
Irene menarik senyum terpaksa di wajahnya. walaupun tubuhnya sebenarnya sudah menolak dengan sentuhan Cornelius. Cornelius melepaskan tangannya dari pinggang Irene,Pergi mengambil hadiah yang ia beli untuk Irene.
Tentunya Cornelius sudah mengeluarkan kocek yang lumayan fantastis untuk membeli barang-barang yang akan diberikan kepada Irene. Tetapi uang tidak berarti bagi Cornelius. Yang penting baginya wanita yang sangat ia sayangi dan cintai, tetap bersama dirinya. Karena Baru kali ini Cornelius merasakan getaran yang cukup hebat ketika dirinya berdekatan dengan seorang wanita.
Cornelius mengeluarkan dua kotak. Satu kotaknya berisi sepatu high heels berwarna hitam. Kotak kedua berisikan satu set perhiasan. sebuah kalung yang terbuat dari berlian utuh yang diletakkan di setiap kerangka kalung berbentuk hati. Bukan cuman kalung, tapi ada anting dan gelang yang sepasang dengan kalung itu.
Cornelius membawa kotak itu ke depan cermin meletakkannya di atas. Cornelius mengambil sepasang anting membawanya kepada Irene, Cornelius berdiri di belakang Iran memasangkan kedua anting itu dengan lembut.
"Angkat rambutmu sayang,"ucapnya sambil memegang kalung berlian yang satu set dengan anting, gelang, cincin.
mengangkat rambut panjangnya membiarkan Cornelius memasangkan kalung cantik itu di lehernya.
Saat Cornelius memasangkan kalung itu tiba-tiba dia mencium aroma tubuh Irene membuatnya mengendus bagian belakang leher Irene. Membuat bulu kuduk Irene semakin merinding. Ada rasa takut di hati Irene, jika tiba-tiba Cornelius melakukan Yang Tidak sepantasnya terhadapnya.
"Apa yang kau lakukan? ucap Irene kaget berbalik
"Aku menyukai aroma tubuhmu."
"Dasar pria gila, pria mesum."Irene membatin.
Cornelius kembali memasangkan satu gelang yang berbentuk bulat dihiasi dengan berlian yang sama dengan kalung yang sudah ia pasangkan.
"Ayo duduk!"
"Untuk apa kau meminta aku duduk di situ?
"Duduklah Aku tidak akan menyakitimu."
Irene pun duduk di pinggir tempat tidur Cornelius pun berlutut di depan Irene.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan, Irene bingung apa yang akan dilakukan oleh Cornelius terhadapnya.
Cornelius memasangkan kedua sepatu itu ke kaki Irene.Irene memperhatikan Cornelius yang memasangkan sepatu itu dengan penuh kelembutan. Seolah pria itu memiliki kepribadian ganda.
"Mengapa pria ini bisa selembut ini kepadaku? Apa yang sebenarnya ia inginkan dariku? pertanyaan demi pertanyaan timbul di hati Irene. Irene tampak heran melihat pria sekejam Cornelius begitu lembut dengannya. rasanya itu tidak mungkin baginya.
Cornelius bisa bersikap kejam tapi bisa selembut dan seromantis ini. Dia diperlakukan seperti seorang ratu di tangan Cornelius.
Cornelius bangkit sambil meraih tangan Irene dengan lembut."Wanitaku Kau sudah siap. kita sudah siap untuk pergi."ucapnya tersenyum menatap Irene dengan Tatapan yang sulit diartikan.
Cornelius menggandeng tangan Irene keluar dari kamar itu. Perlahan menuruni anak tangga menuju ke lantai bawah di mana Timothy dan beberapa anak buahnya sudah bersiap untuk ikut bersama mereka.
Melihat Irene yang berpenampilan berbeda, membuat Timothy takjub akan kecantikan dan keindahan tubuh yang dimiliki oleh Irene. Jangankan Timothy dan juga Cornelius. bahkan setiap kaum Adam yang melihat penampilan Irene saat ini akan terpesona. Tubuhnya yang ideal dan raut wajahnya yang cantik membuat para kaum Adam pasti akan tergila-gila kepadanya.
