernardo sudah ada di luar rumah tak mengenakan baju. Memperlihatkan tubuh Tuan Bernando yang kekar dan berotot berkeringat setelah berlatih hampir 20 menit.


Walaupun umurnya sudah terbilang paruh baya, Tuan Bernardo masih sering berolahraga dan berlatih bela diri di pagi hari. Untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya. Tuan Bernando membungkuk mengambil tongkat kayu panjang yang ada di atas rumput.


Kedua kakinya perlahan menekuk dengan satu tangan memegang tongkat gaya yang diluruskan ke depan. Mata dan bernada fokus ketika seperti membayangkan ada seorang lawan yang berdiri di depannya siap menyerangnya.


Dengan gerakan cepat dan tangan yang lincah, Tuan Bernando bergerak maju mengayunkan tongkatnya, sampai suara hembusan angin yang terkena pukulan Tuan Bernando bisa terdengar. Saat Tuan Bernardo sedang fokus berlatih Cornelius meluncur dari belakang.


"Pantas saja aku tidak melihatnya di kamar, ternyata dia ada di sini sedang berlatih." batin Cornelius.


Tiba-tiba Tuan Bernando berbalik menodong kan ujung tongkat kayunya di bawah dagu Cornelis. Ketika membuat Cornelis menghentikan langkahnya.


Empat Mata tajam saling menatap dengan ekspresi wajah datar.


Ambil tongkat ini dari tanganku Kalau bisa. kalau kau tidak berhasil merebutnya, berarti kau tak mampu menjaga putriku.


"Tuan menantang saya?"ucapnya dengan tatapan tajam


"Menurutmu?


Tangan Cornelius langsung memegang ujung tongkat kayu, diturun Cornelius tersenyum. Cornelis menarik tongkat itu ke samping lehernya, sampai membuat Tuan Bernando maju ke depan.


Tuan Bernando kembali menarik senyuman sambil menarik kembali tongkat itu sampai membuat tangan berputar bersama tubuhnya.


Tongkat kayu itu kembali ke tangan Tuan Bernando. Dia mengayunkan tongkat kayu itu mengarahkannya ke bawah Cornelius. dengan cepat Cornelius melompat, berputar ke belakang, Sebelum tongkat kayu itu menghantam bahunya.


Tubuh Cornelius berputar di udara mendarat dengan sempurna di atas rumputan yang masih basah karena embun.


Ternyata kau lincah juga." ucap Tuan Bernando.Tapi tidak membuatnya berhenti menyerang Cornelius. Dia kembali menyerang Cornelius.


Bernando melangkah dengan cepat menyerang Cornelius. Cornelius berdiri tegak di tempat yang sama dengan kedua tangannya, yang bergerak menahan tongkat yang ingin menghantam tubuhnya.


Saat ada kesempatan Cornelius kembali menarik tongkat itu. Tapi Tuan Bernando tidak membiarkan tongkat itu dengan mudah diambil begitu saja dari tangannya.


Dia kembali menarik tongkat itu.


Tuan Cornelius dan Tuan Bernardo saling menarik tongkat itu dengan mata tajam yang saling melihat satu sama lain.


Terjadi tarik-menarik antara mereka berdua, yang ingin mempertahankan tongkat itu di tangan mereka sampai membuat kedua tubuh mereka berputar.


Tidak ada yang mau mengalah. Tuan Bernando memperkuat menarik tongkat itu dan Cornelius juga melakukan hal yang sama. sampai pada akhirnya Tuan Bernando yang mendapatkan kembali tongkat itu.


Dia kembali menyerang Cornelis dengan tongkatnya dan Cornelius lagi-lagi menghalau tongkat itu. Tapi bukan dengan tangannya, kali ini kakeknya mulai bermain menghentikan tongkat itu sampai ujung tongkat itu berada di tanah.

__ADS_1


Cornelis berlari naik berjalan di atas tongkat itu sampai berputar melompat di atas kepala Tuan Bernando. Tuan Bernando langsung berbalik ke belakang dengan menarik tongkatnya, mengayunkannya ke arah Cornelius yang sudah berada di udara.


Cornelius menendang tongkat kayu yang dipegang Tuan Bernando sampai membuat tongkat itu terbang berputar di udara dan jatuh ke tangan Cornelius. Tangan Cornelius langsung menangkap tongkat itu, dengan langsung mengarahkan ujung tongkat itu ke pada Tuan Bernando seperti apa yang dilakukan Tuan Bernando saat dia datang.


"Aku tidak salah memilih orang, dia pantas menjaga putriku."batinnya menarik senyum kecil.


Tiba-tiba suara teriakan yang Entah dari mana asalnya, muncul bersamaan dengan suara tepuk tangan yang sangat keras.


