Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 61.TANGIS IRENE_GKMBM


__ADS_3

Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Terlihat Irene berbaring di atas ranjang dengan kondisi yang masih sama seperti kemarin malam, tubuhnya hanya dibalut dengan selimut tebal yang disediakan oleh pihak hotel.


Kedua kelopak mata Irene terasa begitu berat perlahan terbuka, diiringi dengan tangan kirinya yang refleks memegang kepala yang terasa pusing mengingat kejadian semalam.


Potongan-potongan adegan kemarin malam melintas di benaknya. Seketika ia menurunkan pandangannya ke bawah membuka selimut melihat tubuhnya sudah tidak menggunakan sehelai benang pun.


"Apa yang aku lakukan dengannya?"gumamnya kaget bangun menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya menoleh ke samping mencari Cornelius tapi Cornelius tidak ada di sampingnya.


"Kemana Cornelius?


"Aku tidak pergi kemana-mana Sayang, aku ada di sini." ucap Cornelius sambil mengembangkan senyumnya. Cornelius duduk di sofa dengan pakaian yang sudah terlihat rapi dia bangun lebih awal sebelum Irene terbangun.


Irene kaget sampai tidak menyadari Cornelius ternyata ada di dalam kamar itu menunggunya bangun. Cornelius bangkit dari tempat duduknya menghampiri Irene yang masih terkejut, duduk di atas ranjang dengan balutan selimut.


"Jangan terkejut seperti itu, bukankah kau yang memintanya? ucap Cornelius berdiri di pinggir ranjang. Irene terdiam tidak bisa berkata apa-apa. Karena apa yang diucapkan oleh Cornelius benar adanya. Efek obat perangsang yang diberikan Aris kepadanya, membuat dirinya merasa tidak nyaman dan lepas kendali.


"Kau sebaiknya mandi, setelah itu kita akan pulang."ucapnya sambil mengusap kepala irene dengan penuh kasih sayang.


"Aku memberikan hidupku padanya." gumamnya dalam hati. Irene masih tidak menyangka dia bisa memberikan keperawanannya, yang sudah lama ia jaga termasuk dari sang mantan kekasihnya Aris.


ia memberikan keperawanannya kepada lelaki yang baru aja dia kenal bahkan mencintainya pun tidak.

__ADS_1


"Apa yang kau pikirkan? tanya Cornelius karena melihat Irene tidak melakukan apa-apa justru hanya terdiam dan bengong.


"Kenapa kau mengambilnya dariku? ucapnya menoleh dengan wajah yang sedih menatap Cornelius air bening mengalir begitu saja di wajah cantiknya.


"Aku hanya ingin kau tidak menderita seperti semalam. itu sebabnya aku terpaksa melakukan itu. Jika aku tidak melakukannya malam itu maka bisa berakibat fatal untukmu.


"Apa tidak Ada cara lain? ucap Irene sambil terus air bening mengalir di wajah cantiknya.


"Yang aku pikirkan hanya itu satu-satunya jalan saat itu. Aku meminta maaf jika itu sangat melukaimu."ucap Cornelius sambil duduk di pinggir kasur memegang kedua tangan Irene mencoba untuk menenangkan gadis kecil pujaan hatinya.


"Sayang menikahlah denganku dengan begini kau tidak perlu cemas memikirkan masa depanmu aku yang akan bertanggung jawab."


Irene melepaskan tangan Cornelius.


Aku tahu, kau hanya mau membantu. Tapi aku tidak bisa menikah karena belas kasihan darimu."ucap irene dengan nada suara yang sedih menundukkan kepalanya masih tidak percaya dia melakukan hal yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.


Padahal irene sudah menjaganya dari orang-orang yang ingin berniat jahat kepadanya, bahkan dari sang kekasih. baginya mahkota miliknya akan dimiliki suaminya kelak. Tetapi saat ini Irene harus benar-benar terima jika Cornelius sudah merenggut kesuciannya.


"Sayang ini bukan belas kasihan. Aku sangat mencintaimu. Kenapa kau tidak mengerti?Aku ingin kau menjadi Nyonya Cornelius bukan hanya wanitaku saja." ucap Cornelius dengan suara yang lembut.


Irene yang memalingkan wajahnya sedih tak ingin melihat Cornelius yang mengemis cinta padanya. Cornelius pun kembali berdiri berbalik membelakangi Irene. Aku menyiapkan pakaian untukmu, itu ada di atas meja Aku akan menunggumu di loby." ucapnya pergi tanpa menoleh sedikitpun karena ia sudah sangat kecewa lagi-lagi Irene menolaknya.

__ADS_1


Irene menoleh melihat Cornelius yang pergi membanting pintu kamar hotel yang mereka tempati.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"


"Semua ini gara-gara Aris." ucapnya berteriak.


"Tega sekali dia melakukan itu padaku. Aku tidak berpikir aku dulu pernah menjadi bagian dari hidupnya."ucapkan meneteskan air matanya, tidak habis pikir Aris begitu tega ingin menghancurkan kehidupannya.


"Aku menyesal pernah mencintai pria brengsek seperti dia teriaknya marah.


Irene perlahan bangkit masuk ke dalam kamar mandi. Rasa perih di bagian kewanitaannya sangat terasa. Itu benar-benar dirasakan oleh Irene saat ini. Melangkahkan kakinya saja ia sudah sangat kesulitan.


"Aduh sakit sekali!" rintih irene ketika berusaha berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Dengan penuh perjuangan, akhirnya Irene sudah masuk ke dalam kamar mandi. Ia segera melakukan ritual mandinya. Di bawah air shower, ia meratapi nasibnya saat ini. sesekali ia merutuki dirinya yang begitu menyebalkan.


"Ya ampun, Kenapa hidupku sampai seperti ini. Aku kehilangan kesucianku yang sudah lama aku jaga. Dasar lelaki brengsek!" lagi-lagi Irene teringat dengan apa yang dilakukan Aris kepadanya. Setelah selesai melakukan ritual mandinya sekitar 30 menit kemudian, Ia pun keluar dari kamar mandi.


Setelah menggunakan pakaian baru yang diberikan Cornelius, Irene pun turun ke loby seperti apa yang diminta Cornelius sebelumnya.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2