Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 80


__ADS_3

'Dasar wanita murahan. Sedari dulu kamu memang murahan. Kalau tidak saja karena dendam lamaku, aku tidak sudi berhubungan kembali denganmu,' batin Yuta menatap Liona.


***


"Oke, kalau begitu ayo kita mulai. Aku sudah tidak sabar untuk mencicipi tubuhmu yang semakin seksi tersebut," jawab Yuta menggandeng pinggul Liona ke dalam sebuah kamar khusus di ruangan VIP tersebut.


Sebelum mereka memasuki ruangan tersebut, Yuta terlebih dahulu telah memasang sebuah cctv yang tanpa sepengetahuan Liona. Cctv yang sengaja ia pasang untuk mengambil semua aksi ranjang Liona dan juga sebagian dari tubuhnya.


Setibanya di kamar tersebut, Yuta langsung memainkan aksinya. Ia mulai memberikan Liona sentuhan demi sentuhan yang membuat wanita bernafsu tinggi itu merasakan nikmat duniawi.


Beberapa jam kemudian, Yuta melepaskan cairannya di dalam rahim Liona, dan berbaring sejenak di sebelah wanita tersebut.


"Terima kasih Liona. Aku puas," ucap Yuta dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Sama-sama Yuta. Aku juga puas atas permainan mu itu. Lain kali kita akan mengulanginya lagi," jawab Liona lalu bangkit dan membersihkan tubuhnya di kamar mandi.


Setelah Liona mandi, kini tiba giliran Yuta yang juga membersihkan sisa-sisa keringatnya dan keringat Liona yang bercampur menjadi satu. Setelah mandi, ia dan Liona keluar dan duduk sebentar hanya untuk sekedar berbincang-bincang sebelum pulang.


"Yuta, kamu ingatkan tugasmu apa. Aku harap kamu tidak melupakannya," ujar Liona meminum segelas minuman keras.


"Kamu tenang saja. Aku ingat dan tau harus melakukan apa," jawab Yuta tersenyum menatap Liona.


'Aku akan selalu ingat dengan tugasku untuk menghancurkan mu Liona,' batin Yuta tersenyum licik.


Sementara itu, Paman Sam yang baru saja kembali dari rumah sakit belum mendapati Liona di rumah itu.


"Apa dia masih belum pulang?" tanya Paman Sam pada dirinya sendiri.


Laki-laki paruh baya itu kemudian langsung masuk ke kamarnya dan menghubungi istri keduanya Kamelia sembari duduk di balkon kamarnya menunggu kedatangan Liona.


"Halo sayang. Apa kabarmu?" tanya Paman Sam saat melakukan panggilan video dengan Kamelia.


"Aku baik bang. Abang apa kabar?" jawab Kamelia balik bertanya.


"Abang juga baik. Besok Abang akan mengunjungimu. Apa kamu senang?" tanya Paman Sam tersenyum.


"Tentu aku senang sekali bang. Aku akan menunggu kedatangan Abang disini," jawab Kamelia juga tersenyum. Tak bisa dipungkiri, Kamelia memang begitu bahagia sekali jika Paman Sam datang mengunjunginya. Kamelia merasakan ada rasa nyaman saat ia bersama dengan suaminya itu.

__ADS_1


"Baguslah. Oh ha Kamelia, kamu mengenakan handuk, apa kamu mau mandi, atau selesai mandi?" tanya Paman Sam yang baru sadar dengan pakaian Kamelia.


"Aku baru saja selesai mandi. Dan berencana akan tidur. Abang kenapa belum tidur?" jawab Kamelia kembali bertanya.


"Sebentar lagi. Abang baru saja sampai di rumah. Kamu jangan mandi malam-malam seperti ini lagi sayang. Tidak baik untuk kesehatanmu," ucap Paman Sam memberi perhatian kepada istrinya itu.


"Iya bang, Kamelia tak akan mengulanginya lagi," jawab Kamelia senang karena sudah diperhatikan oleh suami simpanannya itu.


"Oh ya Kamelia, kalau boleh, buka dong handuk mu. Abang mau melihat tubuh seksi mu itu," pinta Paman Sam kepada Kamelia.


"Nggak ah bang. Kamelia malu. Nanti saja ya pas Abang sudah nyampe disini," jawab Kamelia dengan pipi bersemu merah.


"Ayolah sayang. Abang ini kan suamimu. Buat apa kamu malu-malu?" ucap Paman Sam terus membujuk istri mudanya itu.


"Tapi bang...," jawab Kamelia terputus.


"Sudah, jangan pakai tapi. Ayo buka, biar Abang bisa tidur dengan nyenyak," sela Paman Sam terus berusaha.


