Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 65


__ADS_3

Saat Airin akan membantu Gara untuk berdiri, tiba-tiba saja Airin di tarik hingga jatuh ke dalam pelukan suaminya itu. Seketika Airin yang kaget, langsung jatuh dan menimpa tubuh suaminya itu. Karena Gara dalam posisi yang tidak siap, ditambah pula dengan rasa sakit karena baru saja terpeleset, tubuh kekar Gara langsung ambruk lagi ke lantai karena di himpit oleh badan Airin yang sedang hamil tua tersebut.


"Aawww sakit lagi sayang," ucap Gara mengeluh.


***


"Salah kamu sendiri, kenapa menarik ku seperti itu," jawab Airin kesal.


"Habis kamu itu seperti magnet, bawaannya nempel terus," balas Gara membuat pipi Airin merah merona.


"Udah mandi sana. Habis ini aku mau ke dokter kandungan. Apa kamu ikut?" tanya Airin membuat Gara semangat.


"Ikut dong, aku sudah menanti-nantikan waktu itu. Nanti aku akan memperkenalkan diriku kepada si kembar. Aku akan mengajaknya bicara dan bercanda," jawab Gara antusias.


"Haha, terserah mu saja. Aku tunggu di bawah ya," balas Airin kemudian berlalu meninggalkan kamar mereka.


"Bagaimana keadaan Clara Leon?" tanya Airin saat ia sudah sampai di ruang makan.


"Clara sudah mendingan. Terima kasih ya Airin kamu telah merawat Clara sepenuh hati," jawab Leon menatap leher Airin yang ada bekas merahnya.


"Ah, sama-sama. Kau tak perlu sungkan padaku," balas Airin lalu duduk di meja makan. Di sana sudah ada Zaki dan juga Ibunya.


"Zaki, bulan depan kamu sudah boleh masuk sekolah ya sayang. Tante sama Om Gara sudah mencarikan sekolah terbaik untukmu," ucap Airin membuat Zaki kegirangan.


"Yey, makasih Tante," ucap Zaki dengan senang hati.


Tak lama kemudian, Gara pun turun dengan wajah berseri-seri dan senyum yang sangat sumringah.


"Wah.. Wah.. Ada yang senang banget nih pagi ini," ledek Leon menatap sahabatnya itu.


"Ya dong, kita ini kan kalo hidup harus semangat. Emang kamu, punya anak tapi gak punya bini," balas Gara meledek Leon.

__ADS_1


"Lah, kenapa nyinggung-nyinggung masalah bini sih? Memang dasar cari ribut ya kamu," jawab Leon kesal.


"Haha.. Bercanda-bercanda. Oh ya Leon, hari ini aku dan Airin akan ke rumah sakit untuk cek kehamilan istriku ini. Kamu mau sekalian ikut gak bawa Clara berobat," ucap Gara membuat Leon semakin kesal.


'Ch, mentang-mentang sudah mendapatkan apa yang ia mau, jadi sok perhatian sekarang jadi orang. Biasanya juga cuek,' batin Gara menggerutu.


"Gak usah makasih. Aku bisa pergi dengan mobilku sendiri," tolak Leon. Bukannya apa, ia tau persis kenapa sahabatnya itu mau membawanya ikut serta. Gara akan meledek Leon habis-habisan selama di mobil dengan memperlihatkan kemesraannya dengan Airin, istri tercintanya.


Sedangkan masih di kota B, Paman Sam yang baru saja terbangun dari tidurnya setelah semalam suntuk bermain api dengan Kamelia, gadis kecil berusia tujuh belas tahun.


Semalaman Paman Sam meunboxing tubuh Kamelia yang masih suci tersebut.


Meskipun sudah berumur, tapi dalam urusan ranjang, Paman Sam masih bisa untuk di andalkan.


Kamelia yang awalnya gugup, takut, cemas dan grogi itu berkali-kali merasakan sensasi nikmat yang selama ini belum pernah ia rasakan.


Sebagai remaja labil, Kamelia begitu dibuat terbuai akan pelayanan dan sentuhan yang di berikan Paman Sam kepadanya.


'Kamelia ini kalo di lihat-lihat ada banyak kemiripan denganku. Apa jangan-jangan Kamelia ini memang jodohku yang sebenarnya ya?' batin Paman Sam menatap wajah teduh Kamelia.


Karena lama menatap wajah cantik itu, junior Paman Sam kembali menginginkan tubuh gadis cantik itu.


