
Camelia yang mendengar apa yang diucapkan oleh Cornelius, langsung berdiri dari sofa. Dan dokter Aliando pun muncul membawa sebuah kotak. Camelia lagi-lagi menggandeng tangan dokter Aliando sambil membalas perkataan Cornelius.
"Aku tidak peduli kau suka atau tidak dengan kehadiranku, tapi ini ruangan pacarku, jadi aku tidak akan pergi. Kalau kau tidak suka melihatku, silakan kalian saja yang pergi."ucap Camelia tersenyum.
"Berani sekali kau berbicara seperti itu padaku."ucap Cornelius berdiri menunjukkan wajah marahnya.
"Kau kenapa marah, Seharusnya aku yang marah sudah menyinggungku. Apa kau tidak berpikir semua perkataanmu selalu menyakiti perasaan orang lain!? ucap Camelia.
"Suruh wanita ini pergi."ucap Cornelius kepada dokter Aliando.
"Memangnya kau siapa, menyuruhku pergi? kau seorang pasien. Balas Camelia ngegas.
"Ssssst,diam."ucap dokter Aliando membentak Camelia.
"Dia kakakku, bicara yang sopan padanya."
"Ha ...!!!!
"Kakak? Camelia kaget menoleh menatap dokter Aliando.
"Iya, dia kakak sepupuku."dokter Aliando mengangguk
"Astaga..."batinnya
"Kau sudah paham sekarang."ucap Cornelius dengan nada suara yang marah.
Irene langsung berdiri, menghentikan percakapan Cornelius dan Camelia sebelum, masalah makin panjang. Apalagi keadaannya Cornelius masih menahan amarahnya karena kejadian tadi menimpa Irene.
"Sudah sudah, jangan bertengkar Lagi. Aku tidak suka mendengar keributan.
"Aku datang ke sini untuk mengobati lukaku, jangan marah-marah di sini. Jadi tolong duduk sekarang." mohon Irene menarik tangan Cornelius duduk kembali bersamanya di sofa itu.
Dokter Aliando melepaskan tangan Camelia dan pergi duduk di samping irene. Sembari meletakkan peralatan medis miliknya di atas meja di depan Irene dan Cornelius.
"Kenapa lehermu bisa luka seperti itu?"Tanya Dokter Aliando sambil membuka kotaknya mengeluarkan alkohol untuk membersihkan luka yang dialami oleh Irene.
"Ceritanya panjang, aku pergi bersama klienku Tuan Jason, dan kami diserang oleh beberapa orang, mereka melukai leherku dengan pisaunya.
Mendengar nama kakaknya disebut oleh Irene, membuat Camelia terhenyak. Tapi ia memilih untuk diam dan membiarkan dokter Aliando mengobati luka irene terlebih dahulu, barulah ia akan bertanya kepada Irene. Jason siapa yang ia maksud.
"Angkat dagumu. "ucap dokter Aliando sambil memegang kapas yang sudah dibasahi alkohol untuk membersihkan luka di lehernya.
__ADS_1
Selagi dokter Aliando membersihkan luka irene Camelia dan Cornelius saling mengadu tatapan tajam.
"Pria ini benar-benar menjengkelkan. Tapi kenapa aku bisa suka dengan pria itu?" batinnya kesal. Tapi aku tidak akan merendahkan diriku, dokter Aliando juga tampan. Tidak jadi kakaknya, adiknya pun jadi." gumamnya di dalam hati.
Cornelius memalingkan matanya ke Irene memastikan gadis kecil pujaan hatinya tidak kesakitan saat diobati dengan dokter Aliando.
"Pelan-pelan."ucap Cornelius
"Santai saja Cornelius, lukanya Tidak besar dia tidak akan kesakitan, paling cuman perih saja."balas dokter Aliando dengan tenang sambil mengoles obat.
Setelah selesai memberikan obat, dokter Aliando membalut luka iren.
"Sudah selesai."Kakak tenang saja tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Dokter Aliando kembali memasukkan alat-alat medisnya.
"Sebenarnya luka kecil seperti ini, masih bisa diobati di rumah, Tidak perlu harus ke rumah sakit segala. Tapi aku tahu, ini pasti permintaan Cornelius kan."
"Bagaimana kau bisa tahu? ucapin kaget
"Kau seharusnya tidak perlu kaget seperti itu, aku tahu Cornelius sangat peduli padamu. Kau ingat dengan kejadian Bagaimana Cornelis memarahi suster yang mengganti infusnya, hanya takut karena kau tersakiti dengan jarum suntik, dan pasti sekarang juga Cornelis membawamu ke sini. Karena takut luka kecil ini menyakitimu."
