
Cornelius memang tidak pernah menolong orang, karena sikap acuhnya itu. Dia melayangkan tembakan kepada para pria itu bukan karena mau menolong Camelia, melainkan karena mereka sudah berani mengangkat senjata di depan Irene itu yang membuatnya sangat marah. Karena ia tidak ingin gadis kecil pujaan hatinya diancam oleh seseorang dan membuat gadis kecilnya ketakutan.
Setibanya mereka di kamar kos yang selama ini ditempati oleh Irene. Irene langsung keluar dari mobil tanpa memperdulikan Cornelius sama sekali. Cornelius dengan tenang berjalan mengikuti Irene dari belakang.
Mereka berdua masuk ke dalam lift bersama, Irene menjaga jarak antara dirinya dan Cornelius. "Kenapa kau jauh-jauh dariku? apa Kau pikir aku virus? ucap Cornelius ke arah Irene tampak dia menatap menggerakkan lampu lift.
Irene tidak merespon pertanyaan Cornelius. Cornelius yang merasa diacuhkan berusaha mendekat ke Irene.
"Stop, berhenti di situ!"ucap Irene dengan nada tinggi menghentikan langkah Cornelius.
"Jangan berpikir untuk berdiri di dekatku aku sudah bilang kita harus jaga jarak."
Karena sikap Cornelius yang keras kepala dia tidak mendengarkan perkataan Irene.Dia malah menarik tangan Irene sampai membuat tubuhnya jatuh dalam pelukannya.
"Tidak ada batas antara kau dan aku."Cornelius menegaskan kepada Irene sambil langsung mengeratkan pelukannya.
"lepaskan."Irene berusaha melepaskan diri dari pelukan Cornelius. Irene berjalan menjauh dengan mata menatap Cornelius dengan tatapan tajam.
"Apa kau tidak tahu malu? apa urat malumu sudah putus?
"Harusnya kau senang Hanya Kau satu-satunya wanita yang bisa memelukku sesuka hatimu."
"Ogah, senang memeluk lelaki sepertimu. bukan malah senang, tetapi justru aku kasihan kepada tubuhku kenapa aku bisa memeluk lelaki iblis sepertimu. Masih banyak lelaki lain yang bisa aku peluk."ucap irene dengan nada sejenis memutarkan bola matanya malas menatap Cornelius.
Tiba-tiba Cornelius mendorong tubuh Irene ke dinding.
"Jangan bicarakan pria lain di hadapanku!"Aku tidak suka itu. Karena harus hanya aku laki-laki yang ada di dalam isi hatimu.
"Aneh bin ajaib lelaki sepertimu. Bagaimana mungkin aku menyukai laki-laki seperti kamu yang yang begitu menakutkan itu.
"Aku tidak suka ada pria lain di hidupmu hanya boleh ada aku.
"Irene menatap mata Cornelius yang tampak terlihat marah."Ada apa dengan pria ini dia sedang cemburu? gumam Irene dalam hati. Irene berusaha menyingkirkan tangan Cornelius yang menghalanginya. Tapi Cornelius tidak membiarkan Irene pindah dari hadapannya.
__ADS_1
Dia mendekat wajahnya ingin mencium Irene tapi malah terhalang dengan tangan Irene yang menutup bibirnya. Kedua mata Irene membesar karena terkejut Cornelis yang ingin menciumnya. Cornelius melepaskan dengan senyuman kecil di wajahnya.Tiba-tiba lift bergoyang Irene seketika duduk sambil menutup telinganya dan lift berhenti.
Cornelius yang melihat Irene yang ketakutan jongkok memberikan pelukan hangat untuknya.
"Apa lift akan jatuh? tanya Irene dengan wajah panik
"Tidak sepertinya listrik di sini padam."
"Terus sampai kapan kita di sini?
"Sampai kapan listrik kembali menyala Apa kau takut?
"Tentu saja aku takut, Bagaimana kalau kita mati di sini aku belum mau mati dulu Apalagi mandi konyol bersamamu. Aku belum bisa membahagiakan kedua orang tuaku. Karena tujuan hidupku hanya saja untuk membahagiakan mereka. Kehidupan yang sulit keluargaku membuat aku bertekad bekerja untuk membantu ekonomi keluargaku dan itu belum bisa tercapai.
