
Setelah mengambil sayur-sayuran, mereka beralih mengambil daging. Irene mengambil satu kilo daging sapi. Satu kilo ayam, satu bungkus sosis. Mereka berbalik mendorong trolinya pergi ke tempat minuman dan snack.
Irene mengambil satu botol kemasan jus jeruk. Sedangkan Rina mengambil beberapa cemilan
"Sudah apalagi yang kita mau beli?
tanya irene pada Rina yang sibuk memasukkan cemilan ke keranjang.
"Menurutku ini sudah lebih dari cukup." sahut Rina.
"iya ya balas irene."
"Tunggu aku harus mengambil beberapa lagi.
"Mau beli apa lagi? tanya Rina
Aku mau beli roti selai. Ayahku suka sarapan dengan roti." ucap Irene pergi ke lorong sebelahnya meninggalkan Rina.
Irene Pergi mengambil sebungkus roti selai. Dan selainya. lalu berbalik kembali berjalan pergi.
Setelah selesai melakukan pembayaran, barang belanjaan mereka. Rina dan Irene berlalu meninggalkan supermarket itu. menghampiri mobil yang mereka tumpangi sebelumnya.
Irene membuka pintu. Ia melihat Cornelius sudah tidur menyandar di jok mobil.
"Ada apa Irene? tanya Rina yang berdiri di belakangnya.
Irene keluar setengah tubuhnya yang masuk ke dalam.
"Dia tidur. Bahkan Ricardo juga ikut tertidur.
apa kita belanjanya terlalu lama?" tanya Rina kepada Irene
"Tidak kok, kita belanjanya cepat."sahut Rina
kayaknya dia terlalu capek. Seharusnya aku tidak memintanya menjemputku." ucap iren tampak kasihan melihat Cornelius yang tertidur menunggu mereka.
"Gimana dong? kita mau nunggu dia sampai bangun? tanya Rina
Tiba-tiba Cornelius terbangun, karena mendengar suara kedua wanita itu. Cornelius mengusap wajahnya yang masih ngantuk lalu keluar dari mobil.
"Sudah selesai?
"iya." Ucap irene sambil menganggukkan kepala.
Cornelius mengambil kantong plastik dari tangan Irene membawanya ke belakang. Ia membuka bagasi mobilnya meletakkan belanja ke dalam.
Irene dan Rina juga ikut pergi ke belakang meletakkan kantung belanjaan mereka.
Cornelius menutup bagasi mobilnya
Irene menghampiri Cornelius.
Cornelius kalau capek nanti, aku yang membawa mobilnya saja.
"Tidak, aku tidak capek kok. Aku masih bisa nyetir kau duduk saja di sampingku." ucap Cornelius tersenyum
"Ayo kita pulang, kasihan ayah dia sedang menunggumu pulang sekarang." Sambungnya
Irene menganggukkan kepala. Mereka semua kembali ke dalam mobil meninggalkan supermarket itu. Melewati sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan.
Di dalam mobil itu, ada seorang wanita bercadar memperhatikan mobil Cornelius pergi. Dari kaca mobil wanita itu melepaskan cadarnya, memperlihatkan wajah wanita paruh baya yang masih terlihat awet muda.
Wanita bercadar yang sama persis dengan wanita yang menyelamatkan Irene dari Aris. ternyata adalah wanita yang menabrak Irene di dalam supermarket.
"Aku akan tetap mengikuti mu dan tetap menjagamu. Walaupun kau tidak menyadarinya. Aku tahu banyak orang yang mengincar ayahmu." gumam wanita bercadar itu sambil memperhatikan mobil Cornelius melewati mobil yang ia tumpangi.
Di sebuah klub malam. Tepatnya di ruang VVIP sebuah pertemuan antara dua pemimpin kelompok mafia sedang dilakukan. mereka adalah Tuan Jason dan Tuan Thomson.
"Tuan Jason datang bersama anak buahnya. sedangkan Tuan Thomson datang bersama anak buahnya yang berdiri di sampingnya.
Seperti pada umumnya, seorang mafia selalu menyelipkan senjata api di tubuh mereka, untuk berjaga-jaga jika ada kejadian yang tak terduga dalam pertemuan.
