Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 75 (Hidup Lagi??)


__ADS_3

"Gak.. Airin belum meninggal pa. Dia hanya tidur dan istirahat sesaat," jawab Gara yang yakin jika sang istri tercinta belum meninggal. Entah kenapa, feeling Gara mengatakan jika Airin akan bangun kembali dari tidurnya.


***


Gara kemudian berusaha bangkit dan masuk untuk melihat sang istri yang baru saja selesai melahirkan bayi kembar tiga mereka.


Hati Gara benar-benar hancur saat melihat seluruh tubuh Airin di tutupi dengan kain penutup.


Air mata Gara tak dapat ia bendung lagi. Hatinya benar-benar hancur. Nafasnya begitu sesak dan seluruh tubuhnya begitu lemah bagaikan tanpa tulang.


Ia mendekati tubuh sang istri yang di tutupi kain penutup jenazah.


Perlahan Gara mencoba menyeret kakinya untuk mendekat ke ranjang dimana istrinya terbaring.


"Gak.. Kalian gak boleh menutup tubuh istri saya. Dia masih hidup. Airin hanya kelelahan dan butuh istirahat sebentar," ucap Gara marah. Ia benar-benar tidak dapat di kendalikan. Hati nya begitu geram melihat istri tercintanya diam tak sadarkan diri.


"Airin bangun sayang.. Ini aku Gara," ucap Gara pilu. Ia membuka kembali kain penutup jenazah itu dan kemudian melemparnya lalu menginjak-injak dengan penuh amarah.


"Gara sudah nak.. Sudah.. Ikhlaskan Airin. Dia akan tersiksa jika kamu bersikap seperti ini. Mama mohon sabar nak.. Kamu harus kuat demi si kembar," ucap Mama Lena menenangkan putranya.


Sedangkan Ibu Lita dan Ayah Aidil masih menangisi jasad putrinya itu.


"Gak.. Airin masih tidur. Gara gak ikhlas ma jika Airin pergi secepat ini. Gara benar-benar gak ikhlas," ucap Gara kemudian memeluk tubuh sang istri yang mulai dingin.


"Airin bangun sayang. Ini aku suamimu Gara. Bukankah kamu berjanji untuk selalu di sisiku? Aku tidak masalah jika kamu belum mencintaiku. Tapi aku mohon jangan tinggalkan aku dan si kembar. Aku benar-benar tidak bisa merelakanmu pergi Airin. Aku benar-benar tidak bisa. Maafkan aku.. Maafkan aku," lirih Gara terdengar pilu oleh sekeliling orang yang ada di sekitarnya.

__ADS_1


Cukup Lama Gara memeluk tubuh sang istri, tiba-tiba saja tangan Airin bergerak pelan. Airin seakan memberi kode jika dirinya masih bisa di selamatkan. Meskipun belum ada yang menyadarinya, tapi batin Gara masih mengatakan jika istrinya itu masih hidup, dan benar saja, pwrlahan tapi pasti, Airin mulai mengeluarkan suara dengan sangat pelan dan terdengar begitu lemah sekali. Gara yang berada di dalam pelukan sang istri mulai bangun dan berteriak memanggil dokter dengan raut wajah yang sangat bahagia.


Lena dan anggota keluarga lainnya begitu kaget saat melihat keajaiban yang ada di depan matanya itu. Bagaimana bisa, seseorang yang telah meninggal dinyatakan hidup kembali.


"Airin.. Airin ini Ibu nak. Kamu sadar sayang," ucap Ibu Lita sangat bahagia mendapati putrinya hidup kembali.


"Airin.. Airin kamu bertahan sayang. Gara sedang memanggil dokter. Jangan pergi lagi nak. Kami semua takut," ucap Lena mendekati menantunya itu.


Beberapa saat kemudian, dokter dan tim medis lainnya segera berlari ke tempat Airin. Setelah menyuruh semua anggota keluarga keluar, mereka mulai melakukan pemeriksaan lebih dalam lagi.


Gara dan yang lainnya menunggu di luar dengan harap-harap cemas.


Beberapa saat kemudian, Dokter dan tim medis lainnya keluar dan seketika itu juga Gara dan keluarga lainnya menggerubungi sang dokter untuk mendengar penjelasannya mengenai keadaan Airin.