Cornelius tersenyum mendengar perkataan. Tetapi seketika ia langsung terdiam ketika kata-kata Irene mengatakan ia ingin membahagiakan kedua orang tuanya membuat Cornelis langsung teringat dengan sosok ayah dan ibunya yang meninggal karena tragis.
"Kau tidak akan mati di sini, selama bersamaku.
Cornelius hanya tersenyum lalu berdiri menghubungi nomor ponsel seseorang.
"Kalian cari tahu kenapa di rumah kos-kosan ini bisa mati. pokoknya listrik kos-kosan di sini harus hidup kembali dalam kurang waktu 15 menit." perintah Cornelius kepada anak buahnya.
"Baik Tuan!"
Cornelius langsung matikan sambungan telepon selulernya melirik ke arah Irene yang masih memperhatikannya.
"Bagaimana? kapan kita bisa keluar dari sini? Aku khawatir kalau lift ini akan jatuh dan aku akan mati konyol disini.
"Sebentar lagi anak buahku sedang mencari tahu penyebabnya. Kamu tenang saja tidak perlu khawatir seperti itu.
Irene menarik nafas berat memeluk kedua kakinya dengan kepala yang perlahan menunduk. Cornelius duduk di samping Irene menyandarkan kepalanya ke bahu Irene.
Irene seketika mengangkat kepalanya melihat ke samping.
__ADS_1
"Kau tidur?
"Jangan berisik, biarkan aku tidur sebentar. ucap Cornelius dengan mata terpejam.
Irene terdiam menatap Cornelius dengan tetapan seksama.
"Kalau kau tidur, Aku juga akan tidur." ucap irene sambil menutup kedua matanya. Cornelius tersenyum mendengar kalau Irene akan tidur mengikuti dirinya.
Di tempat lain, Jason meminta Camelia untuk segera naik ke dalam mobil. Jason juga meminta kepada kamu dia untuk menjelaskan kronologis kejadian yang menimpa adik kesayangannya itu.
"Bagaimana bisa terluka seperti ini?"
"Saat itu, aku lagi di perjalanan mau pulang, aku lihat dari kaca spion ada mobil yang terus mengikutiku. Awalnya aku merasa jalanan kami searah. Tetapi semakin jauh mereka semakin melaju kencang untuk mengejarku. aku pun menambah kecepatan mobilku.
Mobil itu terus mengejar ku. Bahkan mereka menembak kaca belakang mobilku, Camelia sempat menyerang balik mereka. Tapi mereka menembak ban mobilku, sampai membuat mobilku oleng dan akhirnya menabrak trotoar.
Aku sempat berkelahi dengan salah satu pria yang mengejarku akibatnya lenganku terluka karena pisau menggoresnya. Saat teman pria itu muncul, aku memilih untuk kabur karena aku sudah kehabisan tenaga dan disamping itu jumlah mereka cukup banyak untuk Camelia lawan.
Di situlah ada mobil yang muncul aku meminta pertolongan mereka. Seorang wanita yang di dalam mobil tanpa segan langsung membantuku Bahkan dia juga melindungiku dari mereka."Camelia menerangkan kepada Tuan Jason kalau yang membantu dirinya wanita yang dilihat oleh Jason sebelum Irene dan Cornelius pergi meninggalkan Camelia di sana.
"Berarti Cornelius dan wanitanya yang membantu adikku. gumam Jason dalam hati
tetapi Mengapa Cornelis membantu menyelamatkan adikku? bukankah dia sangat membenciku? Jason bermonolog sendiri
Sementara di rumah kost yang berlantai 4 itu. anak buah Cornelius bersama satu orang teknisi listrik sedang memperbaiki listrik yang bermasalah di rumah kos-kosan itu. Setelah menghabiskan waktu kurang lebih 10 menit akhirnya teknisi listrik berhasil memperbaikinya dan lampu kembali menyala.
Anak buah Cornelius memberikan sebuah amplop berisikan uang sebagai upahnya. Tidak lama kemudian, pintu lift terbuka tampak Cornelius yang berdiri menggendong Irene tertidur pulas dalam pelukannya. Anak buah Cornelis langsung membuka jalan. agar Cornelis dapat berjalan dengan leluasa.
Bersambung...
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1