Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 124. KEPALA MU DI PENGGAL _GKMBM


__ADS_3

Tuan Mahesa memperlambat langkah. dengan senyuman ingin menyapa Timoty. Tapi bukannya sikap ramah yang didapatkannya malah Timoty memberikan senyuman dengan pukulan keras di perutnya.


Buhhhk


"Akhhhhk...!


Tuan Mahesa menjerit kesakitan


Tuan Mahesa sontak membungkuk memegang perutnya dan wajahnya tampak kesakitan.


"Apa salahku? Sambungnya


ini karena kau sudah membawa calon Nyonya Cornelius dalam bahaya.


Lain kali pikirkan dulu keputusanmu yang berhubungan dengan Irene, kalau sampai mengancam nyawanya.


Aku pastikan Tuan Cornelius memenggal kepalamu, dan menjadikannya sebagai pajangan di kamarnya." ucap Timoty dengan sorot mata yang tajam. Berbalik pergi menyusul cornelius masuk ke dalam mobil.


"Sial...!!!! pekiknya kesal melihat mobil Cornelius pergi meninggalkannya di tengah jalan.


lagi-lagi dia ditinggalkan sendiri, dan harus menelepon sopirnya untuk menjemputnya.


Di dalam mobil Irene dan Tuan Bernando duduk di belakang. Sedangkan Cornelius duduk di kursi depan.


Irene sudah mulai terlihat lebih tenang daripada sebelumnya."Bagaimana ayah bisa datang dengan Cornelius? aku hanya memberitahu ayah."


"Ayah menghubungiku, dia memintaku mengantarnya ke jalan ini."


"Tapi ayah dari mana punya nomor Cornelius?


"Aku yang memberikannya pada Tuan Bernando, saat aku menghantarkannya ke rumah kost pertama kali." ucap Timothy.


"Aku memberikannya nomor Tuan Cornelius, Karena Tuan Cornelis sendiri yang memintanya. Agar jika ada sesuatu terjadi, Tuan Bernando bisa langsung menghubungi kami."sambung Timothy memperjelas maksud tujuan Kenapa Cornelius memberikan nomor ponselnya pada ayahnya Irene.


Sebelumnya, saat itu setelah mengetahui lokasi tempat Irene, Tuan Bernando tampak langsung pergi mengambil jaketnya dari kamar. Saat itu juga, kartu nama Cornelius jatuh dari kantong jaketnya.


Dia langsung teringat dengan pesan Timothy


"Jika suatu saat butuh bantuan apapun itu, kami siap membantu."


"Anak itu bisa mengantarku kesana. lagi pula aku tidak tahu jalan ini dimana."


Tuan Bernando membungkuk mengambil kartu nama yang tergeletak di lantai dan buru-buru keluar dari kamar. Dia langsung menghubungi nomor Cornelius dan memberitahu kalau Irene dalam masalah.


Cornelius yang kebetulan berada di luar dalam perjalanan ke suatu tempat, langsung meminta Timoty untuk memutar arah ke rumah kost Irene.Tuan Bernando pun lari keluar dari kamar kos dengan terburu-buru.

__ADS_1


Di tempat lain, mobil Cornelius tampak melaju dengan kecepatan tinggi di jalan raya, Cornelius di dalam mobil tampak cornelius mencoba menghubungi Irene. Tapi tidak ada jawaban sama sekali.


"Angkat irene." pekiknya kesal mencoba menghubungi iren untuk sekian kalinya. Tapi jawaban tetap sama. Saat Cornelius sedang menghubungi berulang-ulang kali, di saat itu Irene sudah ditarik keluar.


Tidak lama kemudian, mobil Cornelius sampai di depan rumah kost Irene. Dan Tuan Bernando sudah berdiri di luar menunggu Cornelis datang. Saat Cornelius menurunkan kaca mobilnya, Tuan Bernando langsung lari masuk ke dalam mobil.


Tuan Bernando memberitahu dimana keberadaan Irene saat ini, Sambil masuk ke dalam mobil dan kembali menutup mobil itu.


"Tenang saja, aku tahu jalan potong ke sana. kita hanya butuh waktu lima menit untuk sampai ke sana." ucap Timoty sambil menginjak pedal gas mobilnya, melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat itu.


Karena Cornelius lah, ayah bisa sampai di sana." ucap Tuan Bernando memeluk putrinya berbaring di bawah dadanya.


"Aku akan mengantarmu pulang ke rumah kos. Kau tidak perlu bekerja lagi perusahaan itu." ucap Cornelius dengan nada suara tampak marah, dan kesal karena irene ketahuan masih bertemu dengan Tuan Jason.


