Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 98


__ADS_3

Benar saja, beberapa saat kemudian, terdengar bunyi mesin mobil berhenti di depan rumah mereka.


"Sebentar Bu, Kamelia ke kamar dulu," jawab Kamelia yang masih shock dengan ucapan Ibunya.


***


Terdengar pintu rumah Kamelia di ketuk dari luar oleh seseorang.


Dengan cepat, Yuni membukakan pintu rumahnya dan mempersilahkan Paman Sam masuk.


"Silahkan duduk. Aku akan membuatkan mu minum terlebih dahulu," ucap Yuni dengan sedikit gugup.


"Baik terima kasih," jawab Paman Sam duduk di ruang tamu.


Dengan jantung berdetak kencang dan rasa cemas yang teramat sangat, Paman Sam mencoba menenangkan dirinya.


'Aku tidak boleh gugup seperti ini,' batin Paman Sam menarik nafas kasar.


"Silahkan di minum," ucap Yuni meletakkan secangkir kopi kesukaan Paman Sam dulu.


"Terima kasih. Dimana anakku? Apa aku bisa bertemu dengannya sekarang?" tanya Paman Sam sudah tidak sabaran.


"Sebentar, aku panggil dia dulu," jawab Yuni kemudian berlalu ke kamar Kamelia.


"Kamelia, diluar ada Ayah kandungmu ingin bertemu. Dia baru saja kembali dari luar negri dan langsung mencari keberadaan mu nak," ucap Yuni membohongi Kamelia.


"Benarkah Bu? Apa Ayah orang baik?" tanya Kamelia menatap Ibunya.


"Ya sayang. Ayahmu orang baik. Dia bekerja bertahun-tahun mencari uang untuk kita," jawab Yuni membelai rambut putrinya itu.


"Baiklah Bu, Kamelia akan menemuinya sekarang," jawab Kamelia senang sekali.


(Huuuhhhh Author jadi ngos-ngosan ngetiknya. Ikut tegang juga soalnya.😂😂😂)


Saat Kamelia keluar dari kamarnya menuju ruang tamu, wanita cantik tujuh belas tahun itu langsung terdiam terpaku di tempatnya. Ia tak dapat berkata apa-apa saat melihat siapa sosok Ayah yang ada di depannya.


Begitu juga dengan Paman Sam. Laki-laki yang sudah cukup berumur itu juga terdiam dan terpaku saat melihat sosok anak yang ia tinggalkan semenjak di dalam kandungan Ibunya waktu itu.


"Kamelia, kenalkan ini Samuel, Ayah kandung mu. Dan Samuel, kenalkan, ini Kamelia, putri kandungmu," ucap Yuni saling mengenalkan keduanya.


Namun antara Paman Sam dan Kamelia masih sama-sama terpaku diam seribu bahasa.

__ADS_1


Wajah di antara keduanya berubah menjadi pucat.


Yuni yang ada di antara mereka hanya bisa tercengang melihat reaksi kedua Ayah dam anak itu.


Dalam hati ia bingung apa yang sedang terjadi antara Samuel dan juga Kamelia.


"Kamelia sayang? Kamu kenapa? Ayo sana temui ayahmu," ucap Yuni menyadarkan lamunan Kamelia.


"Ka.. Kamelia?" ucap Paman Sam dengan suara bergetar dan gugup.


"A.. Abang?" balas Kamelia, membuat Yuni tak habis pikir.


"Abang? Maksud kamu apa nak? Kenapa kamu memanggil Ayahmu dengan sebutan Abang? Apa kalian sudah saling kenal sebelumnya?" tanya Yuni penasaran.


"Yu.. Yuni.. Se.. Sebenarnya...," ucap Paman Sam gugup.


Keringat sudah membasahi wajah tampannya itu.


"Sebenarnya apa?" tanya Yuni mulai curiga.


"Se.. Sebenarnya Kamelia itu istriku, dan.. Dan sekarang Kamelia tengah hamil anakku Yuni," jawab Paman Sam dengan gemetaran.


"Aa.. Apa.. Tidak.. Ini tidak mungkin. Haha.. Kamelia itu masih sekolah. Usianya masih tujuh belas tahun. Kamu jangan main-main ya Sam," balas Yuni menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kamelia," teriak Paman Sam dan Yuni serentak.


Paman Sam segera berlari ke arah Kamelia yang ternyata adalah darah dagingnya sendiri. Namun saat Paman Sam akan menggendongnya, buru-buru Yuni menepis tangannya dan mendorong laki-laki masa lalunya itu.


"Jangan pernah sentuh putriku. Kamu benar-benar bajingan. Bejat sekali. Bagaimana bisa kamu menghamili anak kandungmu sendiri Samuel," ucap Yuni sangat marah.


"Tapi aku tidak tau jika Kamelia itu anakku Yuni. Aku benar-benar menyesalinya. Maafkan aku Yuni, aku mohon maafkan aku," mohon Paman Sam. Ia benar-benar menyesali perbuatannya.


