
Rina dan Ricardo mencoba mencari tahu keberadaan Irene saat ini. Sahabat baik mereka sudah cukup lama tidak masuk kantor. Apalagi setelah mereka mengetahui dari Tuan Mahesa ternyata irene sudah tidak bekerja lagi di perusahaan Mahesa group. Membuat keduanya pun terkejut. Mengapa Irene tiba-tiba resign dari kantor itu, tanpa memberi tahu kepada kedua sahabatnya.
"Apa yang terjadi?Mengapa Irene tidak memberitahu kita, kalau dia tidak bekerja lagi di Mahesa group?" tanya Ricardo kepada Rina. Aku juga tidak mengetahuinya. Kalau saja aku tahu, Aku tidak akan kebingungan seperti ini mencari tahu di mana keberadaan Irene saat ini." ucap Rina kepada Ricardo mereka sama-sama kebingungan.
Tiba-tiba saat mereka dilanda kebingungan, suara Deringan ponsel milik Rina terdengar jelas di telinganya. Ia melihat di layar ponselnya tidak ada nama di list kontaknya. Membuat Rina mengerutkan keningnya.
" Siapa ya yang menghubungiku, kok tidak ada di list kontak ku? tanya Rina kepada Ricardo.
"Mana aku tahu, siapa yang menghubungimu. lebih baik langsung kamu angkat saja, Siapa tahu penting." ujar Ricardo dibalas anggukan kan dari Rina.
Rina menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Berharap sambungan telepon selulernya tersambung kepada orang yang menghubunginya. "Hello selamat sore." Sapa Rina di dalam sambungan telepon selulernya.
"Apa kabar, Aku sudah sangat merindukan suaramu yang bawel itu." ucap irene di ujung telepon. Membuat Rina kegirangan, Ia pun langsung melontarkan beberapa pertanyaan kepada sahabat yang sangat mereka rindukan itu.
"Irene kamu ke mana saja? kami sudah sangat merindukanmu. Apa kau tidak mengingat kita sebagai sahabatmu lagi, dan ke mana saja kau selama ini, kau menghilang begitu saja, tanpa memberi kabar kepada kita kita? ucap Rina bertubi-tubi kepada Irene.
Irene hanya tertawa cengengesan di dalam sambungan telepon selulernya.Ceritanya sangat panjang. Kalau diceritakan melalui sambungan telepon seluler, mungkin telingamu akan kepanasan dan tanganmu akan pegal memegangi ponsel kamu. Jadi untuk itu lebih baik kau temui saja aku di restoran, yang lokasinya tidak jauh dari kantor Mahesa group. Aku akan ke sana nanti. ucap Irene kepada Rina.
"Kamu serius, kan? kamu tidak membohongiku kan? pertanyaan itu kembali dilontarkan oleh Rina kepada Irene.
__ADS_1
"Sejak kapan aku pandai berbohong? Aku tidak suka berbohong Rina. Lebih baik kau menuju restoran itu saja. Aku sudah di jalan sekarang." ucap iren di dalam sambungan telepon selulernya lalu langsung memutuskan sambungan telepon itu.
Rina langsung meminta kepada Ricardo untuk segera berangkat ke restoran yang lokasinya tidak jauh dari kantor Mahesa Group. "Ayo lebih baik kita langsung menuju restoran samping Mahesa group. Sekarang iren menunggu kita di sana." ucap Rina kepada Ricardo.
Membuat Ricardo terhenyak seolah dirinya tidak percaya apa yang dikatakan oleh Rina kepadanya.
"Kamu serius Irene ada di sana?" tanya Ricardo.
"Iya, aku serius. Sekarang iren ada di sana. entah apa yang akan ia beritahu kepada kita. dan mengapa dia menghilang dua bulan belakangan ini." ucap Rina sambil langsung naik motor matic miliknya, diikuti dengan Ricardo mereka langsung menuju restoran tempat yang sudah disepakati oleh keduanya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit, menelusuri jalanan ibukota. Akhirnya mereka tiba di restoran itu. Terlihat Irene dan Cornelius sudah menunggu di sana. Rina sudah mengetahui Cornelius dan Irene sudah berada di restoran, karena ada beberapa anak buah Cornelius berjaga di luar restoran.