"Wanita itu punya pesona luar biasa. Pantas saja Tuan Cornelius yang tidak pernah memandang seorang wanita, kini membawa pulang seorang wanita jalanan yang dijadikan sebagai wakil wanitanya." gumam Timothy di dalam hati. Padahal Timothy sama sekali belum mengetahui siapa sosok Irene yang sebenarnya, kalau Irene bukanlah wanita jalanan.
"kita berangkat sekarang!"
Cornelius menggandeng tangan Irene berjalan keluar dari rumah itu dengan diikuti oleh Timothy dan anak buah lainnya.
Di depan halaman, ada tiga mobil mewah berwarna hitam yang menunggu Cornelius dan Irene. Mobil depan adalah mobil untuk Irene, Cornelius dan Timothy. Sedangkan dua mobil lainnya adalah anak buah yang akan ikut bersama mereka.
Dari lantai empat rumah milik Cornelius. ketiga mobil itu meninggalkan kediaman rumah utama Cornelius. Rumah mewah berlantai 4 bermodel Mediterania itu. Dengan puluhan anak buah yang menjaga rumah itu. lengkapi dengan senjata di tubuh mereka
Di tengah perjalanan menuju ke tempat acara Irene, tampak begitu gelisah Ia terus melihat keluar dari jendela mobil, memperhatikan semua bangunan yang ia lewati."Malam ini aku harus bisa kabur dari lelaki brengsek ini."
Irene kembali menguatkan tekad untuk kabur.
Cornelius yang melihat Irene masih tetap diam. Bertanya padanya. " Ada apa denganmu kenapa kau terus melihat keluar? Irene sontak berbalik. "Tidak apa-apa aku hanya rindu dengan suasana luar."ucap Irene dengan Ketus.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mobil Cornelius berhenti di sebuah gedung tinggi di tengah perkotaan.
Cornelius dan Irene keluar dari mobil mereka. di depan gedung ada satu pria yang mengenakan jas hitam berdiri tepat di depan pintu menunggu kedatangan mereka.
"Selamat datang tuan Cornelius." ucapnya memberikan penghormatan pria itu membungkukkan badannya di depan Cornelius dan Irene yang berjalan menghampirinya.
"Silakan masuk tuan." ucapnya sambil membukakan pintu.
Cornelius dan Irene masuk ke dalam bersama Timothy anak buah mereka yang ikut dari belakang. Irene yang melihat pria itu begitu hormat dengan Cornelius membuatnya bertanya-tanya. Siapa sebenarnya pria yang menahannya itu, bahkan mengurungnya seperti tawanan.
Mereka semua terus berjalan sampai di sebuah ruangan ada pintu besar di mana ada dua pria berpakaian jas berdiri ke depan sisi pintu. Saat Cornelius berjalan mendekati kedua pria itu, laki-laki itu memberikan penghormatan.
"Selamat datang Tuan Cornelius." ucap kedua pria itu membungkukkan badannya.
kedua pria itu membuka kedua sisi pintu yang memperlihatkan ada panggung besar dan beberapa meja berada di bawahnya.
"Ada acara apa ini dan mengapa terlihat penjagaan ketat? pertanyaan demi pertanyaan timbul di benak Irene
dengan menggandeng tangan Irene Cornelius melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
Irene ikut masuk dan anak buah mereka berada di luar. Saat mereka masuk semua orang tampak memperlihatkan sampai mereka duduk di meja VIP yang disediakan penyelengara acara untuk mereka. Sesuai dengan papan nama yang terpampang di atas meja itu. Hanya ada dua kursi saja di meja itu jadi Timothy berdiri di samping meja. Sampai Cornelius memintanya untuk pergi.
Irene sama sekali tidak mengetahui acara apa yang mereka hadiri kali ini."kau membawaku menghadiri acara apa ini? bisik Irene. jangan banyak tanya. Irene yang tidak tahu sedang menghadiri acara apa bertanya kepada Cornelius"
Cornelius memilih untuk tidak menjawab. Ia memilih diam dan masuk ke gedung itu. Di dalam hati, Irene ia bertekad akan berhasil melarikan diri dari genggaman Cornelius. karena ia ingin sekali Hidup normal seperti biasanya.
Bersambung....
hai semuanya emak Morata datang lagi membawa karya baru. yuk terus ikuti ceritanya. Jangan lupa like, coment, vote, dan hadiahnya "Trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1