"Maaf? Maaf kamu bilang. Bajingan kamu Samuel. Aku tak akan pernah memaafkan mu. Aku benar-benar tidak akan pernah bisa memaafkan mu," teriak Yuni memukul-mukuli Paman Sam dengan membabi buta.


Yuni begitu frustasi saat mengetahui anaknya menikah diam-diam dengan Samuel yang ternyata adalah ayah kandungnya sendiri.


"Yuni sabar. Yuni sabar. Sekarang ayo tolong Kamelia dulu kasihan dia sedang hamil," ucap Paman Sam menenangkan Yuni.


"Diam kamu. Ini urusanku. Sekarang pergi dari sini sekarang juga. Jangan pernah temui aku dan juga Kamelia lagi," ucap Yuni mengusir Paman Sam.


"Tidak, aku tidak mau pergi. Setidaknya izinkan aku untuk bertemu dan meminta maaf kepada anakku dulu. Aku telah melakukan dosa besar. Aku mohon maafkan aku Yuni. Aku mohon," ucap Paman Sam. Kini wajah laki-laki yang pernah mengisi hati Yuni itu telah basah akan air mata. Ia benar-benar menyesal akan perbuatannya yang telah menikahi dan menghamili putri kandungnya sendiri.

__ADS_1


"Pergi atau aku panggil warga untuk menghajarmu," ancam Yuni sudah sangat-sangat marah.


Mendengar nama warga, Paman Sam kemudian mengalah. Ia memilih pergieninggalkan rumah itu dengan penyesalan yang amat sangat besar.


Seperginya Paman Sam, Yuni langsung terjatuh lemah kelantai. Ia bahkan membiarkan Kamelia tergeletak begitu saja di lantai rumah sederhana tersebut.


"Kenapa? Kenapa bisa begini tuhan? Apa dosa yang telah aku lakukan?" ucap Yuni menangis sejadi-jadinya.


Begitu juga dengan Paman Sam.


Di sepanjang perjalanan ke rumahnya, ia terus saja menangis dan meratapi kesalahan terbesarnya itu.


'Apa dosaku selama ini? Kenapa harus Kamelia.. Kenapa?' batin Paman Sam sembari menitikkan banyak air mata.


Supir pribadi yang selalu setia menemani ya sampai heran melihat majikannya menangis seperti itu. Ingin bertanya, tapi ia takut.


Tak lama kemudian, Kamelia yang masih tergeletak di lantai akhirnya menyadarkan diri.


Melihat putrinya sudah bangun, Yuni pun berhenti menangis dan mendekati putri semata wayangnya itu.


"Ibu," panggil Kamelia masih merasakan pusing di kepalanya.


"Kamelia.. Jelaskan. Apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa kamu bisa menikah dengan Samuel tanpa seizin Ibu nak?" tanya Yuni tanpa basa basi.


"Ibu.. Kamelia.. Kamelia minta maaf Bu," tangis Kamelia pecah saat menjawab pertanyaan Ibunya.


Ia benar-benar menyesal telah meniru kelakuan salah teman sekelasnya itu.


"Maaf? Maaf untuk apa Kamelia? Semuanya sudah terlambat. Kamu dihamili oleh Ayah kandungmu sendiri. Kenapa? Kenapa kamu menyia-nyiakan kepercayaan Ibu nak? Kenapa?" ucap Yuni dengan banyak pertanyaan.


Sebegitu hancurnya hati Yuni melihat anak kandungnya di hamili oleh Ayah kandungnya sendiri.


Tak pernah sedikitpun terbayangkan oleh Yuni akan nasib buruk yang menimpa putrinya.


"Ibu maafkan Kamelia. Kamelia terpaksa melakukannya karena Kamelia tidak tahan melihat Ibu terus saja di kejar-kejar dan disakiti oleh rentenir-rentenir itu. Kamelia memutuskan untuk menikah dengan dia yang ternyata Ayah kandung Kamelia sendiri. Ibu maafkan Kamelia Bu. Kamelia mohon. Kamelia benar-benar menyesal Bu," tangis Kamelia pecah saat meminta permohonan maaf dari Ibunya.


Entah apa yang ada dipikiran Yuni saat ini, tanpa menanggapi permintaan maaf Kamelia, wanita paruh baya itu kemudian bergegas pergi meninggalkan Kamelia di rumah itu sendirian.


"Ibu.. Ibu mau kemana Bu?" tanya Kamelia yang heran dengan kelakuan Ibunya.


"Diam kamu di situ. Jangan kemana-mana sampai Ibu kembali," jawab Yuni menutup pintu dan menguncinya dari luar.

__ADS_1


"Ibu tunggu, jangan di kunci," teriak Kamelia, namun tak di hiraukan oleh Yuni.


__ADS_2