
"Aku wanita baik-baik, Tidak seperti wanita yang kau tuduhkan itu. Pergi dari sini!" ucapnya menarik tangan Aris membawanya ke depan pintu.
"Jangan pernah datang ke sini lagi." Irene mendorong tubuh Aris keluar dari kamar kosnya.
"Tunggu!
Irene langsung menutup pintu dengan keras sebelum Aris selesai berbicara.
"Irene dengarkan aku dulu." ucapnya sambil mengetuk-ketuk pintu kamar kos yang selama ini ditempati oleh Irene.
"Aku masih sangat mencintaimu, jangan akhiri hubungan kita seperti ini.
"Tolong maafkan aku, Irene aku mohon jangan tinggalkan aku.
Irene berdiri menyandarkan tubuhnya mendengarkan semua perkataan Aris dari balik pintu. Irene tidak memberikan respon apapun. Dan pada akhirnya Aris berhenti membujuk Irene. Dia berbalik berjalan meninggalkan kamar kos Irene dengan perasaan sedih.
Karena Irene sekarang sudah punya pengganti dirinya. Di sisi lain, tubuh Irene perlahan turun duduk di lantai dengan perasaan yang sama. Rasa sedih mengingat penghianatan yang di lakukan Aris.
"Kita tidak bisa bersama lagi." ucapnya sedih menundukkan kepalanya dengan rambutnya menutupi seluruh wajahnya. Air matanya sudah tidak terbendung lagi, menetes berjatuhan ke lantai. Dia sudah tidak bisa menahan air matanya lebih lama.
"Kenapa kau harus menghianati ku. Ini semua tidak akan terjadi kalau kau tidak melakukan itu." teriaknya sambil memukul-mukul dadanya menangis meluapkan emosinya mengingat kejadian ketika dirinya memergoki Aris sedang bercumbu mesra di atas ranjang yang sama, tanpa menggunakan sehelai benang pun menutupi tubuh kedua insan itu.
****
Keesokan paginya. Di markas penyiksaan grup Cornelius ke-4 pria yang ditangkap kemarin siang, diikat di dalam suatu ruangan yang sama. Mereka semua diikat. Wajah keempat pria itu tampak babak Belur. Tubuh mereka juga lebam dan ada darah dari luka luka di wajah dan di bagian tubuh yang lain.
Tampak, kepala keempat pria itu tertunduk ke bawah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Setelah mereka semua disiksa satu persatu malam itu. Beberapa orang anak buah Cornelius datang membawa air dingin mereka menyeramkan keempat pria itu
"Bangun kalian semua."ucap anak buah Cornelius dengan tetesan air berjatuhan di ujung rambut, mengenai wajah mereka. Semua bangun dengan kondisi kaget, dan mata mereka seperti kesulitan terbuka. Karena mata mereka bengkak setelah dipukul semalaman.
__ADS_1
"Tuan Cornelius sebentar lagi akan datang bicara dengan kalian." ucap salah satu anak buah Cornelius.
Beberapa detik kemudian Cornelius muncul dari pintu yang terbuka lebar berjalan masuk. Dengan raut wajah dingin menghampiri Bos preman itu
Dia berdiri di depan preman itu
"Kenapa kalian mengganggu wanitaku?"ucapnya santai tapi dengan sorot mata yang tajam.
Keempat pria itu tampak dia menatap Cornelius, tiba-tiba ujung belati yang tajam hampir menusuk bola mata hitam preman itu.
Preman itu seketika gemetar ketakutan, melihat wajah dingin Cornelius masih menatapnya dengan tajam. Katakan atau ujung pisau belati ku akan mencongkel keluar matamu.
"Aku hanya disuruh Tuan." ucap pria itu dengan suara yang gemetar ketakutan.
"Siapa yang menyuruhmu. ucap Cornelius dengan datar
"Dimana kau bertemu dengannya?
"Pria itu yang datang menemui ku sendiri di markas kami.
"Kau tahu di mana pria itu tinggal?
"Aku tidak tahu Tuan.
Cornelius menurunkan belatinya dari mata pria itu, memukul-mukul besti itu ke pipi pria itu sambil berkata."Aku dengar kau menampar wanitaku." ucapnya dengan sorot mata yang tajam.
"Menurutmu hukuman apa yang setimpal untukmu?" ucapnya menaikkan satu alisnya.
Bos preman itu tiba-tiba dipenuhi dengan keringat dingin di keningnya. Ketakutan apa yang akan dilakukan Cornelius kepadanya.
__ADS_1
"Ampuni aku Tuan, aku hanya disuruh dan aku sama sekali tidak mengetahui kalau nona itu merupakan wanita Tuan." ucapnya gemetar. Cornelius menarik senyuman dengan wajah yang datar.
"Lepaskan ikatannya! teriaknya meminta anak buahnya, segera melepaskan ikatannya.
Anak buah Cornelius langsung berlari melepaskan dengan cepat sebelum mereka menjadi sasaran amukan Cornelius.
Mereka menyeret Bos preman itu di bawah kaki Cornelius berlutut.
Cornelius menarik tangan kanan pria itu. tangan ini yang menampar wajah cantik wanitaku? tanya Cornelius dengan sorot mata yang tajam
Pria itu tampak diam, gemetar bingung sekaligus takut. Tidak tahu harus berkata apa.
crekkk
Bunyi tulang patah. Bos preman itu membungkuk kesakitan, saat Cornelius mematahkan pergelangan tangan Bos preman itu dengan tangannya sendiri.
"Ini belum seberapa, kau dan anak buahmu akan mati." ucapnya berbalik pergi meninggalkan ruangan itu.
"Ampuni aku Tuan!" teriaknya memohon. Anak buah Cornelius kembali menyerap Bos preman itu mengikatnya kembali. Salah satu anak buahnya yang ada di dalam ikut keluar dari sana, pergi menghampiri Cornelius yang menunggu di luar.
"Apa yang harus kami lakukan kepada empat Pria itu Tuan?
"Lakukan saja sesuka hati kalian. Dan cari orang yang menyuruh mereka yang bernama Andrew. pria itu tidak boleh sampai lolos begitu saja. Karena sudah berani mengusikku. Katakan kepada keempat pria itu, jangan pernah melakukan kesalahan kepadaku. Jika mereka masih ingin hidup.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1