"Cornelius aku mendukungmu. teriak Irene yang berada di depan jendela kamar yang terbuka.


Tuan Bernando dan Cornelius menoleh ke samping, melihat irene tepuk tangan setelah menonton pertarungan Cornelius dan Tuan Bernardo


Irene bisa melihat pertarungan antara Cornelius dan Tuan Bernando karena tidak sengaja, saat itu dia ingin membuka gorden jendela kamarnya saat dia sudah membukanya matanya, yang masih ngantuk langsung segar, terbuka lebar melihat ayahnya bertarung dengan Cornelius.


Irene Sebenarnya cukup takut melihat pertarungan ayahnya dan Cornelius. Takut Cornelius akan terluka. Karena dia tahu ayahnya orang yang cukup hebat dalam bertarung. Takut Cornelius tidak Dapat mengalahkan Tuan Bernardo. Tapi ternyata Cornelis bisa mengimbangi kehebatan ayahnya.


Tapi dia tidak tahu, kalau ayahnya menantang karena cornelius, karena ingin melihat kualitas kemampuan yang dimiliki pria yang akan menggantikan posisinya menjaga Irene kelak.


"Kau hebat Cornelius." teriaknya kencang memuji kemahiran Cornelius dan ilmu bela dirinya.


Cornelius yang melihat Irene menyemangatinya membuatnya hatinya jadi senang. Ditambah lagi dia berhasil memenuhi tantangan dari Tuan Bernando.


Dengan begini secara tidak langsung, dia sudah mendapatkan restu dari Tuan Bernando.


Irene tampak duduk di samping kursi Tuan Cornelius dan Tuan Bernando duduk berhadapan dengan mereka.


Irene terlihat sudah rapi akan bersiap pergi bekerja.


"Ayah kenapa kalian bertarung tadi? tanya irene sambil menyendok makanan dari piringnya


"Tidak ada apa-apa, kita hanya berlatih saja.


"Benarkah." ucapnya sambil menaikkan satu alisnya perlahan mengunyah makanannya.


Tuan Bernando tak menjawabnya. dia sibuk menikmati makanannya. Tuan Bernando balik bertanya pada putrinya.


"Bagaimana kau bisa tinggal di rumah pria ini? bukannya kau punya kamar kost sendiri? apa kau sudah diam-diam menikah dengan pria ini tanpa sepengetahuan ayah?"


Irene tiba-tiba langsung batuk mendengar pertanyaan Ayah yang membuatnya begitu sock mendengarnya.


uhuck....


uhuck...


uhuck...

__ADS_1


Cornelius yang melihat Irene batuk melepas sendoknya, mengusap punggung Irene "Pelan-pelan makannya. ucap Cornelius sambil mengambil air minum. Dia menyodorkan gelas itu ke bibir Irene membantunya untuk minum.


Setelah minum air, irene menarik nafas panjang. lalu menjawab pertanyaan ayahnya.


"Mana mungkin aku menikah diam-diam di belakang ayah.


"Lalu kenapa kau bisa tinggal di rumah ini, kau tidak bisa bayar uang sewa kamar kosmu?


"Bukan begitu ayah."


"Terus apa?


Irene bingung mau cerita dari mana. Cornelius langsung mengambil alih pertanyaan itu.


"Aku yang meminta Irene untuk tinggal sementara di sini.


Karena beberapa hari yang lalu mendapatkan serangan saat dia berada di kamar kos, aku merasa dia kan lebih aman jika tinggal sementara dengan ku disini.


"Serangan?


"Dari siapa? apa jangan-jangan dari anak buah Tuan Thomson.


"Bukan ayah, tapi dari mantan pacarku. Dia ingin membunuhku, saat aku tidak tahu Apa salahku. Sampai orang itu ingin membunuhku. Tiba-tiba Tuan Bernando memukul meja makan


Bung...


"Beraninya dia mengikutimu, aku akan mematahkan tulang-tulangnya."ucap Tuan Bernando tampak marah sambil membengkokkan sendok besi tebal dengan jari-jari tangannya yang berurat.


"Tenang Ayah, pria itu sudah meninggal beberapa hari yang lalu.


"Ada seorang wanita yang tiba-tiba muncul menolong Irene. Wanita itu menembak mantan pacarku, sebelum dia melukaiku.


Aku juga tidak tahu siapa orang itu, karena saat itu wanita itu menggunakan penutup wajah.Yang aku lihat wanita itu langsung pergi. Karena kejadian itu, aku akhirnya setuju untuk tinggal di sini sementara waktu, takut wanita itu muncul lagi di sana.


"Wanita? batin Tuan Cornelius bertanya-tanya siapakah wanita yang dimaksud Irene


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏


sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain


" Hasrat Tuan Muda Arogant"

__ADS_1


__ADS_2