" Iya, kamu betul juga. Sepertinya Irene sudah ada di sana. Kita ke sana saja langsung." ujar Ricardo sambil memarkirkan motor miliknya di parkiran restoran. Kedua sahabat itu pergi meninggalkan motornya menuju restoran, di mana Irene dan Cornelius sudah menunggu keduanya.
Irene yang melihat kehadiran Rina dan Ricardo di sana, langsung melambaikan tangannya. Agar keduanya melihat mereka berada di sana Rina dan Ricardo mengembangkan senyumnya. Mereka dapat bertemu kembali dengan sang sahabat.
"Kau dari mana saja, kami sangat merindukanmu." ucap Rina dan Ricardo sambil langsung memeluk Irene. Irene membalas pelukan dari Rina sementara Ricardo ingin sekali memeluk Irene, tapi dia takut karena adanya Cornelius di sana. Padahal Ricardo juga sangat merindukan sahabatnya itu.
"Sekarang kalian duduk deh. Ada kabar gembira yang kalian akan dengar." ucap irene membuat Rina dan Ricardo mengerutkan keningnya. "Kabar gembira apa, aku sudah tidak sabar menunggu kabar gembira darimu. satu bulan lebih lamanya, kau menghilang tanpa kabar. Tiba-tiba kau mengatakan kabar gembira apa kepada kami." ucap Rina dan Ricardo.
__ADS_1
"Aku dan Cornelius akan segera melangsungkan pernikahan. Ini undangan pernikahanku minggu depan. Kalian datang ya ,Aku tidak ingin kalian beralasan untuk tidak datang ke hari pernikahanku. Karena hari itu hari yang bersejarah bagiku dan Cornelius." ucap Irene sambil memberikan satu persatu undangan itu kepada kedua sahabatnya.
Membuat Rina dan Ricardo terhenyak lalu Rina bangkit dari tempat duduknya, kembali memeluk Irene. "Wah tidak menyangka menghilang satu bulan lebih lamanya, kau sudah mau menikah saja..Selamat ya akhirnya kau menikah dengan Cornelius. ucap Rina kepada Irene. Sementara Cornelius hanya diam saja melihat interaksi ketiga sahabat itu, yang sudah sama-sama sangat merindukan satu sama lain.
"Eh Tuan Cornelius, jaga sahabatku Jangan pernah sakiti dia. Aku tidak akan memaafkanmu, jika kau menyakiti hati sahabat baikku." ucap Rina mengancam Cornelius. Tetapi Cornelius bukan marah. melainkan ia tertawa.
Jika saja orang lain yang mengatakan itu bukan sahabat dari irene mungkin Cornelius akan marah besar dan bisa saja langsung membunuhnya saat itu juga. Tapi untuk kali ini, karena Rina yang mengatakan sahabat dari gadis kecil pujaan hatinya, yang meminta kepada Cornelius untuk tidak menyakiti hati Irene. Cornelius justru tersenyum bahagia karena secara tidak langsung Rina ingin Irene baik-baik saja, dalam hubungan rumah tangganya kelak bersama Cornelius.
Ricardo tidak banyak bicara saat ini. Entahlah, antara bahagia ataupun harapan sirna begitu saja. Karena wanita yang sangat ia cintai selama ini, akhirnya akan menikah. Ricardo sudah lama mencintai Irene. Tapi tidak berani untuk mengungkapkannya. Ia khawatir kalau Irene akan menjauhinya, jika Ricardo mengungkapkan isi hatinya kepada Irene. Karena Irene sudah menganggapnya sahabat. bukan ingin memiliki hubungan khusus kepada Ricardo.
Seorang pramusaji datang menghampiri meja mereka, untuk membawakan daftar menu. "Maaf Nona, Tuan, ini daftar menunya." ucap salah satu pramusaji yang bekerja di restoran itu. Cornelius memilih menu makanan kesukaan Irene. Begitu juga dengan Irene memilih menu makanan kesukaan Cornelius. membuat Ricardo dan Rina saling bertatapan.
Ricardo dan Rina memesan menu makanan untuk mereka. Dan setelah memberikan pesanan mereka, pramusaji itu berlalu meninggalkan meja itu. "Maaf mohon tunggu sebentar Tuan, Nona." ucap pelayan itu sambil langsung berlalu dari sana.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak " PERJUANGAN CINTA ABIMAYU"