Di depan mereka ada beberapa botol wine di atas meja, dan 2 gelas kecil yang berisikan wine. Tuan Jason dan Tuan Thomson tampak sedang berbicara serius.
"Tuan Thomson jauh-jauh dari kota anda ke sini, untuk bertemu denganku pasti ada sesuatu yang penting bukan? apa ini menyangkut apa yang Tuan telepon saat itu?
Tuhan Thomson menghisap rokok. lalu menghembuskannya ke udara.
"Iya, dugaanmu tepat sekali. Ada hal penting yang aku sampaikan padamu.
"Apa itu?
"Satu bulan yang lalu, aku meminta Tuan Cornelius untuk membantuku mencari seseorang. Dengan imbalan pemberian wilayah sebagai tempat transaksi tersembunyi bagi kelompok Tuan Cornelius dalam melakukan penjualan narkoba dan senjata api.
__ADS_1
"Lalu kenapa Tuan Thomson menghubungiku, Apa hubungannya denganku?
"Sudah berjalan satu bulan, tapi Tuan Cornelius tiba-tiba memutuskan perjanjian. Padahal sebelumnya dia bilang anak buahnya sedang mengejar orang itu. Lalu tiba-tiba dia membatalkan begitu saja. Karena hal itu aku datang ke sini menemui mu untuk meminta bantuan.
"Apa yang bisa aku bantu?
"Aku hanya mau mencari orang yang sama sama nama pria itu adalah Tuan Bernando. ucapnya sambil menyodorkan sebuah foto yang sama persis yang diberikan pada Cornelius, pertama kali dia meminta bantuan kepada Cornelius. mencari Tuan Bernando.
Kalau aku membantumu, apa yang bisa kau berikan padaku?
"Hal yang sama seperti Tuan Cornelius dapatkan.
Tapi aku menginginkan yang lain.
"Sebutkan saja, aku akan memahami.
"Sepertinya kau tidak akan sanggup melakukannya.
"Kau meremehkan ku?
"Tidak, tapi ini berhubungan dengan Cornelius Aku tidak tahu Apa kau sanggup memenuhi permintaanku.
"Katakan!
"Aku ingin nyawa Cornelius sebagai imbalannya.
Bruk....
Tuan Thomson yang kaget dengan permintaan Tuan Jason langsung memukul meja yang ada di hadapannya.
"Aku tidak salah dengar dengan permintaan itu?
"Tidak, aku ingin kau membunuh Tuan Cornelius."
"Kau ingin membuat kelompok kami saling berperang?"
"Apa tidak ada permintaan yang lain?"
"Aku sudah bilang Kau pasti tidak akan sanggup dengan permintaan ini.
"Permintaan ini sangat sulit, dan tidak sebanding dengan apa yang harus kau lakukan."
"Kalau begitu aku memikirkan permintaanku yang lain, selagi anak buahku mencari tahu orangnya
"Tentu, tapi dengan syarat yang masih aku pikirkan. Aku akan memberitahumu saat aku sudah mendapatkan orang itu.
"Baiklah, aku tunggu kabar baik darimu.
Di tempat lain. Tepatnya di rumah kost Irene tampak Cornelius dan Irene bersama kedua temannya berjalan di lorong sambil membawa kantong belanjaan. Mereka semua berdiri berhenti tepat di pintu kamar kost.
Tok....
Tok....
Tok....
"Ayah, panggilnya sambil mengetuk pintu itu.
tidak lama kemudian pintu terbuka
Tuan Bernando muncul sambil menggunakan Celemek dan tangannya memakai sarung tangan.
"Ayah..."ucap Irene sangat kaget
"Om kok pakai celemek?"banyak Rina senyum-senyum melihat Tuan Bernardo yang sekarang pakai celemek.
"Ayah lagi masak." ucapnya dengan santai merasa tidak ada yang aneh
"Astaga, Ayah." ucap Irene menarik ayah masuk ke dalam.
Rina, Ricardo, dan Cornelius masuk sambil membungkam bibir mereka menahan tertawa, melihat ayah Irene terlihat lucu.
Irene melepas celemek nya berwarna ungu itu dari tubuh kekar ayahnya.