"Bukankah seperti itu Kak Cornelius? ucap dokter Aliando menarik senyum kecil seperti ingin mengejek Cornelius.
"Terserah apa yang mau kau katakan, aku tidak peduli. yang penting gadis pujaan hatiku tidak merasakan sakit akibat luka yang dialami."ucap Cornelius dengan wajah datar.
Camelia mengepal tangannya, merasa kesal sekali kenapa bukan dia lebih dulu bertemu dengan Cornelius.
"Dokter Bisa saja, tapi Terima kasih sudah mengobati lukaku."balas irene sambil mengembangkan senyumnya menatap dokter Aliando dengan seksama.
"Dokter Aliando sudah ada wanita cantik di hadapan anda, jangan disia-siakan. ucap irene dengan nada kecil, tetapi masih bisa didengar oleh Cornelius.
Dokter Aliando hanya menyahutinya dengan senyuman.
"Ini aku berikan obat salep untuk mempercepat sembuhnya lukanya, agar tidak berbekas oleskan setiap hari sehabis mandi.
"Iya terima kasih."
"Kalau begitu kami pamit pulang. Kebetulan kami juga masih ada urusan."sahut Cornelius dan juga Irene sambil tersenyum menganggukkan kepala.
Irene dan Cornelis pun pergi dari ruangan dokter Aliando, Di luar timothy berdiri di samping pintu menunggu mereka.
Saat Cornelius dan Irene keluar, Timoty yang bersandar di tembok, langsung bangkit meluruskan badannya tegak. Timothy mengikuti irene dan Cornelius di belakang mereka.
__ADS_1
Sementara Camelia langsung berlari mengikuti Irene.
"Tunggu! teriak Camelia menghentikan langkah Irene. Irene membalikkan badannya lalu kembali menghampiri Camelia.
"Ada apa?
"Kau tadi menyebut nama Tuan Jason, apa yang kau maksud Tuan Jason itu kakakku?
"Maksud kamu?
"Iya kakakku juga bernama Jason, siapa tahu nama yang kau sebut itu kakakku.
Irene mengerikan bahunya. lalu Camelia memberikan potret milik Tuan Jason yang ada di layar ponselnya. "Iya itu Tuan Jason klienku yang ingin bekerja sama dengan perusahaan Mahesa group, membangun sebuah pusat perbelanjaan. Memangnya ada apa? tanya irene kepada Camelia.
"Tidak ada apa-apa, hanya saja aku memastikan kau baik-baik saja. Karena aku tahu kakakku punya banyak musuh. Jadi berhati-hatilah jika berada di dekatnya." ujar Camelia kepada Irene dibalas anggukan dari Irene. lalu kembali menghampiri Cornelius.
Cornelius hanya menatap Camelia dengan datar, tanpa dikatakan Camelia juga, ia mengetahui siapa sosok Tuan Jason. Dia juga merupakan musuh bebuyutan Cornelius. sehingga dirinya tidak pernah menyukai Irene Jika Irene dekat dengan Tuan Jason.
"Kau seharusnya tadi tidak boleh berkata seperti itu, walaupun kau tidak menyukainya Jangan bersikap kasar."ucap Irene kepada Cornelius. Karena melihat dari laut wajah Cornelius, menatap Camelia seolah-olah ia ingin menelan Camelia hidup-hidup.
"Aku tidak peduli."balas Cornelius dengan datar
"Dasar keras kepala, dibilangin tidak bisa."gerutu Irene sambil berjalan mengikuti langkah Cornelius dan juga Timoty berada di belakangnya.
Di sisi lain, di dalam ruangan dokter Aliando.
"Mereka sudah pergi kau juga bisa pergi."
"Tunggu dulu, aku mau tanya sesuatu Apa dia benar-benar kakak sepupumu?"
"Iya, kau menyukai pria yang salah. Dia sudah punya pawangnya, kau bisa lihat sendiri betapa sayangnya dia pada Irene.
"Iya Iya aku tahu, aku sudah tidak suka padanya. Apalagi dia keras kepala.
"Pergilah sekarang Jangan menggangguku lagi, aku sudah membantumu tadi. Aku masih banyak pekerjaan, pasien sudah menungguku.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya baru emak. "Antara kutub Utara dan Selatan (You & me)"