"Baiklah bang. Tapi sebentar saja ya. Kamelia merasa tidak nyaman," jawab Kamelia akhirnya menuruti permintaan suami tuanya itu.


Kamelia mulai meletakkan ponselnya di atas meja yang ada di kamarnya. Ia kemudian mengarahkan kamera depan ponsel tersebut ke tempat dimana gadis kecil itu berdiri.


Dengan perlahan dan malu-malu, Kamelia mulai melepas handuk yang menutupi rambut basahnya, sehingga rambut panjang itu terurai begitu saja. Setelah itu, Kamelia mulai membuka lilitan handuk pink yang menutupi sebagian tubuhnya.


Kamelia begitu cantik alami dengan rambut hitam basah terurai dan tubuh polos tanpa pakaian.


Paman Sam yang sedari tadi memperhatikan Kamelia tak bisa mengedipkan matanya kala istri simpanannya itu melepaskan kain penutup tubuhnya itu.


"Su.. Sudah bang?" ucap Kamelia saat seluruh handuk yang ia kenakan sudah terlepas dan berserakan di lantai kamarnya.


Paman Sam hanya diam, tak menjawab ucapan sang istri. Matanya benar-benar tak mampu berkedip saat melihat tubuh polos istri mudanya itu.


"Bang?" panggil Kamelia.


"Eh.. I.. Iya sayang. Kamu membuat benda pusaka Abang meronta-ronta Kamelia. Abang sudah tidak sabat untuk bertemu denganmu. Sekarang pasanglah kembali handuk mu itu. Abang tidak mau kamu masuk angin karena Abang," ucap Paman Sam dengan suara berat.


"Baiklah bang. Kalau begitu, aku matikan dulu ya. Sekalian akuau tidur," jawab Kamelia.

__ADS_1


"Baiklah. Selamat malam dan mimpi indah Kamelia. Tunggu Abang ya sayang," balas Paman Sam kemudian mematikan panggilannya.


"Kamelia.. Kamelia.. Kamu benar-benar membuatku merindukanmu," gumam Paman Sam kembali mengingat tubuh polos Kamelia.


Beberapa saat kemudian, Paman Sam pun tertidur di sofa yang ada di balkon kamarnya tersebut.


"Mas?" panggil Liona saat wanita itu telah berada di dalam kamar mereka.


Ia belum menyadari jika Paman Sam tengah tertidur pulas di balkon kamarnya.


"Kemana dia? Apa belum pulang? Tapi mobilnya ada kok," ucap Liona bertanya-tanya.


Liona pun tak sengaja melihat ke pintu balkon yang sedikit terbuka dan menghampirinya.


"Astaga, dia malah tidur disini. Mas.. Bangun. Kamu ngapain tidur disitu. Nanti masuk angin lo. Ayo mas bangun," panggil Liona membangunkan suaminya itu.


"Ahhh sayang. Kamu sudah pulang?" tanya Paman Sam mulai terjaga sembari mengucek matanya.


"Sudah. Kamu ngapain tidur di sini. Nanti masuk angin lo. Ayo masuk," tanya Liona dan menyuruh suaminya itu masuk ke dalam.


"Aku suntuk kemudian bermain ponsel sembari menunggumu pulang. Aku tidak sadar dan ketiduran di balkon," jawab Paman Sam menggandeng pinggul sang istri dan berjalan masuk ke kamarnya.


"Ya ampun mas. Maafkan aku ya. Ternyata ini semua karena kamu menungguku pulang," jawab Liona meminta maaf.


"Tidak apa-apa sayang. Ini bukan salahmu," balas Paman Sam mulai merebahkan Liona di atas ranjang lalu mengungkungnya.


"Mas.. Tidurlah. Kamu pasti mengantuk sekali. Kita akan melakukannya besok pagi saja ya," ucap Liona menolak untuk melayani suaminya itu. Bukan karena apa, Liona hanya capek karena sedari tadi sudah bermain panas dengan Yuta di bar.


"Tapi aku menginginkannya sayang," rengek Paman Sam meremas milik Liona.


"Ahhhh mas. Tapi aku lelah dan mengantuk sekali. Besok pagi saja ya sayang. Aku janji akan memberimu bonus," jawab Liona membujuk suami tuanya itu.


"Bonus? Bonus apa?" tanya Paman Sam penasaran.


"Bonus cinta," jawab Liona sembari tertawa. Ia kemudian mencium suaminya sekilas lalu menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut.


"Arghhh Liona," keluh Paman Sam kemudian menyusul sang istri untuk tidur dan memeluknya erat.

__ADS_1


__ADS_2