Dan terjadilah hal seperti semalam, bahkan kali ini mereka bermain berulang-ulang dan di tempat yang berbeda-beda, seperti di sofa, di bawah shower yang mengalirkan air dan di bathub kamar mandi hotel.


Kamelia sudah mulai terbiasa dengan sentuhan yang di berikan Paman Sam. Ia seakan telah terbuai dengan laki-laki yang pantas menjadi ayahnya itu.


"Kamelia?" panggil Paman Sam dengan suara serak di saat mereka berdua tengah berendam di dalam bathub kamar mandi.


"Ya, kenapa Om?" jawab Kamelia kembali bertanya.


"Apa kamu menyukai permainanku?" tanya Paman Sam dengan tangan yang sibuk dengan Kamelia.

__ADS_1


"Hmmm suka. Aku baru kali ini merasakannya. Apa semalam punyaku mengeluarkan darah?" jawab Kamelia lalu bertanya.


"Haha.. Ya sayang. Punya mu mengeluarkan darah. Apa kamu tidak pernah melakukan ini dengan laki-laki lain sebelumnya?" jawab Paman Sam terkekeh dan kembali melontarkan pertanyaan kepada calon istri keduanya itu.


"Belum Om. Jangankan melakukannya. Pacaran saja aku tidak pernah. Ibu melarang ku untuk dekat dengan laki-laki manapun," jawab Kamelia yang duduk bersandar ke dada bidang Paman Sam di dalam bathub yang diberi air dan busa yang melimpah.


"Oh ya. Ibumu pintar sekali mendidik mu," jawab Paman Sam menciumi tengkuk Kamelia.


"Iya, Ibu memang pintar dan juga hebat. Hanya saja, entah bagaimana perasaanya jika tau aku telah mengecewakannya seperti ini," balas Kamelia sedih.


"Kamu tidak perlu sedih sayang. Om akan selalu ada untukmu. Hari ini kita akan menikah, itu artinya, kamu tidak akan merasa di rugikan, ya meskipun Om sudah berumur, tapi kamu lihat kan, tampang Om masih tampan dan awet muda," ucap Paman Sam pede.


"Hehe, iya Om, Om masih kelihatan muda dan tampan kok. Aku jadi nyaman jika dekat-dekat dengan Om seperti ini," jawab Kamelia tertawa.


"Haha.. Makasih sayang. Berarti sama dong, Om juga merasakan nyaman jika dekat denganmu. Rasanya ada ikatan dalam hati Om ini. Apa jangan-jangan kita memang berjodoh, buktinya saja wajah kita banyak kemiripannya," jawab Paman Sam memeluk Kamelia dari dari bawah air yang menggenangi bathub tersebut.


"Aku juga merasa seperti itu. Oh ya, kapan Om akan balik ke Jakarta?" tanya Kamelia teringat akan hal itu. Jujur di dalam hatinya, ada rasa berat untuk melepaskan laki-laki yang baru semalam ia kenal itu.


"Hmmm, hari ini. Setelah menikahi mu, Om akan balik ke Jakarta, Minggu depan Om akan kembali mengunjungimu dan kita akan menghabiskan hari seperti ini lagi," jawab Paman Sam telah mengatur semuanya.


"Baiklah, kalau begitu ayo kita mandi dulu. Nanti kalau kelamaan pulang, aku bisa dicari sama Ibu," jawab Kamelia mulai bangkit dan keluar dari dalam bathub.


Disaat mereka mandi berdua, Paman Sam kembali meminta jatahnya kepada Kamelia dan terjadilah kembali penyatuan diantara mereka berdua.


Setelah selesai dengan aktifitas mandinya, Paman Sam langsung membawa Kamelia ke sebuah rumah dimana ia dan Kamelia akan melangsungkan pernikahan secara siri atas bantuan Boy sahabatnya.


Setelah mereka resmi menjadi pasangan suami istri, Kamelia pun di antar pulang oleh Paman Sam, namun tidak ke rumahnya, melainkan ke rumah temannya yang memperkenalkan Kamelia kepada Boy.


Sebelum pulang, Paman Sam memberikan sebuah ATM pribadinya yang bahkan Liona pun tidak mengetahui keberadaan ATM dan rekening bank tersebut.


Ia memberikannya kepada Kamelia sebagai hadiah pernikahan dengan isi yang sangat fantastis dan Kamelia bebas menggunakannya sepuas yang ia suka.

__ADS_1


__ADS_2