Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 90.MENEMUI TUAN THOMSON _GKMBM


__ADS_3

Anak buah Cornelius langsung buru-buru masuk ke dalam mobil menyalakan mobil mereka meninggalkan parkiran basement hotel.


Sebelum Cornelius sampai, kedua mobil anak buah Cornelis sudah menunggu di depan halaman pintu masuk.


Tidak lama kemudian Cornelius yang masih menggandeng tangan Irene muncul.


Mereka langsung masuk ke dalam mobil. Cornelius dan Irene berada di dalam mobil yang sama.


Kedua mobil anak buah Cornelius langsung meninggalkan hotel saat itu juga pergi ke crypton sesuai dengan perintah Cornelius. Di depan crypton bar tampak mobil Cornelius bersama anak buahnya ini telah tiba.


Cornelius dan Irene keluar bersamaan lewat pintu yang berbeda. Disusul dengan anak buah yang keluar menyusul berdiri di samping Irene.


Cornelius melangkahkan kakinya masuk ke dalam crypton udara saat dia masuk ada anak buah rekan bisnisnya yang sudah menunggu mereka di sana. Salah satu pengawal Cornelius sampai ke ruang VVIP dimana rekan bisnis Cornelius berada di sana.


Dengan sekali hentakan pintu dibuka. Cornelius muncul di depan pintu.


Terlihat Tuan Thomson tampak duduk di sofa. Tapi kali ini wanita yang menemaninya minum kini sudah menghilang dari sana.


Karena Cornelius akan datang. Jadi dia menyuruh anak buahnya untuk membawa mereka semua pergi sebelum Cornelius datang. Karena pertemuan sebelumnya Cornelius sempat marah karena ulah wanita yang dia bawa. Kali ini dia tidak mau sampai itu terjadi kembali.


"Silakan masuk Tuan Cornelius." ucap Tuan Thomson berdiri menyambut kedatangan Cornelius.


Cornelius berjalan masuk dengan tatapan dinginnya disusul oleh Irene dan lisa di belakangnya.


Tuan Thomson memasang wajah yang sumeringah dengan melihat dua orang wanita cantik yang dibawa oleh Cornelius.


Ia berjalan dengan senyum sumeringah berpikir Cornelius membawa dua wanita itu untuknya.


Dia berpikir seperti itu, karena Cornelius tahu dirinya sangat menyukai para wanita cantik.


"Wah ...wah...., Tuan Cornelius membawakan aku wanita-wanita cantik." ucapnya berdiri di depan Irene dan juga Lisa.


"Tuan Cornelius ternyata tahu juga seperti apa seleraku." ucapnya tersenyum ingin menyentuh wajah mulus Irene.


Irene seketika merangkul tangan Cornelius memalingkan wajahnya ke lengan Cornelius dengan ekspresi wajah yang takut. Karena mengingatkan dirinya dengan Tuan Aska yang ingin melecehkannya.


Satu kalimat yang dilontarkan Cornelius membuat tangan Tuan Thomson berhenti seketika dengan senyuman yang menghilang dari bibirnya.

__ADS_1


"Kau berani menyentuhnya sedikit saja, maka bersiaplah kau kehilangan tanganmu itu saat ini juga." Ucapnya dengan sorot mata yang tajam


"Wah wanita ini berarti bukan untukku ya?


"Bagaimana dengan wanita imut ini, apakah dia untukku?" ucapnya tersenyum ingin mencolek dagu Lisa.


Tapi sebelum tangan Tuan Thomson sampai, Lisa lebih dulu mengarahkan belati ke ujung leher sampai membuat kepala Tuan Thomson naik ke atas, takut ujung belati itu akan melukai kulit lehernya.


"Singkirkan tangan kotor mu itu dari wajahku, kalau tidak ingin belati ini digunakan menembus tenggorokanmu itu " ucapnya dengan tatapan yang menusuk.


Anak buah Tuan Thomson seketika mengangkat senjata mereka mengarahkan semua pistol mereka ke arah Cornelius dan juga Lisa.


"Belati ini akan lebih dulu mengoyak leher tuanmu. Sebaiknya kalian pikirkan tindakan kalian itu.


Tuan Thomson mengangkat tangan meminta anak buahnya menurunkan senjata mereka. Mereka semua serentak menurunkan senjata.


