Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 97


__ADS_3

"Suster, apa Samuel atau Liona sudah memberi anak ini nama?" tanya Lyra bertanya kepada baby sitter tersebut.


"Sudah Bu, namanya Lio, tapi nama panjangnya saya kurang tau Bu," jawab baby sitter tersebut.


"Oh Lio. Baik, nama yang bagus," balas Lyra menciumi bayinya itu.


***


Sementara itu, Paman Sam dan Kamelia kini tengah duduk di depan tv menonton serial drama kesukaan Kamelia.


Saat Kamelia dan Paman Sam tengah bersantai, tiba-tiba saja Kamelia menginginkan bakso dengan ukuran sangat jumbo. Anehnya, Kamelia tidak mau jika supir yang pergi membelikannya. Ia mau Paman Sam yang sendiri yang turun tangan untuk membelikannya.


"Kenapa tidak menyuruh supir aja sayang?" ucap Paman Sam merasa berat untuk meninggalkan Kamelia.


"Tapi aku maunya Abang yang membelikannya," jawab Kamelia manja.


"Hhhh, baiklah kalau begitu. Abang akan pergi membelikannya untukmu. Tapi ingat, jangan kemana-mana. Jika ada sesuatu, segera hubungi Abang," ucap Paman Sam mencium kening istrinya sekilas.


"Siap bos," jawab Kamelia memberikan tanda hormat.


Paman Sam dan supirnya kini tengah berkeliling mencari pesanan istrinya itu.


Saat di perjalanan, ia kembali bertemu dengan Yuni yang baru saja membeli nasi goreng di pinggir jalan.


"Berhenti pak," perintah Paman Sam kepada supirnya.


"Baik pak," jawab supir tersebut lalu menepikan mobil yang ia bawa.


Paman Sam langsung turun dan berlari ke arah Yuni.


"Yuni tunggu," ucap Paman Sam mencegat tangan wanita satu anak itu.


"Kamu? Lepaskan aku," balas Yuni berusaha melepaskan genggaman Paman Sam.


"Tidak, aku tidak mau melepaskan mu sebelum kamu memberi tahu dimana anak kita," ucap Paman Sam memegang tangan Yuni dengan sangat erat.


"Untuk apa? Untuk apa kamu mau bertemu dengan anak itu? Apa kamu mau membawanya pergi?" ucap Yuni menatap Paman Sam tajam.


"Tidak, aku janji tak akan membawanya pergi. Aku hanya mau menebus semua kesalahanku. Aku janji Yuni. Tolong temukan aku dengan dia," ucap Paman Sam memohon.


"Hhhhh.. Baiklah. Jika kamu berjanji tidak akan membawanya pergi, maka aku akan izinkan kamu menemuinya. Kamu boleh datang nanti malam ke rumahku. Aku akan mempertemukan mu dengan anak itu," jawab Yuni mengalah.


"Baiklah. Kalau begitu katakan, dimana alamat rumahmu," jawab Paman Sam mengeluarkan ponselnya.

__ADS_1


Yuni pun mencatat alamat rumahnya. Yuni berpikir, bagaimana pun juga ia tidak ada hak untuk memisahkan putrinya dengan Ayahnya.


"Ingat janjimu, jangan pernah berpikir untuk membawa anakku pergi," ancam Yuni lalu pergi meninggalkan Paman Sam.


Setelah Paman Sam mendapatkan alamat rumah Yuni dan juga mencarikan pesanan Kamelia, laki-laki itu segera pulang ke rumahnya.


Setibanya di rumah, Kamelia meminta izin untuk pulang ke rumah orang tuanya nanti sore, karena ada pertemuan keluarga.


'Kebetulan sekali Kamelia ada urusan, jadi aku tidak perlu susah-susah mencari alasan untuk pergi menemui Yuni dan juga anakku. Semoga saja dia nanti mau bertemu dan mengakui ku sebagai Ayahnya,' batin Paman Sam.


Sementara itu, Gara dan Airin tengah beristirahat di kamarnya. Mengurus bayi kembar tanpa baby sitter ternyata membuat mereka berdua kewalahan.


"Sayang, gimana kalo kita menyewa baby sitter saja. Bukannya apa, aku tidak mau kamu kelelahan dengan mengurus tiga bayi sekaligus," usul Gara saat sepasang suami istri itu tengah tiduran di atas ranjang mereka.


"Hmmmm, aku juga berpikiran seperti itu. Tapi aku takut jika mendapatkan baby sitter abal-abal untuk ketiga buah hatinya.


