
Di kegelapan malam terlihat sebuah mobil berwarna metalik melaju dengan kecepatan tinggi, berhenti di depan gedung tua dimana Irene disekap oleh anak buah Tuan Aska. lampu mobil itu menyorot pintu gedung tua yang tertutup.
Seorang pria tampak keluar terburu-buru dari dalam mobil ia berjalan dengan cepat berdiri di depan lampu yang menyoroti pintu yang menunggu kedatangannya. Jangan takut aku sudah datang Sayang, aku akan membawamu pulang dengan selamat."ucap Cornelius dengan gigi di gertakan sambil mengepal Kedua telapak tangannya menahan emosinya.
Cornelius tidak ingin terjadi sesuatu kepada gadis kecil kesayangannya. Wanita yang sangat ia cintai yang mampu memporak-porandakan hati Cornelius Pria kejam seperti Cornelius, ternyata bisa tunduk dengan kehadiran seorang wanita seperti Irene. Ketidak kehadiran Irene di kehidupannya membuat dirinya gelisah.
Cornelius datang seorang diri seperti apa yang diminta oleh Tuan Aska. Dia perlahan berjalan berhenti sejenak di depan pintu gudang, Ia langsung membuka kedua sisi pintu itu.
Pintu terbuka lebar Aura mencekam dari dalam gedung itu keluar bersamaan dengan hembusan angin yang keluar seperti menyambut kedatangannya. Kegelapan di dalam gudang itu membuat langkah Cornelius tak gentar. Ia dengan gagahnya masuk tanpa rasa takut. Netranya menelisik seisi ruangan mencari keberadaan Irene saat ini.
"Aku tahu pasti mereka sudah menyiapkan sesuatu untukku. Aku harus berhati-hati." gumam Cornelius dalam hati terus berjalan sampai langkahnya terhenti saat melihat cahaya kobaran api.
Sontak Cornelius berlari panik melihat Irene sudah terikat di tiang yang menjulang tinggi. kondisinya sudah sangat memprihatinkan saat ini.
"Bertahan sayang!" teriak Cornelius terus langsung menendang tong yang ada di bawah Irene berharap Irene dapat bertahan. Mata yang tadinya sudah mulai tertutup tiba-tiba terbuka lagi. Irene menatap kedatangan Cornelius. Aku yakin kamu pasti datang untuk menyelamatkanku. Karena kamu sangat mencintaiku bersemangat dan memiliki kekuatan lagi. Untuk segala terlepas dari ikatan dan kobaran api itu.
Irene perlahan mengedipkan matanya, tersenyum senang bisa melihat Cornelius lagi.
"Aku akan mengeluarkanmu dari tempat ini." ucap Cornelius dengan raut wajah sedih. Irene sama sekali tidak membalas ucapan Cornelius dia hanya mengangguk.
Tiba-tiba mata bulat berusaha memberitahu kepada Cornelius terbalik ke belakang. Suara Irene perlahan sudah tidak bisa ya keluarkan lagi. Ingin meminta Cornelius menoleh ke belakang tetapi ia tidak mampu mengeluarkan suaranya.
__ADS_1
Dari gerakan Irene Cornelius akhirnya sadar dia langsung berbalik ke belakang sebelum anak buah Tuan Aska yang berdiri memegang besi memukulnya. Cornelius dengan sigap menangkap besi panjang itu dengan tangannya yang berurat dengan kebersamaan menendang anak buah Tuan Aska.
Anak buah Tuan Aska terpental jauh. Besi yang seharusnya ada di tangan anak buah itu malah diambil oleh Cornelius. Cornelius tangan yang berurat memegang besi panjang itu, dengan sorot yang mata tajam siap membunuh siapapun menghalanginya, membawa kembali gadis kecil kesayangannya pulang bersamanya.
Anak buah Tuan Aska perlahan bangkit berlalu menyerang Cornelius dia melayangkan pukulan keras ke arah wajah Cornelius tapi belum sempat sampai mengenainya Cornelius, ia sudah menghantamkan besi itu ke tangan anak buah Tuan Aska itu.
"Ahhhhk
Membuat anak buah itu melangkah mundur memegang pergelangan tangannya yang terasa seperti Mau patah.
Sementara yang diikat dengan tali rantai digembok ke besi membuat Cornelius sedikit kewalahan untuk membebaskan Irene dari tiang itu.
Anak buah Tuan Aska itu, mengeluarkan pisau dari sakunya berlari menyerang
"Mati kau!"teriaknya.
dengan sorot matanya yang menakutkan. Cornelius seperti itu tidak tepatnya hanya tangan yang bergerak melawan menghentikan serangan pria itu.
Cornelius lagi-lagi menghantamkan besi itu memukul tangan pria itu, sampai Membuat pisau yang dipegangnya jatuh ke lantai. Anak buah Tuan Aska itu dengan bersamaan melayangkan tendangan di samping wajah Cornelius. Tapi lagi-lagi Cornelius menangkis pukulan itu dengan pergelangan tangannya.
Tangan yang memegang besi ikut melayangkan pukulan ke tulang rusuk anak buah Tuan Aska itu. Anak buah itu langsung tersungkur di depan Cornelius. Lutut Cornelis naik menendang rahang anak buah Tuan Aska sampai membuat Darah segar keluar dari mulut pria itu.
__ADS_1
Tubuh anak buah Tuan anak buah Tuan Aska langsung tumbang ke lantai.
Irene dari atas tersenyum bahagia melihat Cornelius bisa lolos dari anak buah Tuan Aska. Tapi senyumannya tidak bertahan lama. dari kegelapan anak buah Tuan Aska satu persatu muncul untuk menghadapi Cornelius. Irene dibuat ketakutan. Wajahnya panik melihat Cornelius seorang diri akan melawan puluhan orang siap menyerang Cornelius saat itu.
Dari atas, Irene berdua untuk keselamatan Cornelius. Dia sudah tidak memperdulikan dadanya yang mulai sesak akibat kobaran api yang tadi menyerangnya.
Anak buah Tuan Aska bersamaan berlari menyerang Cornelius. Cornelius yang tidak mau menghabiskan waktu menghajar mereka semua, ia mengeluarkan pistol dari balik jasnya. Menembak satu persatu anak buah Tuan Aska.
Suara tembakan yang tak berhenti terdengar di dalam gudang itu, menjadi saksi bisu malam kematian anak buah Tuan Aska di tangan Cornelius. Mereka semua tersungkur ke lantai dengan tubuhnya yang dipenuhi peluru dan darah yang keluar mengalir di lantai itu.
Tetapi karena Cornelius tidak memperdulikannya. Yang ia inginkan dapat membebaskan Irene dari tiang besi yang tergembok dengan rantai itu, semua dilakukan oleh anak buah Tuan Aska
tentunya atas perintah Tuan Aska sendiri.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓 sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya baru emak.
"Gadis Pecal lele jatuh cinta"
__ADS_1