"Ayah ngapain masak? tunggu aku pulang nanti aku yang masak buat ayah.
"Ayah mau masak untukmu, Kau pasti capek seharian di kantor. Makanya ayah memasak untuk makan malam kita.
Tapi ayah tidak tahu kalau kau akan mengundang teman-teman ke sini, Jadi ayah masak tidak terlalu banyak
"Ayah...."Irene memeluk erat Tuan Bernardo
"Terima kasih Ayah. Ricardo dan Rina juga saling merangkul terharu melihat kedekatan Tuan Bernando dengan Irene.
__ADS_1
Mereka bisa merasakan betapa sayangnya Tuan Bernando pada Irene.
Tiba-tiba suasananya yang sedih dihancurkan dengan Cornelius yang tiba-tiba datang ikut memeluk Irene dan Tuan Bernando.
Tuan Bernando yang seketika memukul kepala Cornelius dengan tangannya yang besar dan berurat
Bukkk...
"Ahhhhk...." jerit Cornelius melepaskan tangannya dari pinggang Irene dan Tuan Bernando
"Ayah! ucap Irene kaget berbalik. Irene melihat Cornelius yang kesakitan.
"Kenapa ayah memukulnya?" ucapnya sambil mengusap kepala Cornelius.
"Siapa suruh dia ikut memeluk.
"Ayah jangan gitu dong."
Maafin Ayah ya." ucap Irene yang kasihan sambil mengusap-usap kepala Cornelius.
"Selagi calon Ayah mertua yang pukul nggak masalah." ucap Cornelius tersenyum menatap Irene
"Calon mertua? ucap Irene dan Ricardo secara bersamaan,kaget.
"Kalian mau menikah?
"Tidak ....tidak." ucap Irene refleks dengan pipinya yang memerah berbalik melihat kedua temannya.
"Cornelius bercanda." ucapnya panik
"Calon mertua kau bilang,
"iya, aku ingin menikahi Putri Tuan." ucap Cornelius yang terlihat serius
"Cornelius jangan bicara omong kosong." kata Irene
"Kau serius dengan perkataanmu?
Irene pergi ke samping ayahnya.
Ayah Cornelius hanya bercanda. Jangan marah padanya, aku mohon." ucapnya merangkul tangan Tuan Bernardo.
"Kalau begitu, Tunggu sampai aku mati." ucapnya berbalik pergi.
"Waduh semangat Cornelius mengejar Restu calon mertuanya." ucap Rina dan Ricardo yang pelan.
"Irene....,ajak teman-temanmu kemeja makan. kita makan bersama." ucap Tuan Bernando yang sudah duduk di meja makan
"Iya Ayah, balas irene
di rumah kost ini, memang ada tersedia dapur dan meja makan bagi siapa yang membutuhkannya.
Rina dan Ricardo tampa Panggil pun langsung pergi. Mereka sama sekali tidak takut dengan ayah Irene. Karena mereka sebelumnya sudah sering bertemu dan makan bersama seperti keluarga.
Sedangkan Cornelius Masih Berdiri kaku. Irene pergi ke samping Cornelius yang diam
dia sudah mengutarakan niat baiknya, meminta izin ke Tuan Bernardo untuk menikahi irene. Tapi Tuan Bernando belum membukakan pintu Restu untuknya.
Irene merangkul tangan Cornelius. Kau tidak apa-apa kan?
"Tidak apa-apa." ucapnya dengan wajah datar tapi sebenarnya sakit.
"Ayo kita ke meja makan. Ayah sudah menunggu.
Irene menarik Cornelius membawanya ke dapur.
Di meja makan Cornelius, Irene ,Tuan Bernando, Ricardo dan juga Rina sedang duduk menyantap masakan buatan Tuan Bernando. Mereka terlihat sangat menikmati makanannya.
Ayah bisa membuat makanan sebanyak ini dari mana bahannya? bukankah persediaan bahan makanan di kulkas sudah kosong?
Ia tadi sempat belanja sedikit dekat sini.
kalian makan yang banyak." ucapnya menoleh melihat ke arah Rina dan Ricardo.
"Iya uncle"ucapnya bersama menganggukkan kepalanya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain
__ADS_1
" Hasrat Tuan Muda Arogant"