"Bagaimana dokter? Apakah istri saya baik-baik saja. Dia tidak apa-apa kan dokter? Dokter ayo katakan," ucap Gara dengan banyak pertanyaan.


"Baiklah, kalau begitu katakan," perintah Gara mulai tenang.


"Begini pak. Sebelumnya saya menyatakan jika ibu Airin telah meninggal dunia. Dan kini atas kebesaran yang maha kuasa, saya mencabut kembali kata-kata saya dan menyatakan Ibu Airin lolos dari kematiannya. Ini merupakan mukjizat yang mana jarang sekali terjadi. Apalagi gumpalan darah Ibu Airin sudah pecah dan memasuki paru-parunya.


Saya dan tim medis lainnya akan segera membersihkan semua sisa-sisa darah yang pecah tersebut dan saya mohon doanya untuk keberhasilan kinerja kami ini," jelas dokter tersebut dengan tenang.


"Baiklah. Kalau begitu lakukan yang terbaik untuk menantu saya," ucap Emanuel mewakili semua anggota keluarga lainnya.


"Tapi dokter, istri saya tidak akan kenapa-kenapa kan?" tanya Gara masih cemas.

__ADS_1


"Mudah-mudahan saja. Maka dari itu kami mohon doanya. Saya permisi masuk ke dalam kembali," jawab dokter tersebut lalu kembali ke dalam ruangan Airin.


"Dokter, anak saya bagaimana?" tanya Gara saat dokter tersebut akan membuka pintu ruangannya.


"Mereka baik-baik saja. Jika anda ingin melihatnya, silahkan ke ruangan perinatologi," jawab dokter tersebut.


Alhasil, Gara kembali di buat menunggu dan ia berpikiran akan melihat bayinya duku di ruangan yang telah dokter katakan tadi.


Setibanya di ruangan itu, Gara yang sudah di beri izin masuk langsung melihat ketiga bayinya di dalam inkubator sedang tertidur lelap.


"Sayang, kenalkan, ini daddy kalian. Daddy mau ngucapin selamat datang di kehidupan daddy dan juga mommy. Daddy juga mau minta doa kalian bertiga untuk kesembuhan mommy ya. Ingat, kalian bertiga jangan nakal. Jadilah anak baik dan penurut. Nanti setelah mommy kalian sembuh, daddy janji akan membawa kalian pulang dan kita akan hidup bahagia bersama. Daddy sayang kalian," ucap Gara mengajak bayi kembarnya bicara. Lagi-lagi air matanya jatuh saat memandangi ketiga bayinya itu. Gara tak bisa membayangkan jika Airin benar-benar pergi dari kehidupan mereka.


Setelah berbicara dan memperkenalkan diri dengan bayi kembarnya, Gara kemudian kembali ke tempat dimana sang istridi sedang di tangani.


Setelah menunggu cukup lama, dokter pun akhirnya keluar, dan seperti biasa, Gara langsung berlari ke arah dokter tersebut.


Gara benar-benar menggantungkan harapannya di tangan sang dokter. Ia tidak tau lagi jika harus kehilangan Airin seperti tadi.


"Dokter bagaimana? Apakah sudah selesai? Apakah Airin baik-baik saja?" tanya Gara menantikan jawaban dari sang dokter. Tak hanya Gara, para anggota keluarga lainnya juga benar-benar sudah tidak sabar mendengarkan jawaban sang dokter.


"Syukur Alhamdulillah, Ibu Airin berhasil di selamatkan. Ini benar-benar mukjizat yang luar biasa. Sekarang Ibu Airin masih belum sadarkan diri. Sebentar lagi, tim kami akan memindahkannya ke ruangan rawat inap rumah sakit ini," jelas dokter tersebut dengan senyuman yang mengambang. Tak bisa di pungkiri, dokter tersebut juga bangga atas pencapaian yang ia lakukan.


"Alhamdulillah" ucap semua anggota keluarga Gara dan juga Airin.


"Alhamdulillah. Terima kasih dokter. Terima kasih. Saya benar-benar bahagia sekali. Lalu, apakah saya sudah bisa bertemu dengan istri saya?" ucap Gara yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Airin.

__ADS_1


"Maaf pak. Untuk sekarang belum. Tunggulah beberapa saat lagi, setelah kami memindahkannya ke ruangan rawat inap," jawab dokter tersebut kemudian berlalu meninggalkan Gara dan yang lainnya.


__ADS_2