Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara

Garis Dua Satu Malam Milik Tuan Gara
Bab 38


__ADS_3

"Ya sudah, kalau begitu aku buatkan kamu kopi dulu ya," balas Lyra tak curiga sama sekali.


"Sayang, kau lihat bajumu basah begini. Lebih baik kau mandi, makan, lalu tidur. Aku tau kau pasti lelah. Dan aku.. Aku akan pulang saja sekarang. Kita makan diluarnya lain kali saja oke," ucap Paman Sam memeluk Lyra sebentar.


***


"Tapi di luar masih hujan," jawab Lyra memegangi tangan Paman Sam.


"Sudah tidak apa-apa. Bagiku sudah melihat wajah cantikmu saja itu sudah membuat hatiku senang dan tenang," jawab Paman Sam tanpa rasa bersalah.


"Baiklah, kalau gitu hati-hati dijalan ya sayang. Makasih sudah menungguku seperti ini. Aku mencintaimu," ucap Lyra memeluk manja Paman Sam.


"Sama-sama sayang," jawab Paman Sam mencium sekilas bibir ranumnya Lyra.


Saat Paman Sam akan pergi, tiba-tiba Liona keluar dan menghampiri kakak dan calon kakak iparnya itu.


Liona keluar menggunakan kimono pendek handuk dan rambut basah yang terurai.


"Liona kenapa kamu gak buatin kopi atau teh untuk Kak Sam sih dek," ucap Lyra bertanya kepada adik satu-satunya itu.


"Hmmmm.. Itu kak, maaf ya, tadi Liona mandi kak. Ini Liona baru mau buatin, eh kakaknya udah pulang aja. Kakak aja ya yang bikinin kopinya," jawab Liona gugup.


"Telat dek, Kak Sam nya udah mau pulang," jawab Lyra melihat ke arah Paman Sam.


"Iya Liona, kalian gak usah repot-repot. Saya sudah mau pulang kok," jawab Paman Sam melihat Liona.


"Oh ya sudah, kalau gitu Liona ke kamar dulu ya kak," pamit Liona berbalik menuju kamarnya.


"Dek?" panggil Lyra tiba-tiba.


"Ya kak, kenapa?" tanya Liona menoleh ke arah Lyra.


"Itu jalanmu kok seperti itu sih? Kamu kenapa?" tanya Lyra melihat Liona yang jalan dengan terseok-seok.


"Itu kak.. Tadi di kamar mandi Liona kepeleset, jadi kaki Liona agak sedikit sakit kak," jawab Liona gugup dan takut. Sedangkan Paman Sam hanya melihat Liona dengan mengulum senyumnya.

__ADS_1


"Kau terpeleset? Apa perlu saya antarkan ke rumah sakit?" tawar Paman Sam mengedipkan matanya kepada Liona cepat.


"Iya, Kak Sam betul. Kamu ke rumah sakit saja ya, nanti kenapa-kenapa lo kakinya," tambah Lyra menyetujui tawaran calon suaminya itu.


"Hmmmm kayaknya gak usah deh kak," tolak Liona gugup.


"Liona, menurut saya lebih baik kamu periksakan saja kakimu ke rumah sakit, nanti kalau kamu kenapa-kenapa kasihan kakakmu lo," ucap Paman Sam memberi kode kepada Liona agar dirinya menerima tawaran Paman Sam.


"Kak Sam benar dek. Kamu ke rumah sakit ya. Biar Kak Sam sama kakak yang mengantarkan mu," tambah Lyra memegang bahu adik kandungnya itu.


Liona yang bingung itu menatap Paman Sam seolah mencari sebuah jawaban pada diri calon kakak iparnya itu.


Seolah mengerti dengan maksud Liona, Paman Sam pun angkat bicara kembali.


"Lyra sayang, kamu kan baru pulang bekerja. Kamu di rumah saja ya, mandi, makan, lalu istirahat. Adikmu biar aku yang mengurusnya," ucap Paman Sam mengelus rambut calon istrinya tersebut.


"Tapi sayang diaa...," jawab Lyra yang terputus.


"Sudah, nanti biar aku yang mengantarkannya pulang kembali. Lagian rumah sakit gak jauh kan dari sini. Mending kamu di rumah saja ya. Aku gak mau kamu kecapean dan kenapa-kenapa. Dan satu lagi, kamu itu calon istriku, dan Liona itu akan menjadi calon adik ipar ku, jadi sudah tugasku untuk menjaga kalian berdua. Kamu tenang saja ya," potong Paman Sam berusaha mengelabui Lyra.