Irene tampaknya tidak mau membalas perkataan Cornelius. Dia hanya tidak ingin membuat cornelius semakin emosi


"Aku sebaiknya tidak berkata apa-apa dulu. aku tahu Cornelius pasti sedang marah. karena aku sudah melanggar perintahnya, untuk tidak berhubungan apapun dengan pria tadi.Walaupun aku bilang hanya pekerjaan, dia pasti kan akan tetap marah. Aku tidak mau membuatnya semakin marah.


Sementara di tempat lain mobil Tuan Jason dan anak buahnya tampak Baru saja sampai di rumah dan memasuki halaman depan.


Mobil berhenti tepat di depan arena pintu utama. Tuan Jason keluar dari mobilnya disusul dengan anak buahnya yang ikut keluar. Di depan teras ada beberapa pria berdiri menunggu mereka.


Tuan Jason berhenti tepat di depan pria itu.


Pria yang berdiri dihadapan Tuan jason ini, ternyata adalah pria yang sama menyerang mereka tadi.


Orang-orang itu adalah anak buah Tuhan Jason sendiri. saat dia merasa gagal mengambil simpati irian Tuhan jajan meminta salah satu anak buahnya menyiapkan beberapa anak buah mereka untuk menyerang saat mereka di tengah perjalanan pulang, dan menyandra Irene.


Tapi rencananya digagalkan dengan si penembak jitu, alias wanita bercadar itu. wanita yang selalu berkeliaran memantau pergerakan Irene.


"Kami hanya sepuluh orang Tuan, tidak ada yang memegang sniper seperti yang Tuan minta, kami tidak membawa senjata kecuali Kris dia membawa belati seperti yang Tuan suruh kan.


"Kalian bisa pergi sekarang."


"Baik Tuan."


mereka semua pergi.


"Siapa seseorang yang bercadar itu kenapa dia melindungi irene?" batinnya.


Tuan Jason kembali berjalan masuk ke dalam rumah. saat dia melangkahkan kakinya, masuk salah satu anak buah yang paling ia percaya yang berjalan di sampingnya menanyakan sesuatu.


"Tuan kenapa Tuan ngalah begitu saja di depan orang itu? ini bukan sifat Tuan." ucap salah satu anak buah Tuan Jason yang paling ia percaya berjalan di samping Tuan Jason.


"Aku mengalah Karena aku tahu waktu yang tepat untuk membalasnya.

__ADS_1


"Bagaimana Tuan akan membalasnya? ucapnya penasaran dengan rencana Tuannya itu.


"Aku akan merubah rencanaku Aku tidak akan menggunakan Irene sebagai senjataku lagi.


"Terus bagaimana rencana selanjutnya?


"Aku akan membuat Ayah wanita itu ditangkap oleh Tuan Thomson, secara tidak langsung Tuan Thomson akan menyerang Cornelius Karena dia sudah berkhianat


Dan Cornelius pasti akan melindungi pria paruh baya itu.


Kita tinggal lihat siapa yang akan mati Cornelius atau Tuan Thomson kelak."ucap Tuan Thomson sambil menarik senyuman kecil di wajahnya.


Dua peperangan besar akan terjadi. Kita tinggal mencicipi hasilnya nanti. Aku tidak perlu mengotori tanganku membunuh pria sialan itu." sambungnya.


Tuan Jason berencana akan mengadu domba antara kelompok Cornelius dan Tuan Thomson. Rencananya ini pasti akan dilakukan secepat mungkin. Padahal Tuan Jason tidak mengetahui kalau Cornelius juga memiliki dendam yang berkarat terhadap Tuan Thomson. Karena Tuan Thomson sendiri yang membunuh kedua orang tuanya.


"Beritahu pada Tuan Thomson, Aku ingin bertemu dengannya, membahas tentang tawaran yang diberikan malam itu."ucapnya memberi perintah kepada salah satu anak buahnya, yang paling handal. Agar segera membuat janji bertemu dengan Tuan Thomson sebelum kesempatan emas itu hilang.


"Baik Tuan." sahut anak buah Tuan Jason berbalik pergi meninggalkan Tuan Jason.


Saat anak buahnya pergi, seorang pelayan wanita dapat menghampiri Tuan Jason.


"Tuan."


"Ada apa?


"Nona Camelia tadi pergi saat Tuan meninggalkan rumah." ucap pelayan itu dengan nada suara yang takut.


"Apa dia bilang mau pergi ke mana?" balasnya dengan sorot mata yang tajam


"Tidak Tuan, Apa perlu saya menyuruh orang untuk mencarinya?"


"Tidak usah, Biarkan saja kau bisa kembali bekerja."


Setelah mengatakan itu, Tuan Jason langsung berjalan lalu menaiki anak tangga pergi ke lantai dua menuju kamarnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏


sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain


" Hasrat Tuan Muda Arogant"

__ADS_1


__ADS_2