"Kalau masalah itu, kamu tenang saja. Aku sendiri yang akan turun tangan untuk menyeleksi baby sitter mana yang pantas untuk anak-anak kita. Kita akan mencari sebanyak empat orang baby sitter," ucap Gara mengangkat empat jarinya.


"Empat? Kenapa? Bukankah anak kita hanya tiga?" tanya Airin penasaran.


"Iya empat. Masing-masing mereka fokus mengurus si kembar, dan yang satunya lagi untuk mengambil atau membuatkan susu untuk si kembar. Dia juga bisa menjadi pengganti jika salah satu baby sitter anak-anak kita kelelahan atau istirahat," jawab Gara menjelaskan.


"Oh, aku kira satunya lagi buat ngurusin kamu," ledek Airin hendak berdiri.


"Oh jadi aku ini kamu anggap baby sitter yang kerjaannya cuma ngurusin urusan kasur, sumur dan juga dapurmu begitu?" protes Airin dengan kedua tangan di pinggang.


"Ya enggak lah sayang. Maksud aku bukan begitu," ucap Gara menyesal.


'Salah ngomong aku,' batin Gara.


"Ahh sudahlah, aku mau mandi," balas Airin malas berdebat dengan suaminya itu.


Saat Airin mandi, sudah menjadi kebiasaan ibu tiga anak itu untuk tidak mengunci pintu kamar mandinya.


Gara yang masih merasa tidak enak kemudian menyusul Airin ke kamar mandi tanpa pakaian apapun.


"Sayang," panggil Gara membuat Airin kaget.


"Kamu ngapain disini? Keluar," teriak Airin kesal.


"Aku mau mandi berdua denganmu," ucap Gara merengek.


"Enggak boleh. Aku masih dalam masa nifas,m dan masih mengeluarkan darah. Sana keluar dulu. Mandinya gantian aja," jawab Airin semakin kesal.

__ADS_1


"Iya baiklah, Aku akan keluar, tapi jangan marah lagi ya sama aku," ucap Gara.


"Iya, udah sana keluar," jawab Airin.


'Yah, gagal deh mesra-mesraannya, tapi yang penting Airin sudah tidak marah lagi kepadaku,' batin Gara keluar dari kamar mandi.


Gara bukannya laki-laki yang takut istri. Hanya saja mantan cassanova itu benar-benar takut kehilangan Airin.


.


.


Sementara itu, Leon dan juga Gauri, kini sedang menghabiskan waktu mereka untuk bermain bersama Clara, putri tunggal mereka.


Mereka menemani Clara bermain mainan baru yang baru Leon belikan untuk putrinya.


"Daddy, Mommy, Tlala mau punya adik tepelti ini dong," ucap Clara tiba-tiba menunjukkan sebuah boneka bayi mungil.


Sontak Leon dan juga Gauri langsung terperangah oleh permintaan putri kecilnya yang masih polos seperti itu.


"Hmmm Clara sayang, bener mau punya adik bayi sepeti ini?" jawab Leon kembali bertanya dengan lembut.


"Iya, Tlala mau punya adik Daddy," jawab Clara polos.


"Ya sudah, kalau begitu, nanti malam Clara tidurnya sama Tante Selin ya, biar Daddy sama Mommy bisa membuatkan adik bayi untuk Clara," ucap Leon mengusap-usap kepala putrinya.


"Kamu apaan sih Leon, masa bicara seperti itu sama anak kecil. Gak baik tau," protes Gauri mencubit lengan suaminya itu.


"Dia gak akan ngerti sayang," jawab Leon mencium pipi Gauri.


Di kota B, Paman Sam tengah bersiap-siap untuk pergi ke rumah Yuni bertemu dengan anaknya.


'Semoga saja anakku itu tidak marah dan mau menerima kehadiranku sebagai Ayah kandungnya,' batin Paman Sam lalu masuk ke dalam mobilnya.


"Bu, sebenarnya siapa keluarga yang ingin bertemu dengan Kamelia?" tanya Kamelia penasaran.


"Hmmm. Dia.. Dia adalah Ayah kandungmu nak. Maafkan Ibu jika sebelumnya tidak meminta pendapatmu terlebih dahulu. Hanya saja dia selalu memaksa Ibu untuk mempertemukan kamu dengan dirinya," jawab Yuni memegang tangan anaknya itu.


"A.. Ayah?" tanya Kamelia terkejut.


"Iya nak. Sebentar lagi dia akan tiba disini," jawab Yuni.


Benar saja, beberapa saat kemudian, terdengar bunyi mesin mobil berhenti di depan rumah mereka.

__ADS_1


"Sebentar Bu, Kamelia ke kamar dulu," jawab Kamelia yang masih shock dengan ucapan Ibunya.


__ADS_2