Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 116. GENGSI _GKMBM


__ADS_3

Cornelius malah tawa menanggapi Apa yang diucapkan oleh Irene, di dalam sambungan telpon selulernya membuat Irene sedikit kesal.


"Ha ha ha ....!!!!


"Idih malah ketawa, Memangnya lucu? ucap irene yang makin kesal dipermainkan oleh Cornelius."


"Kangen tapi gengsi." ucapnya Sambil tertawa


"Kalau sudah begini, males deh jadinya. Siapa juga yang kangen.


"Gemes." ucapnya tertawa kecil mendengar Irene yang masih juga mengelak kalau dirinya benar-benar kangen kepada Cornelius.


"Berhenti menertawakan ku kau ingin meledekku." ucapnya kesal.


"Itu lucu, rindu Tapi gengsi


"Terserahlah kau mau bilang apa. Aku jadi males ngomong sama kamu. Irene mematikan teleponnya. Meletakkan ponselnya kembali ke meja. Tapi bukan seperti menaruh, jadi malas seperti membantingnya.


"Dasa..... menjengkelkan." ucapnya kesal. Rina yang mendengar bising dari meja irene berbalik ke samping memanggil Irene.


"Ada apa? kok aku dengar ada sesuatu yang bunyi?


"Bukan apa-apa, tadi ponselku tak sengaja jatuh." balasnya dengan wajahnya masih kesal, karena Cornelius yang terus-terusan meledaknya.


Dia mematikan teleponnya, Cornelius melihat panggilan telepon Irene sudah terputus. Dia kembali menghubunginya.


Ponsel Irene bergetar dan berdering. Tapi dia tampaknya tidak peduli. Karena masih marah jadi dia tak mau mengangkat sambungan telepon seluler dari Cornelius.


"Dia pasti lagi maraj. ya sudahlah, nanti aku hubungi lagi." ucapnya senyum-senyum mematikan teleponnya.


Irene menarik kursi, maju kemeja melihat layar ponselnya.


"Hah... Cuman sekali? matanya melebar melihat panggilan Cornelius hanya sekali.


benar-benar ya. Dia tidak niat Membujuk ku sama sekali, kesalnya.


Padahal dia berharap Cornelius yang terus menelepon sampai dia mengangkatnya. Tapi ternyata harapan itu tidak terjadi.


Tiba-tiba


Ting....


Notifikasi pesan Whatsapp muncul di layar ponsel milik Irene.


"Sayang jangan marah lagi, aku minta maaf Aku juga kangen sama kamu I love you Sayang."


Irena melihat pesan itu langsung senyum-senyum sendiri memandangi layar ponselnya.


****


Di perusahaan Mahesa group tampak Irene, Rina dan Ricardo berdiri di depan kantor menunggu Cornelius datang. "ini kapan datang kok lama benar tanya Rina Yang Tak sabar menunggu kedatangan Cornelius.


"Sabar dia masih di jalan. Tidak mungkin kan baru ditelepon dia langsung muncul


"Soalnya lama banget."


Tidak lama kemudian, cahaya lampu mobil muncul dari arah kanan mereka. Itu adalah mobil Cornelius mobil itu berhenti tepat di depan mereka.


"Akhirnya dia datang juga." ucap Rina yang capek menunggu Cornelius. Padahal dia hanya berdiri 5 menit di sana.

__ADS_1


Cornelius keluar menghampiri mereka bertiga.


"Ayo kita pulang. uncap Cornelius menggenggam tangan kiri menariknya pergi.


"Tunggu!"


"Ada apa?


"Teman-temanku akan ikut pulang bersama aku. boleh kan?


Cornelius melirik ke arah Rina dan Ricardo menatapnya menunggu jawaban.


"Ayolah pleasessss.... aku akan mengadakan makan malam, mereka juga harus ikut ucapnya cemberut.


Melihat bibir Irene mengerut dengan tatapan mata yang benar-benar seperti anak kecil Yang merengek minta permen itu, membuatnya tak tega.


"Terserah padamu


"Terima kasih." ucap Irene tersenyum lebar


"Gitu dong, senyum." balasnya tersenyum sambil mencubit wajah cantik Irene karena gemas.


"Eh eh.....ingat ada kita ya." ucap Ricardo sambil senyum-senyum melihat mereka berdua


"Bilang saja sirik, makanya cari pacar dong." ucap Rina mengejek Ricardo yang sampai sekarang belum punya kekasih.


