Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 95.ORANG MISTERIUS _GKMBM


__ADS_3

Irene menganggukkan kepalanya


"Iya aku percaya padamu." sahut Irene sambil berusaha untuk tenang.


Ayo kita pergi, Cornelius menggenggam tangan Irene berjalan bersama meninggalkan kamar kos yang selama ini ditempati Irene.


Di tempat lain di sebuah mobil truk di belakangnya terlihat seorang pria paruh baya yang duduk di belakang mobil. Posisi duduk pria itu menyamping dengan tongkat kayu yang masih dipegangnya. Angin kencang sepoi-sepoi membuat rambut lelaki paruh baya itu berterbangan bersamaan dengan bajunya yang ikut terampaskan angin.


Wajah pria paruh baya itu terlihat kusam ditambah dengan noda tanah yang menempel di wajahnya. Tatapan matanya yang tajam seperti mata elang fokus menatap ke depan melihat jalan yang semakin jauh tak terlihat ujungnya.


Perjalanan panjang pria paruh baya itu untuk berkelana kembali dimulai. Dari kota ke kota lain dan dari negara satu ke negara lain.Itu ia lakukan demi menjaga amanat sahabatnya yang sudah bertahun-tahun ia jaga agar tidak sampai kepada tuan Thomson.


****


Di dalam mobil menuju rumah Cornelius. Irene hanya terdiam membayangkan kejadian yang terjadi di kamar kosnya.


Cornelius yang melihat Irene yang murung memegang pundak Irene. "Ada apa? apa Kau Masih memikirkan masalah Aris?" kalau masalah Aris jangan khawatir. Itu menjadi urusanku dan anak buahku."ucap Cornelius kepada Irene berharap Irene dapat tenang dan tidak memikirkan masalah yang terjadi saat di kamar kosnya.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam, mobil Cornelius memasuki gerbang masuk ke pekarangan rumah berhenti di halaman depan rumah.


Cornelius keluar dari mobil berjalan ke sisi pintu mobil lainnya, membukakan pintu untuk gadis kecil pujaan hatinya keluar dari mobil itu. Irene berusaha mengembangkan senyumnya.

__ADS_1


"kalau kau butuh sesuatu Jangan malu untuk meminta para pelayan membantumu.


"Iya kau hati-hati di jalan.


Cornelius tersenyum mengecup kening Irene lalu kembali ke dalam mobilnya, pergi kembali ke kamar kos Irene untuk mengurus mayat Aris yang masih ada di sana.


Di kamar kost Irene tampak anak buah Cornelius sedang berada di kamar Irene, mengurus mayat Aris yang tergeletak di lantai. Anak buah Cornelius memasukkan mayat Aris ke dalam sebuah tong sampah yang berukuran besar. Mereka juga mulai membersihkan darah darah yang ada di lantai untuk menghilangkan jejak.


Saat anak buah Cornelius sibuk mengurus mayat Aris, Cornelius terlihat sedang duduk santai di sofa membiarkan anak buah untuk membereskannya semua.


Sebenarnya Cornelius bukan duduk santai di sofa melainkan pikirannya sedang diganggu dengan orang yang menyelamatkan gadis kecil pujaan hatinya. Cornelius terus berpikir dan bertanya Siapa orang yang menyelamatkan Irene dari Aris dan Apa penyebab orang itu mau membantu Irene.


Tiba-tiba dari pintu masuk terdengar langkah kaki seseorang yang berjalan masuk, orang itu ternyata adalah Lisa.


Saat dia mendengar suara Lisa, Cornelius langsung berdiri dari sofa tempat duduknya. Bagaimana kau sudah tahu siapa itu pemilik nomor yang mengirimkan pesan Whatsapp kepadaku? tanya Cornelius penuh selidik.


Karena Cornelius penasaran Siapa pemilik nomor dari yang mengirimkan pesan kepadanya. Dia meminta Lisa untuk mencari pemilik nomor itu dengan kemampuan ilmu teknologi Lisa yang luar biasa.


"Maaf Kak, aku tidak bisa mengakses informasi untuk nomor itu nomornya sudah diblokir beserta dengan informasi pemiliknya.


"Sial!" ucap Cornelius memukul punggung sofa. Padahal dia sudah berpikir akan tahu siapa si pemilik nomor itu. sayangnya itu tidak terjadi.

__ADS_1


Ini pertama kalinya Lisa gagal mencari informasi orang yang dia cari. biasanya dia bisa mengakses informasi apapun walaupun itu data pribadi yang sudah terblokir sekalipun. Tapi sayangnya kali ini dia tidak bisa mendapatkannya.


"Memangnya ada apa dengan nomor itu? tanya Lisa yang belum tahu apa-apa dengan masalah yang dialami irene.


Ada orang misterius yang mengirimkan pesan padaku, dia bilang Irene dalam bahaya. dan ternyata pesan itu benar Irene hampir saja dibunuh Aris.


Untung saja pada seorang yang datang menyelamatkannya, tepat waktu sebelum aku datang.


siapa seseorang itu Kak?


"aku juga tidak tahu.


Irene hanya melihatnya memakai cadar." Ucap Cornelius kepada Lisa.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏


sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain

__ADS_1



__ADS_2