"I.. Iya kak. Gak papa kok," jawab Liona tersenyum.


"Ya sudah, kalau begitu kamu ganti baju dan pergi sana sama Kak Sam. Semoga kakimu gak kenapa-kenapa ya dek," jawab Lyra mengusap rambut adiknya.


"Iya kak," jawab Liona singkat lalu berjalan ke kamarnya dan beberapa saat kemudian ia mengikuti Paman Sam ke mobilnya.


Setelah calon kakak dan adik ipar itu pergi menggunakan mobil, Lyra langsung masuk ke dalam karena di luar masih hujan deras.


Ia segera masuk ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya dari peluh dan debu yang menemaninya seharian ini.


Selesai mandi, Lyra langsung mengisi perutnya dan tak beberapa lama kemudian matanya mulai mengantuk.


Karena lelah lembur seharian ini, Lyra langsung merebahkan tubuhnya di ranjang kamarnya yang memiliki ukuran tak begitu besar.


Tak butuh waktu lama, dalam hitungan menit, Lyra pun akhirnya tertidur lelap dan lupa jika adiknya Liona yang ia titipkan kepada calon suami nya Paman Sam.

__ADS_1


Berbeda dengan Lyra, Paman Sam dan Liona belum merasakan kantuk sama sekali. calon kakak dan adik ipar itu kini tengah duduk di mobil yang berencana membawanya kesebuah hotel bintang lima milik Paman Sam yang berada di pusat kota tersebut.


"Kita mau kemana Om?" tanya Liona yang duduk di kursi sebelah kemudi.


"Bukankah kau tadi terpeleset dan kakimu sakit? Maka dari itu aku akan mengobati kakimu itu," jawab Paman Sam meraba paha mulus Liona.


"Aku.. Aku hanya berbohong Om sama kak Lyra. Gak mungkinkan aku mengatakan jika aku berjalan seperti itu karenaaaa..," jawab Liona menggantung.


"Karena apa hmmmm?" tanya Paman Sam mengusap kepala Liona dan membawa gadis itu kedalam pelukannya.


"Karena.. Karena ulah Om," jawab Liona malu-malu.


"Hahaha.. Buka karena ulahku, tapi karena ulah juniorku ini," ucap Paman Sam tertawa sambil meletakkan tangan Liona di atas juniornya yang sudah berdiri tegak.


Sontak Liona mengangkat kepalanya dan menatap Paman Sam dengan pipi merah merona nya.


"Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu hmm," tanya Paman Sam tersenyum.


"Jadi itu alasannya kenapa Om bersikeras untuk membawaku berobat ke rumah sakit hmmm?" tanya Liona memanyunkan bibirnya.


"Hahaha.. Itu kau tau. Kau tau sayang, kau itu sungguh nikmat sekali. Bahkan lebih nikmat dari kakakmu. Aku dan juniorku selalu menginginkan mu lagi.. Lagi.. Dan lagi," jawab Paman Sam menatap Liona lalu kembali fokus mengemudi.


"Ihhh Om ini nakal sekali. Tadi Om kan sudah melakukannya berkali-kali. Om gak kasihan apa menggempur tubuh ku setiap saat. Capek tau," jawab Liona manyun.


"Hahaha.. Liona.. Liona.. Kau itu lucu sekali. Nanti kalau kau masih merasa capek, aku akan memberikan pijatan yang paling enak sedunia. Aku yakin kau akan ketagihan dengan pijatan ku," ucap Paman Sam terkekeh.


"Iya.. Pijatan plus-plus," jawab Liona kembali memeluk Paman Sam.


Mendengar ocehan gadis kecil itu, Paman Sam hanya tertawa dan geleng-geleng kepala. Beberapa saat kemudian, Paman Sam berhenti di sebuah toko yang menjual berbagai macam pakaian jenis pakaian dalam dan juga lingerie.


Saat mobil Paman Sam berhenti, Liona mengangkat kepalanya dari dada bidang Paman Sam dan melihat ke sekelilingnya.


"Ini dimana Om?" tanya Liona heran.


"Kamu tunggu disini sebentar ya. Ada yang harus aku beli sebentar," jawab Paman Sam lalu keluar dari mobil sport putihnya itu.

__ADS_1


__ADS_2