"Iya deh, balas Ricardo dengan nada suara yang malas menanggapi perkataan temannya itu.


"Maaf maaf, Ayo kita pulang." ucap Irene mengajak kedua temannya.


Irene duduk di kursi depan, tepat di samping Cornelius. Sedangkan Rina dan Ricardo duduk di kursi belakang. Mereka berempat pergi meninggalkan tempat itu.


Di tengah jalan, Irene memberitahu Cornelius untuk mengantarkannya ke supermarket.


"Iya, atau kau mau aku menyuruh orang membeli, nanti belanjaan akan langsung diantar ke rumah kost mu


"Wah bisa juga tuh, jadi kita kan tidak perlu repot-repot harus ke sana." ucap Rina ikut nimbrung.


"Ngak ngak, nanti dia belanjanya kebanyakan. Aku mau belanjanya sendiri sesuai dengan kebutuhan balas Irene yang tak setuju.


Memangnya kau tidak capek setelah pulang kantor? sehingga belanja lagi." ucap Cornelius


aku tidak capek kok. Udah biasa


"Cie cie cie perhatian banget." ucap Rina senyum-senyum menggoda mereka berdua,


"Apaan sih! ucap irene yang malu-malu.


"Kau bisa diam gak, Mereka bicara berdua nggak usah ikut nimbrung." gerutu Ricardo menutup bibir Rina yang tak mau diam.


Rina memukul tangan Ricardo yang menutup mulutnya berulang kali, sampai Ricardo melepaskannya sendiri.


"Bau tahu." ucapnya kesel


"Biarin sekalian kalau bisa pingsan aja." ucap Ricardo Sambil tertawa.


Irene dan Cornelius tertawa melihat tingkah mereka berdua. "Kok aku jadi merasa kalau kalian berdua akan berjodoh ya." ucap Irene sambil menoleh ke belakang


"Benar tuh, bisa jadi timpal Cornelius yang mampu membuat Rina dan Ricardo Saling bertatapan.

__ADS_1


"Oh no! tidak mungkin, tidak mungkin aku mau kepada lelaki jadi-jadian seperti dia." ucap Rina langsung membantah.


"Jangan bicara seperti itu, nanti bisa-bisa kau jatuh cinta kepadanya.


"Amit-amit jabang bayi, aku sudah punya pacar kali.


"Masih pacar kan, belum menikah." sahut Ricardo sambil mengembangkan senyumnya membuat Rina sedikit kesal.


"Menyebalkan.


Mobil Cornelis telah sampai di supermarket. iren bersama dengan Rina keluar dari mobil, disusul dengan Cornelius yang ikut keluar.


Saat dia ingin ikut masuk , Irene bertanya kepadanya. Kau mau kemana?


"Ikut denganmu."


"Tidak perlu."


Irene menarik tangan Cornelis membawanya kembali masuk ke dalam mobil.


"Kau di dalam mobil saja, tunggu kami di sini.


"kenapa? ucapnya dengan tatapan bingung menahan tangan Irene mau pergi.


"Repot kalau kau ikut nanti."


"Repot Bagaimana, aku bisa membantumu membawa barang-barang belanjaan.


"Tidak perlu, kau di sini saja. jaga mobil


okey, sambungnya tersenyum sebelum melepas tangannya dari Cornelius


"Baiklah."


Cornelius menuruti perkataan Irene. Irene


bersama Rina masuk ke dalam supermarket.


"Kenapa kamu melarangnya ikut? Padahal dia kan bisa membantu kita mendorong troli. Tanya Rina.


"Ngak apa-apa, aku cuman tidak mau saat kita belanja malah ribut.


Mana Aku sudah capek, jadi aku menyuruh nunggu di mobil saja, biar cepat belanja.


"Kalau begitu ayo." sahut Rina yang muncul dengan memegang keranjang troli. Mereka pun mencari bahan masakan yang akan dibeli.


Sedangkan Cornelius duduk di mobil bersama Ricardo menunggu mereka berdua.


Cornelius yang capek seharian berada di luar, ia tidak sadar tertidur di jok mobil. Karena terlalu lama menunggu para wanita belanja. Hal yang sama juga dilakukan oleh Ricardo. kedua pria itu tertidur di dalam mobil.


Di dalam supermarket Irene dan Rina sedang mengambil beberapa jenis sayuran yang akan mereka olah nanti.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏


sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain

__ADS_1


" Hasrat Tuan Muda Arogant"



__ADS_2