
Kalau memang tidak ada masalah yang terjadi pada mu, Lalu kenapa aku melihatmu tadi menangis.
"Ah".
"Jawab kenapa kau menangis?
"Tidak apa-apa mataku hanya kelilipan saja.
"Jangan berbohong padaku. Matamu Tidak kelilipan, aku tahu bagaimana wajahmu saat menangis.
"Bagaimana kakak bisa tahu?"
"Tentu saja aku tahu. Aku ini kakakmu yang merawat mu dari kecil. Aku bahkan tahu kapan kau sedang berkata bohong dan kapan kau tidak berkata bohong padaku. Katakan Yang sejujurnya Kenapa kau menangis?"
Camelia pun terpaksa mengatakannya, karena ia sudah tidak bisa menutupinya lagi. "Jadi tadi aku bertemu dengan orang yang membantuku malam itu.
"Apa mereka menyakitimu sampai membuatmu menang seperti ini?ucapnya dengan nada suara yang marah.
"Tidak, Kakak tenang dulu biarkan aku selesaikan ceritaku.
Melihat Jason yang sudah tampak tenang dia pun melanjutkan ceritanya. Padahal Jason sudah mengetahui siapa sosok lelaki yang menolong adiknya musuh bebuyutannya sendiri.
Pria yang menolongku malam itu ternyata sudah punya kekasih. Dan kekasihnya itu adalah wanita yang juga menyelamatkanku malam itu. Aku menyukai pria itu, tapi pria itu tampaknya tidak menyukaiku. Saat aku ingin tahu namanya, pria itu malah langsung menolak ku mentah-mentah. Itu membuat hatiku sakit, aku tidak bisa menahan air mataku yang ingin jatuh.
"Camelia sadarlah, Kenapa kau menyukai pria yang sudah punya pasangan. Itu jelas-jelas salah. Pantas saja dia menolakmu.
"Tapi kalau aku lihat pria itu saja yang menganggap wanita itu pasangannya. Kalau wanita itu sepertinya tidak."
"Dari mana kau tahu? apa dia sendiri yang mengatakannya padamu ?"
"Tidak, cuman menurutku saja."
__ADS_1
"Sudah, aku tidak mau kau menangisi pria itu. Masih banyak pria di luar sana yang bisa Kau dapatkan.
"Aku tidak mau pria lain, Aku menyukai pria itu. Aku menginginkan satu pria dan pria itu adalah dia
"Kau benar-benar keras kepala."pekiknya kesal karena kamu lihat tidak mau mendengar nasehatnya.
"Bukannya kakak sangat menyayangiku? kalau Kakak benar-benar sayang padaku, bantu aku mendapatkan pria itu untukku.
"Bagaimana caranya? Apa kau tahu nama orang itu? tanya Tuan Jason pura-pura tidak mengetahui siapa sosok pria yang dikatakan oleh Camelia.
"Tidak."
"Terus bagaimana aku bisa membantumu? kau saja tidak tahu nama pria itu.
"Aku akan mencari tahu siapa namanya nanti. yang aku tahu pria itu mengenal beberapa rekan bisnis yang datang ke tempat ini.
Di tempat lain tanpak Cornelius dan Irene berdiri "Setelah ini, apa besok kita akan pulang?
"Terserah kamu saja, aku ikut saja ke mana kau pergi. Cornelius mengembangkan senyumnya mendengar jawaban dari Irene. Cornelius merangkul bahu Irene sambil menarik senyum kecil di bibirnya.
Tiba-tiba suara deringan ponsel milik Cornelius terdengar jelas di telinganya. Cornelius berlangsung mengambil ponselnya dari saku jasnya. Saat melihat telepon itu dari seseorang rekannya. Cornelius berjalan menjauh mengangkat sambungan telepon selulernya.
"Hallo Tuan Cornelius, Apa kabar? lama kita tidak berbincang. ucap salah satu rekan yang bekerja sama dengan Cornelius, yang tampak duduk di sofa bersama beberapa orang wanita, menggunakan pakaian yang kekurangan bahan berada di dalam pelukannya.
Di depan rekan bisnis Cornelius ada meja dipenuhi dengan botol minuman alkohol ada yang sudah kosong dan ada yang masih tersegel.
Para wanita itu tampak sudah mabuk di dalam pelukan pria itu. Ruangan tempat pria itu berada di salah satu ruang VVIP di sebuah klub malam. Di dalam ruangan itu anak buah pria itu terlihat berdiri di setiap sudut ruangan.
"Ada apa Tuan menghubungiku?
"Kudengar kau sedang berada di negara Swiss membawa wanita pujaan hatimu berlibur ke sana. Dan menghadiri beberapa acara rekam bisnismu." ucapnya sambil mengusap wajah wanita yang dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri di bawah rangkulannya.
__ADS_1
"Benar, terus ada apa? katakan saja maksud dan tujuanmu menghubungiku. Aku tidak suka orang-orang yang bertele-tele.
"Santai saja Tuan. Cornelius nada bicara mulai terdengar tak ramah.
"Kau terlalu banyak bicara Tuan langsung saja pada intinya sebelum aku mematikan sambungan telepon selulernya.
"Tunggu, aku akan mengatakan tujuanku menghubungimu. Sebelum aku kembali ke negaraku, besok pagi bisakah kita bertemu malam ini? kebetulan aku sedang berada di sini.
"Bagaimana Tuan Cornelius? Sambungnya
"Katakan saja di mana kita akan bertemu.
"Di crypton bar. Aku tunggu kedatanganmu ke sini."ucapnya sambil mematikan sambungan telepon selulernya.
Cornelius kembali menghampiri Irene yang menunggunya dengan tatapan serius.
"Ada apa, Siapa yang menghubungimu?
"Rekan bisnis ku
"Ada apa?
"Dia mengajakku bertemu sekarang.
"Apa dia ada di sini juga?
"Iya kita harus pulang sekarang." ucap Cornelius.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