
Sebelum pulang, Paman Sam memberikan sebuah ATM pribadinya yang bahkan Liona pun tidak mengetahui keberadaan ATM dan rekening bank tersebut.
Ia memberikannya kepada Kamelia sebagai hadiah pernikahan dengan isi yang sangat fantastis dan Kamelia bebas menggunakannya sepuas yang ia suka.
***
"Kamelia, saya pamit pulang dulu ya, oh ya, mulai sekarang jangan panggil saya Om lagi, kita ini sudah menikah, dan saya ini suamimu, bukan Om mu," ucap Paman Sam mengusap kepala istri keduanya itu.
"Baiklah, kalau begitu saya akan memanggil abang aja gimana?" jawab Kamelia tersenyum.
"Haha, kalau panggil mas gimana?" tanya Paman Sam kepada Kamelia.
"Saya kurang suka. Rasanya agak gimana gitu. Panggil abang saja ya," jawab Kamelia menatap Paman Sam.
"Haha, baiklah sayang, jika mau kamu seperti itu. Ya sudah, abang pamit pulang dulu ya. Satu Minggu lagi abang akan menemuimu. Ingat, jangan pernah berhubungan dengan laki-laki manapun selain abang. Kamu faham?" ucap Paman Sam kepada Kamelia.
"Faham bang. Hati-hati di jalan ya," jawab Kamelia merasa berat untuk melepaskan kepergian Paman Sam.
Beberapa jam kemudian, Kamelia langsung di antar pulang oleh temannya karena temannya itu sudah mempunyai janji dengan sugar daddy nya.
Tak lupa, Kamelia berhenti di sebuah bank untuk menarik sejumlah uang yang akan ia gunakan untuk membayar hutang Ibunya kepada rentenir yang akan datang sore ini untuk menagihnya.
Setibanya di rumah, Kamelia mendapati Ibunya tengah memohon-mohon untuk diberikan lagi perpanjangan waktu agar ia bisa melunasi semua hutang-hutangnya.
"Berapa lagi sisa hutang Ibu saya?" ucap Kamelia tiba-tiba datang dan langsung menanyakan hutang Ibunya kepada rentenir tersebut.
"Hutang Ibumu tersisa enam puluh lima juta lagi, di tambah bunganya lima belas juta, total semuanya delapan puluh juta, dan kalian harus membayarnya hari ini juga," jawab rentenir tersebut berdiri berkecak pinggang.
"Baik, kalau begitu saya akan bayar semuanya beserta bunga-bunganya," jawab Kamelia kemudian mengeluarkan gepokan uang sebanyak delapan gepok, dengan masing-masing gepok berjumlah sepuluh juta.
__ADS_1
Rentenir itupun langsung mengambil uang-uang tersebut lalu menghitung masing-masing gepoknya.
"Baik, hutang kalian lunas," jawab rentenir tersebut lalu pergi meninggalkan Kamelia dan Ibunya yang tampak tercengang melihat putrinya Kamelia.
"Darimana kamu mendapatkan uang sebanyak itu nak?" tanya Yuni, ibunya Kamelia.
"Itu bu, semalam Kamelia membantu menyelamatkan seorang ibu hamil yang hampir saja diserang oleh beberapa perampok. Setelah Kamelia menolongnya, ibu-ibu itu kemudian membawa Kamelia ke rumahnya, dan Ibu tau, ternyata ibu-ibu itu sangat kaya sekali. Dia dan suaminya memberikan Kamelia kartu ini sebagai ucapan terima kasihnya karena Kamelia telah menyelamatkan nyawanya dan nyawa bayi yang ada di dalam kandungannya. Ibu tau gak, bayi yang di kandung ibu itu, adalah penerus dari keluarga mereka, sudah lama sekali mereka menantikan kehadiran bayi tersebut. Maka dari itu, mereka memberikan Kamelia hadiah yang sangat besar sekali. Awalnya Kamelia sudah menolaknya, namun mereka memaksa Bu," jawab Kamelia berbohong.
"Kamu.. Kamu tidak berbohong kan nak?" tanya Ibu Yuni memastikan.
"Ibu, lihat Kamelia, apa Kamelia pernah membohongi Ibu selama ini? Ini memang seperti mimpi Bu. Tapi apa yang tidak mungkin di dunia ini?" jawab Kamelia meyakinkan Ibunya.