"Mereka sudah menurunkan senjata nona manis, apakah tidak ingin menurunkan belati mu dari leherku?" ucapnya menaikkan satu alisnya.


Lisa turunkan belati mu perintah Cornelius.


Irene lirik Cornelius lalu tangannya perlahan turun ke bawah.


"Santai saja Tuan Cornelius, sepertinya suasana terlalu tegang aku hanya ingin berkenalan dengan mereka. Kalau mereka tidak mau juga tidak masalah.


"Mari kita duduk dan bahas apa yang aku ingin bicarakan denganmu." ucapnya berbalik kembali duduk di tempatnya semula.


Irene yang masih ketakutan tidak melepaskan tangannya dari Cornelius. Bahkan sampai dia duduk masih merangkul tangan Cornelius.


"Apa yang ingin Tuan bicarakan?" tanya Cornelius dengan raut wajah yang serius.


"Tidak terlalu penting bagimu, tetapi sangat bagiku.


"Jangan bertele-tele Tuan Thomson


"Aku ingin dengar bagaimana dengan perkembangan tentang pria yang aku suruh kalian cari. ini sudah dua minggu berlalu apakah kalian belum mendapatkan informasi tentang pria itu sampai sekarang?


"Timothy sekarang sedang memburu pria itu. dia sudah sempat menangkapnya tapi pria itu kabur.

__ADS_1


"Pria yang kau suruh kami kejar, bukan orang sembarangan kan?


"Sepertinya yang kau pikirkan orang yang kalian kejar itu, walaupun sudah berumur tapi sangatlah cerdik dan punya kemampuan bela diri. Dan beberapa ilmu bela diri itu membuatnya semakin susah untuk ditangkap tapi sepandai-pandainya tupai melompat dia pasti akan jatuh juga kan? aku menunggu saat itu terjadi.


"Kalau memang dia seorang penghianat, kau bisa menyuruhku membunuhnya langsung, bukan malah menangkapnya hidup-hidup pasti ada sesuatu hal yang ingin kau ketahui dari pria itu.


"Hahaha...., Tuan Cornelius sangat pintar. Tapi untuk itu kau tidak akan mendapatkan jawabannya karena ini adalah masalah privasi.


Tugas Tuan Cornelius menangkapnya dan memberikan pria itu hidup-hidup padaku, setelah itu aku juga akan menepati janjiku pada Tuan Cornelius.


Irene yang mendengar percakapan mereka, hanya bisa menjadi pendengar yang baik bersama Lisa, yang diam-diam tapi memperhatikan semua pergerakan Tuan Thomson dan anak buahnya memastikan mereka akan aman.


Cornelius pun tidak melanjutkan pertanyaannya itu. Walaupun dia penasaran karena dia juga bukan orang yang suka ikut campur dalam masalah orang lain. Ia akan ikut campur jika berhubungan dirinya ataupun dengan orang-orang terdekatnya.


Aku harap Tuan Cornelius tidak mengecewakanku, aku minta bantuanmu karena aku tahu kau mampu menemukan orang itu dengan koneksi kamu yang luas.


"Tuan Thomson tenang saja aku akan menyelesaikan masalah ini secepatnya.


"Kalau sudah tidak ada yang mau dibicarakan lagi, aku pamit." ucap Cornelius sambil berdiri dari tempat duduknya. Irene dan Lisa juga ikut berdiri bersamaan mengikuti Cornelius.


Tuan Thomson juga ikut berdiri.


"Terima kasih Tuan, karena sudah meluangkan waktu untuk datang ke sini. semoga perjalanan kalian menyenangkan.


" Iya, ucapnya datar berbalik pergi.


"Anak buah Tuan Thomson membukakan pintu sebelum Cornelius yang membukanya sendiri.


Cornelius Irene dan Lisa berjalan keluar meninggalkan ruang VVIP itu.


Tuan Thomson merebahkan tangannya ke punggung sofa sambil berkata.


"Larilah kau pria brengsek, sampai ke ujung dunia pun aku akan tetap mengejar mu. Jika kau saat itu memberikan barang itu padaku, aku jamin hidupmu akan bahagia dengan harta yang melimpah tak ada habisnya. Tapi sayang kau memilih untuk hidup miskin seumur hidup dan bertahan melindungi barang itu. Jangan salahkan aku juga aku harus membunuhmu kelak.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2