"Ibu percaya sama kamu nak. Apa kamu sudah mengucapkan terima kasih nak, kepada orang itu?" ucap Ibu Yuni kembali bertanya.
"Sudah Bu. Kapan-kapan Kamelia bawa Ibu ke rumah orang itu ya. Sekarang mendingan kita masuk. Ibu mau makan apa? Biar Kamelia belikan secara online," ajak Kamelia mengalihkan pembicaraan mereka.
"Tidak usah nak, Ibu sudah makan. Kita belinya nanti malam saja ya nak," ucap Ibu Yuni kepada anak nya itu.
Entah apa yang akan ia rasakan jika dirinya tau, putri semata wayangnya menikah dengan laki-laki yang pantas menjadi ayahnya.
.
.
Beberapa jam kemudian, Paman Sam akhirnya tiba di rumahnya. Ia langsung di sambut oleh Liona yang memang sudah menantikan kehadirannya.
"Kenapa telat mas kamu pulangnya?" tanya Liona dengan bibir manyun.
"Memang kenapa? Kamu kangen ya sayang?" jawab Paman Sam kembali bertanya. Ia mencium sekilas pucuk kepala istrinya itu.
__ADS_1
"Itu kamu tau. Jangan bilang kamu selingkuh dulu ya mas di luaran sana. Aku sama sekali gak ikhlas," jawab Liona bergelayut manja di lengan suaminya.
"Haha.. Liona.. Liona.. Kamu itu ada-ada saja. Mana mungkin aku akan selingkuh, sedangkan semua yang aku butuhkan sudah ada pada dirimu. Kamu itu cantik, pintar, dan bisa memuaskan suamimu ini," jawab Paman Sam membuat hati Liona senang.
"Benarkah mas? Lalu kenapa kamu pulang telat? Bukannya kemaren kamu bilang, kamu nyampenya siang?" tanya Liona menatap tajam suaminya itu.
"Haha, jangan menatapku seperti itu dong sayang. Kamu tau kenapa aku telat?" tanya Paman Sam menoel hidung istrinya itu.
"Kenapa?" jawab Liona manyun.
"Karena aku harus mengikuti pelelangan untuk mendapatkan ini untuk istriku tercinta," jawab Paman Sam mengeluarkan sebuah kotak perhiasan berwarna biru tua tersebut.
"Apa ini?" tanya Liona mengambil kotak tersebut dari Paman Sam, lalu membukanya perlahan.
"Seperti yang kamu lihat. Apa kamu suka?" tanya Paman Sam tersenyum licik.
"Mas.. Ini.. Ini diamond yang langka itu? Kamu membelikan ini untukku mas?" tanya Liona dengan mata terbelalak melihat diamond langka yang ia idam-idamkan selama ini.
"Kalau bukan untukmu? Lalu untuk siapa lagi hmm? Bukankah cuma kamu istriku satu-satunya," jawab Paman Sam berhasil menepis kecurigaan Liona.
"Aaa mas, terima kasih ya sayang. Kamu memang suami idaman," jawab Liona senang, lalu memeluk suaminya itu.
'Haha.. Liona tidak tau saja jika aku baru saja menikah dengan wanita yang jauh lebih cantik darinya,' batin Paman Sam.
"Jadi gimana? Apa kamu masih marah dan menuduhku yang bukan-bukan lagi?" tanya Paman Sam menaikkan satu alisnya.
"Hehe, ya gak lah mas. Sekarang aku tau jika kamu benar-benar mencintaiku saja. Aku sayang kamu mas," jawab Liona mengumbar cinta dam sayangnya kepada Paman Sam.
"Aku juga menyayangimu Liona. Sekarang aku mau mandi dulu. Tolong siapkan bajuku ya," ucap Paman Sam lalu meniggalkan Liona yang masih sibuk dengan diamond miliknya.
__ADS_1
Sementara itu, di rumah sakit, dokter Dimas yang sedari tadi sudah pulang, kini ia sengaja balik untuk menemui Lyra. Ia tau jika Lyra hanya sendirian di rumah sakit, karena tadi Lyra mengatakan jika asisten yang biasa mengurusnya, kini tengang izin pulang kampung karena anaknya yang lagi sakit.
Tak hanya itu, doker Dimas juga datang untuk memberikan obat dari paman Boby untuk penyembuhan kakinya.